
Panggilan Sayang
" Joshua ! sini kamu !!." Teriak Reynand.
Beberapa menit telah berlalu, Aleta sudah menghabiskan semua gorengannya. Reynand yang sedang mengejar Joshua pun tak tahu jika gorengan yang ia buat habis secepat itu.
Reynand berlari ke arah kamar Reya, tiba tiba ada yang menarik salah satu tangan Reynand dari dalam kamar. Reynand pun masuk ke dalam kamar milik Reya. Pintu dikunci lagi, dan Reynand tidak akan diizinkan pergi lagi oleh adik nya sebelum menjawab pertanyaan yang Reya tanyakan.
" Kak, jawab pertanyaan aku ya tadi donk. Apa benar kak Aleta itu istri bohongan kakak !." Ucap Reya.
" Apasih kamu. Aleta itu istri sungguhan kakak, Reya." Ucap Reynand.
" Bohong !!! kalau kakak gak mau jujur aku bilangin hal ini ke bunda loh. Emangnya kakak mau." Ucap Reya.
Tutur kata Reya membuat Reynand tak bisa berbuat apa apa. Akhirnya dengan terpaksa, ia pun jujur kepada Reya.
" Kak Jawab aku !!!." Bentak Reya.
" Ck, iya !. Aleta itu... istri kontrak kakak !." Ucap Reynand.
" A- apa !?." Reya terkejut.
" Ke- kenapa kakak ngelakuin itu sih !." Bentak Reya
" Kakak.... ." Reynand terdiam.
" Kakak kenapa ! Kenapa kakak ngelakuin hal itu sama kak Aleta !." Bentak Reya lagi.
" Kakak berbuat seperti itu hanya untuk balas dendam ke keluarga angkat Aleta !." Bentak Reynand.
" Ba- balas dendam !?." Reya terkejut.
" Ya.... kamu sudah lupa dengan perbuatan keluarga angkat Aleta terhadap bunda hah !!!. Makanya dengan cara ini kakak mau membalas mereka !." Ucap Reynand.
" Tapi kenapa harus kak Aleta yang jadi korban sih. Kak Aleta itu kan hanya anak angkat dari mereka kak. Jadi kak Aleta gak ada hubungannya dengan mereka." Ucap Reya, menggenggam tangan kakak nya.
" Justru itu, yang membuat kakak memilih Aleta ! Kakak selalu lihat kalau Aleta itu disiksa oleh mereka, makanya kakak mau mengajak Aleta bekerjasama untuk membalas perbuatan mereka." Ucap Reynand.
" Lalu, apakah kak Aleta mau di ajak kerjasama ?." Tanya Reya.
__ADS_1
" Pe- pertamanya sih... Aleta gak mau, tapi... kakak paksa, dia jadi mau deh." Jawab Reynand, mengalihkan pandang nya ke arah lain.
" Tapi kak, kenapa kakak harus harus ngelakuin ini sih. Kakak kan bisa balas perbuatan mereka dengan kemampuan kakak sendiri." Ucap Aleta.
" Karena kakak juga kasihan melihat Aleta terus menerus di sakiti." Ucap Reynand.
" Berarti selama ini kakak cuma berpura pura, dan sebenarnya kakak itu juga tidak mencintai kak Aleta ?." Tanya Reya dengan tatapan mata yang serius.
" I- itu... ." Ucap Reynand menatap ke arah bawah.
" Oh... ternyata kakak tidak mencintai kak Aleta yah." Ucap Reya.
" Bu- bukan begitu.... ." Ucap Reynand.
Reya yang melihat gelagat Reynand pun tersenyum.
" Oh... berarti kak Reynand suka beneran donk sama kak Aleta." Ucap Reya sambil tersenyum.
" Ih... apa sih kamu !." Ucap Reynand sambil menutup wajah nya.
" Cie... yang tadi niat nya cuma mau manfaatin kak Aleta, eh... malah jatuh cinta beneran sama kak Aleta. Haduh... kakak kakak, cepet banget sih jatuh cinta sama perempuan." Ledek Reya.
" Boleh lah... . Eum... jadi, kak Reynand masih mau manfaatin kak Aleta ?." Tanya Reya.
Reynand terdiam dan tak menjawab, ia mengalihkan pandangan nya ke arah bawah.
" Kak... ." Ujar Reya.
" Kakak gak mau manfaatin Aleta lagi, karena semua rasa dendam itu... menghilang seketika, ketika melihat wajah Aleta. Entah kenapa ketika melihat wajah nya, kakak selalu merasa bersalah. Dan maka dari itu, kakak sudah lupain semua rasa dendam kakak ke keluarga angkat Aleta." Ujar Reynand.
Reya terdiam seketika, melihat wajah Reynand yang begitu serius.
" Hmmm.... haduh... ini nih, kalau seseorang udah jatuh cinta ke pasangannya pasti dia rela ngelakuin apa aja buat kekasih nya itu." Ucap Reya.
" Ih... apa sih kamu. Udah lah... kakak mau ke Aleta." Ucap Reynand.
" Ikut donk !." Ucap Reya.
Mereka berdua pun ke dapur bersama. Sesampainya di dapur, terlihat dua botol saus dan batang cabai berserakan di meja makan. Gorengan yang tadi nya banyak sekali, lalu hilang semua entah kemana. Reya dan Reynand terkejut melihat itu semua.
__ADS_1
" Loh... ke- kemana semua gorengan nya ?." Tanya Reynand.
" Eumm... i- itu... ." Ujar para pelayan yang sedari tadi ada di situ.
Tiba tiba Aleta bersendawa dengan sangat kencang. Reynand pun terkejut.
" Jangan jangan... semua gorengan yang ada disini hilang karena kak Aleta." Ucap Reya.
" Hehehe... iya." Ucap Aleta sambil tertawa.
" A- apa... be- benar, kamu yang makan ini semua Aleta ?." Tanya Reynand dengan ekspresi wajah yang terkejut.
" I- iya... ." Ucap Aleta.
" A- apa.... ." Ucap Reynand dan berdiri tidak seimbang.
Wajah nya bagaikan orang yang mau pingsan.
BRUKKK
Reynand terjatuh.
" Ah... kakak, kakak kenapa !?." Ucap Reya.
" Ka- kamu kenapa Reynand ?." Tanya Aleta.
" A- aku cuma syok aja. Ba- bagaimana cara nya kamu menghabiskan gorengan sebanyak itu dalam waktu sekejap. Kamu ini manusia atau bukan sih." Ucap Reynand.
" Manusia lah... gimana sih. Masa sama istri nya sendiri gak kenal." Ucap Aleta.
" Iya... iya... maaf sayang." Ucap Reynand sambil tersenyum manis.
Aleta terkejut.
" Sa- sayang !!!." Ucap Aleta.
" Cie... dipanggil sayang nih." Ucap Reya.
" Ih... Reya, apaan sih kamu." Ujar Aleta dengan wajah tersipu malu.
__ADS_1