Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Tiba- tiba....


__ADS_3

" Iya, ayah, Reynand akan terus berusaha untuk mencari Aleta, " ucap Reynand.


Hati Reynand masih terasa hancur, namun ia tak boleh seperti ini terus, ia tak boleh putus asa. Kemudian, Reynand pergi ke kamar bundanya untuk meminta izin kepadanya. Karena Reynand tak akan pulang selama ia masih mencari Aleta.


Reynand pegang tangan bundanya dengan erat, lalu menciumnnya. Ia juga meminta maaf kepada bundanya yang tengah berbaring. Air mata mulai menetes dari mata Reynand. Rasa yang selama ini ia tahan didalam hatinya keluar seketika. Ia menangis sambil memegangi tangan bundanya.


" Bunda, Reynand minta maaf," ucap Reynand yang tak kuasa menahan tangisnya.


Ayah tiri Reynand mengusap lembut kepalanya Reynand. Ia menyuruh anaknya itu untuk mengusap air matanya, dan jangan menangis lagi.


" Reynand, udah jangan nangis, ayah yakin, bunda gak kenapa- napa, " ucap ayah seraya menepuk lembut punggung Reynand.


" Reynand berharap begitu ayah, " sahut Reynand dengan nada suara yang bergetar.


Kemudian Reynand mengusap air matanya, ia langsung pergi dari kamar kedua orang tuanya untuk mencari sang istri. Tak lama kemudian Joshua datang, dan tak sengaja melihat Reynand pergi dengan mobilnya.


" Reynand ! " panggil Joshua.


Namun, Joshua sudah telat. Reynand tak mendegar jika Joshua telah memanggilnya. Reynand terus mengendarai mobilnya dan terus menjauh dari pandangan Joshua. Hingga tak terlihat lagi. Joshua yang tak bisa berbuat banyak hanya pasrah sambil menundukkan kepalanya.


"Reynand mau kemana yah, apa aku ikuti aja ya mobilnya? Aku takut akan terjadi seauatu pada Reynand!" Ucap Reynand dalam hati.


Joshua sangat peduli dengan keadaan Reynand, Ia tidak mau terjadi sesuatu dengan Reynand. Dalam kondisi seperti ini Reynand tidak boleh sendirian. Reynand harus ditemani. Raka takut jika Reynand akan nekat mengakhiri hidupnya, apalagi Raka tahu kalau Reynand sangat mencingai Aleta. Saat itu difikiran Raka sangat tidak baik mengenai Reynand. Bahkan Raka berpikiran jika Reynand akan menyusul Aleta ke surga. Tanpa berfikir panjang Raka segera mengambil kunci mobilnya dan segera menyusul mobil Reynand. Padahal Raka seharusnya bisa tanya dulu kedalam untuk memastikan ke orang rumah Reynand akan pergi kemana. Ya tapi itulah Raka, terkadang suka panik sendiri.


"Semoga belum jauh! Kasian kamu Rey, kenapa masalah dalam hidupmu tidak ada habisnya. Baru saja kalian berdua akan menikmati masa - masa indah pernikahan kalian. Malah muncul lagi masalah yang baru."Gumam Raka dalam hati sambil menarik napas panjang.


Raka mengikuti mobil Reynand dengan kecepatan tinggi. Mobil Raka pun sudah keluar arah perumahan tempat tinggal Reynand dan keluarganya. Raka mengendarai mobil dengan sangat waspada, matanya terfokus pada mobil sport warna hitam milik Reynand.

__ADS_1


"Cepat sekali mobil Reynand menghilang! kenapa sih Rey kamu pergi sendirian gak ngajak - ngajak . Kalau begini kan aku jadi khawatir." Celetuk Joshua.


Joshua pun mencoba menghubungi no handphone Reynand berulang kali melalui telephone genggamnya. Namun nihil. Sudah lebih dari sepuluh kali Joshua menghubungi Reynand tapi tak satu pun panggilan telephonenya di jawab Reynand. Tak terasa sudah terlalu jauh Joshua membututi mobil Reynand namun belum juga mobil Reynand kelihatan seolah di telan bumi. Joshua terus saja fokus pada satu mobil sepanjang jalan yaitu mobil sport warna hitam milik Reynand. Joshua yang sambil fokus mengendarai mobilnya tetap mencoba menghubungi Reynand. Ketika sampai di persimpangan jalan ia melihat mobil sport hitam, Joshua pun sangat yakin jika mobil sport yang ia lihat adalah mobil Reynand. Joshua pun menambah kecepatan mobilnya agar bisa mendekat ke sebuah mobil yang ia fikir itu adalah mobil Reynand. Dan ternyata benar saja dugaan Joshua ternyata memang benar yang ia lihat adalah mobil sport hitam milik Reynand. Ia pun menyalip kendaraan yang ada di depannya, seperti pembalap handal, Joshua mampu menyalip beberapa kendaraan yang ada di depannya. Namun naas sedikit lagi mobil Joshua bisa menyalip mobil Reynand. Tiba - tiba lampu lalu lintas warna merah menyala. Dengan sangat terpaksa Raka harus menghentikan laju mobilnya. Tidak mungkin Joshua menerobos lampu merah itu. Bisa - bisanya dia akan di tilang polisi karena melanggar lalu lintas.


"Sial, kalau begini aku bisa kehilangan jejak Reynand lagi!" gerutu Joshua dalam hati sambil memukul stir mobilnya berulang kali.


Reynand sebenarnya tahu jika ia sedari tadi di telephone Joshua . Namun ia tidak ingin berbicara dengan siapapun untuk saat ini. Tetapi Reynand tidak tahu kalau ia sedang di ikuti Raka terus saja mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Rupanya Reynand ingin pergi ke suatu tempat dimana baju Aleta di temukan polisi. Reynand berharap di tempat itu ia akan menemukan bukti baru. Dimana hal itu bisa membantunya dan menjadi titik terang dalam mencari keberadaan Aleta.


Di kediaman rumah Reynand


Ayah yang sedari tadi bersikap tenang dihadapan Reynand, akhirnya mau tidak mau menjadi panik dikarenakan istrinya belum juga sadar. Begitu juga dengan Reya sedari tadi tidak berhenti menangisi keadaan bundanya yang hingga saat ini tak kunjung sadar dari pingsannya. Ayah pun memutuskan untuk membawa istrinya ke rumah sakit. Ayah menyuruh pelayan untuk mengatakan kepada supir pribadi ayah Reynand agar menyiapkan mobil untuk membawa istrinya ke rumah sakit.


"Bi, tolong bilang ke pak Adit untuk siapkan mobil, saya akan membawa nyonya ke rumah sakit. " Ucap ayah kepada salah satu pelayan yang ada di kamar itu.


"Baik tuan." Jawab pelayan itu.


Sesaat ketika ayah akan menganggat tubuh istrinya, bunda Reynand mengigau menyebut nama Reynand berulang kali. Teringat keluar dari kening bunda Reynand dan tubuhnya pun menggigil tidak hanya itu hawa panas yang keluar dari tubuh bundanya Reynand pun sangat panas. Ayah menjadi sangat khawatir begitu juga dengan Reya. Sebenarnya ayah tidak ingin mengganggu Reynand yang saat ini sedang fokus mencari keberadaan istrinya Aleta. Walaupun sudah dikabarkan pihak kepolisian bahwa Aleta sudah tiada. Namun Reynand memiliki keyakinan bahwa istrinya itu masih hidup. Ayah pun tidak dapat menentang keinginan anaknya untuk mencari keberadaan istrinya. Sebagai seorang ayah ia hanya ingin yang terbaik untuk anak - anaknya. Dan ayahnya pun hanya bisa mendukung tekad Reynand yang begitu kuat.


"Tidak Reya, jangan kau ganggu kakak mu, jangan kita bebani lagi pikiran kakakmu Reynand, dengan sakitnya bunda!" Jawab ayah yang sambil mencoba menenangkan putrinya Reya.


" Tapi ayah, bunda membutuhkan kak Reynand!" Ucap Reya dengan panik.


"Sudah, kamu turuti saja perintah ayah, kita akan bawa bunda kerumah sakit tanpa sepengetahuan kakakmu." Jawab ayah sambil tetap menenangkan Reya.


Reya yang mendengarkan penjelasan ayah tidak bisa berbuat banyak. Reya pun pamit keluar sebentar ke kamarnya untuk mengambil tas dan handphonenya. Ketika sampai didalam kamarnya Reya diam - diam mencoba menghubungi Reynand. Reya menghubungi kakanya, Reynand tanpa sepengetahuan ayahnya. Padahal ayahnya sudah mewanti -wanti Reya untuk tidak mengatakan apapun tentang keadaan bundanya kepada kakaknya. Tapi Reya tidak tega melihat keadaan bundanya yang sedari tadi memanggil nama kakaknya di alam bawah sadarnya. Reya hanya ingin yang terbaik untuk bundanya. Reya ingin bundanya lekas sehat seperti sedia kala. Reya tidak peduli jika tindakannya akan membuat ayahnya marah.


Berkali - kali Reya mencoba menghubungi kakaknya. Namun tidak satu pun panggilannya yang di jawab Reynand.

__ADS_1


"Apa yang sedang dilakukan kak Reynand? Kenapa sedari tadi tidak menjawab telephone dariku?" Ucap Reya dengan nada kesal.


Reya pun berinisiatif untuk mengirim pesan singkat melalui telephone genggamnya. Reya berharap saat kakaknya melihat ponselnya, Kakaknya akan membaca pesan yang sudah ia kirimkan untuknya.


Ternyata dugaan Reya benar, ketika Reynand melihat handphonenya, Reynand sangat tekejut karena ketika ia lihat banyak sekali panggilan terjawab dari Reya.


"Reya? Ada apa Reya menelphonku hinga banyak seperti ini?" Tanya Reynand dalam hati.


Reynand yang penasaran, kenapa adiknya menelphonenya hingga dua puluh kali mencoba untuk menghubunginya kembali. Reynand pun mencari parkiran mobil, agar ia bisa menghubungi adiknya Reya dengan tenang dan aman. Sbelum Reynand menghubungi adiknya, ia berinisiatif untuk memeriksa pesan yang masuk di ponselnya.


" Coba aku lihat apa ada pesan yang masuk dari Reya." Gumam reynand dalam hati.


Ya ternyata benar saja dugaan Reynand, ternyata adiknya mengirim sebuah pesan untuknya. Reynand pun langsung membuka pesan yang sudah dikirimkan Reya untuknya. Betapa terpukulnya Reynand ketika membaca pesan yang dikirimkan Reya. Reya mengabarkan bahwa ibunya saat ini sangat membutuhkan Reynand dan berulang kali memanggil - manggil namanya. Reya juga mengatakan kondisi bunda saat ini sangat menghawatirkan sehingga harus segera dibawa kerumah sakit.


Walaupun Reynand sempat bimbang saat membaca pesan Reya. Reynand bimbang harus kembali pulang kerumah ataukah meneruskan perjalanannya mencari Aleta istrinya.


Reynand sempat berfikir lama sebelum ia akan memutuskan pulang ke rumah.


"Sebaiknya aku pulang terlebih dahulu, untuk memastikan keadaan bunda baik - baik saja!" ucap Reynand.


Reynand pun memutar balik kendaraannya, meninggalkan parkiran menuju ke rumahnya. Didalam perjalanan pulang Reynand menghubungi Joshua, Reynand tidak ingin Joshua panik karena sedari tadi Joshua menghubunginya tapi tidak dijawab oleh Reynnd. Begitu juga dengan pesan yang Joshua kirim untuknya tak satu pun pesan yang Reynand balas. Reynand mengatakan bahwa ia akan kembali pulang untuk mengantarkan bundanya ke rumah sakit.


Belum sempat Joshua bertanya kepada Reynand kenapa dari tadi tidak mengangkat telephone darinya. Reynnad keburu menutup sambungan telephonenya.


"Itulah Reynand terkadang mau seenaknya sendiri!" Gerutu Joshua dalam hati.


Joshua sudah sedikit lega, Reynand sudah menghubunginya. Yang terpenting baginya Reynand tidak apa - apa. Joshua pun mencari arah putar balik mobilnya , ia ingin kembali pulang ke rumah kediaman Reynand. Joshua ingin cepat sampai ke rumah melihat keadaan tantenya. Laju kendaraannya pun di percepat agar segera sampai kerumah. Begitu juga dengan Reynand mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi padahal kondisi fisik Reynand sedang kurang sehat di tambah lagi saat ini beban pikiran Reynand amatlah berat.

__ADS_1


Ditengah perjalanan menuju rumahnya Reynand tiba - tiba.....


Bersambung.....


__ADS_2