Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Tamparan


__ADS_3

Tamparan


Aleta mau kemana kamu !." Teriak Reynand.


Namun Aleta tak menjawab nya, ia terus saja berjalan. Reynand pun mengejar nya, dan menarik tangan Aleta.


" Hey, Aleta. Seharus nya kamu menuruti kata ku. Dasar gak tahu diri !." Ucap Reynand.


" Reynand cukup !." Teriak Aleta.


" Sudah ku bilang, panggil aku dengan sebutan tuan !." Bentak Reynand.


" Untuk apa aku memanggil mu dengan sebutan tuan hah !?. Aku ini buka bawahan mu, tapi aku ini adalah istri sah mu." Teriak Aleta, sambil menangis.


Reynand terkejut perkataan Aleta, ia pun terdiam.


" Dari pada aku terus disakiti oleh pria seperti mu lebih baik aku cerai dengan mu saja. Aku benar benar muak dengan kelakuanmu." Teriak Aleta lagi.


" Tidak bisa, lagi pula kau sudah menandatangani sura-."


PLAKKK.... Aleta menampar Reynand.


" Diam kamu Reynand, aku gak peduli lagi dengan surat itu. Lebih baik aku disiksa oleh keluargaku yang sudah mengurusku sejak kecil, di banding mempertahankan pernikahan tanpa cinta ini." Ucap Aleta.


" A- Aleta." Reynand terkejut.


Aleta pergi dari Reynand. Perasaan nya sangat hancur, ia menangis dan mengeluarkan seluruh emosi yang selama ini ia pendam.


" Aleta kamu mau kemana !." Panggil Reynand mengejarnya.


" Pulang. Tenang saja, aku akan pulang ke rumah mu dan tak akan pergi dari situ lagi." Ucap Aleta.


" Lebih baik, kamu pulang dengan ku saja." Ucap Reynand.

__ADS_1


" Tidak. Terimakasih Tuan Reynand." Ucap Aleta.


Tiba tiba hujanpun turun membasahi semua tempat. Tidak hanya air matanya saja yang mengalir di pipi Aleta, tapi air hujan yang deras juga membasahi nya.


" Aleta !." Panggil Reynand dan langsung memeluknya dari belakang.


" Tu - tuan." Aleta terkejut.


" Jangan pergi, ku mohon pulanglah bersama ku. Aku minta maaf karena sudah keterlaluan." Ucap Reynand.


" Tu - tuan, kau meminta maaf padaku ?." Tanya Aleta.


" Iya, aku minta maaf." Ucap Reynand.


" Sungguh, berarti tuan tidak marah padaku lagi ?." Tanya Aleta.


" Iya." Jawab Reynand.


" Tuan janji ya tidak akan memarahiku lagi." Ucap Aleta.


Tiba tiba Aleta tertawa, Reynand pun panik karena Aleta tertawa tiba tiba tanpa sebab, apakah Aleta sudah tidak waras.


" Aleta, ada apa dengan mu ?." Tanya Reynand.


" Aku sangat gembira, ternyata tuan percaya dengan akting ku ini. Hahaha.... ." Ucap Aleta sambil tertawa.


" Ja - jadi ini hanya pura pura." Reynand terkejut dan melepaskan pelukannya.


" Cie cie, tuan takut kehilangan ku ya." Ledek Aleta.


" Dasar Aleta ka -.


" Eits, tuan kan sudah janji tidak akan memarahiku lagi." Ucap Aleta.

__ADS_1


DDRRRTTT...... Suara air hujan yang berjatuhan di atas dahan pepohonan. Serta perban yang menutupi luka Reynand pun juga basah.


Akhir nya mereka berduapun pulang kerumah. Sesampai nya dirumah mereka berdua disambut dengan wajah orang orang yang cemas.


" Kalian kok basah kuyup begini, terus kalian kenapa penuh luka begini ?." Tanya Bunda.


Mereka hanya diam tak bicara apapun. Aleta selalu bersin bersin.


" Haccu."


" Aleta kamu sakit sayang ?." Tanya Bunda.


" Enggak bunda aku cuma flu sedikit. Haccu !." Jawab Aleta.


" Flu dari mana, kamu tuh demam sayang." Ucap Bunda, wajah nya menunjukan ekspresi yang sangat cemas.


Aleta bisa merasakan kehawatiran ibu Reynand terhadap nya, Aleta pun tak kuasa menahan air matanya, matanya berkaca kaca karena terharu, ia sangat bersyukur memiliki mertua yang sangat sayang padanya.


" Nak Aleta kamu nangis ?." Tanya Ayah.


" Eh, e - enggak Yah, aku gak nangis kok cuma kelilipan aja matanya." Ucap Aleta.


Ayah Reynand mengusap ngusap kepala Aleta dnegan lembut.


" Nak, kalau ada apa apa jangan disembunyikan dari kami yah, kami kan orang tua kamu juga." Ucap Ayah Reynand dengan senyuman.


Aleta mengangguk pelan.


" Haccu !." Reynand bersin.


" Kak Reynand sakit juga ?." Tanya Reya.


" Haccu, enggak cuma flu biasa." Jawab nya.

__ADS_1


" Hahaha, udah deh kak, kalau sakit bilang aja." Tawa Reya.


" Ih, siapa yang sakit sih !." Ucap Reynand.


__ADS_2