
Salah Paham
Semakin lama semakin dekat, wajah Aleta semakin merah merona.
" Sebentar Aleta, ada daun di rambut kamu." Ucap Reynand.
" A- apa, da- daun !?." Ucap Aleta membuka mata nya.
Lalu Reynand pun mengambil daun yang tersangkut di rambut Aleta. Aleta yang tadi nya mengira kalau Reynand ingin mencium nya telah musnah sudah. Ternyata itu semua hanyalah angan nya saja.
" Hah... ternyata aku hanya salah paham. Ku kira tuan ingin mencium ku, ternyata tidak... ." Ucap Aleta di dalam hati.
" Kamu kenapa melihat ku begitu hah ?." Tanya Reynand.
" Enggak !." Ucap Aleta dengan muka yang masam.
" Oh... jangan jangan... kamu mengira kalau aku ini mau mencium mu yah." Ucap Reynand sambil tersenyum.
" E- enggak !." Ucap Aleta.
" Udah deh... jujur aja, gak usah gengsi begitu." Kata Reynand sambil tertawa.
" Gak tau ah." Ucap Aleta membuang muka.
" Hey, Aleta kamu ngambek ?." Tanya Reynand.
" Enggak." Ucap Aleta.
__ADS_1
" Yah... Aleta baperan.... ." Ucap Reynand.
" Ih... siapa yang baper !." Ucap Aleta dan langsung tidur di atas ranjang.
Reynand pun memakai baju nya dan pergi dari kamar. Aleta yang melihat nya tambah kesal di buat oleh nya.
" Ish... dasar pria nyebelin !." Ucap Aleta.
Beberapa menit kemudian Aleta tidur. Hujan semakin deras, serta suara petir yang terdengar kencang. Lalu Reynand pun kembali ke kamar, ia melihat Aleta yang sedang tertidur pulas. Reynand menghampiri Aleta yang tengah tertidur.
Rambut Aleta yang berantakan telah menutupi wajahnya. Tangan Reynand yang melerai rambut Aleta. Tiba tiba ia mencium dahi Aleta ketika Aleta sedang tertidur.
Cup...
" Aku mencintai mu... Aleta." Bisik Reynand.
Suara bisik Reynand terdengar di gendang telinga Aleta. Karena suara itu Aleta terbangun dari tidur nya dan berpura pura tertidur di depan Reynand. Reynand mengusap ngusap kepala Aleta dengan sangat lembut. Tatapan nya pun juga sangat tulus kepada Aleta. Karena usapan hangat yang diberikan oleh Reynand, Aleta pun tertidur.
" Kenapa kamu senyum senyum begitu hah ?." Tanya Reynand.
" Enggak, aku senyum senyum sendiri gara gara tadi ada yang cium aku deh kayak nya, terus bisik bisikin suatu kata gitu deh." Ucap Aleta.
Reynand terkejut ketika mendengar ucapan Aleta tadi barusan.
" Ci - ciuman, ciuman dari siapa !?." Ucap Reynand.
" Eum... ciuman dari pangeran tampan." Ucap Aleta sambil tertawa sedikit.
__ADS_1
" Pangeran tampan !?." Kata Reynand.
" Iya... pangeran itu mencium ku sewaktu aku sedang tidur, terus dia membisikkan suatu kata pada ku. Tuan mau tahu tidak, dia mengucap kan apa pada ku ?." Tanya Aleta.
" Memangnya dia mengucapkan apa !?." Tanya Reynand balik.
" Dia bilang... kalau dia itu mencintai ku." Bisik Aleta.
Reynand pun terkaget kaget.
" Apa !?. Ja- jangan jangan Aleta mendengar ucapan ku tadi." Ucap Reynand didalam hati.
Wajah Reynand merah merona, ia langsung masuk ke kamar mandi dan mencuci muka nya.
" Ahhh... masa sih... Aleta mendengar ucapan ku tadi !!!." Ucap Reynand menutup wajah yang merah merona menggunakan tangan nya.
Lalu dari luar Aleta memanggil Reynand, Aleta juga menggedor gedor pintu kamar mandinya. Reynand pun keluar dari kamar mandi itu.
Ia melihat Aleta yang berada di depan pintu kamar mandi, ia sedang duduk di atas keset kamar mandi itu.
" Ka- kamu kenapa ada disini !?." Ucap Reynand.
" Tuan... aku mau makan gorengan.... ." Ucap Aleta.
" Gorengan !?." Tanya Reynand.
Bersambung.....
__ADS_1
Tunggu Episode selanjut nya ya.... 😁😁
Selamat membaca....🤗