
Pura- Pura Tidur
Aletapun beranjak dari kursinya dan pergi menuju pintu . Ia hendak menutup pintu dengan rapat dan membubarkan beberapa pegawai yang berkerumun di depan pintu ruang kerja Reynand.
" Sebelum pak Reynand marah lebih baik sekarang kalian tinggalkan ruangan ini sekarang dan lanjutkan pekerjaan kalian masing - masing," Ucap Aleta dengan lembut.
" Baik bu, mohon maaf atas tindakan kami semua yang kurang sopan. Tolong sampaikan maaf kami juga ke pak Reynand," Ucap para pegawai dengan kompak sambil menundukan kepala.
Aletapun menjawab dengan anggukan kepala. Dibalik belakang pintu ruang kerja para pegawai membicarakan tentang sosok istri atasan mereka. Ternyata mereka dibuat kagum dengan sosok Aleta. Biasanya seorang istri CEO itu sombong dan angkuh, hal ini berbanding terbalik dengan Aleta . Bagi mereka Aleta tidak hanya cantik, tapi juga mempunyai kepribadian yang baik , tutur katanya lembut dan sopan.
" Pantas saja pak Reynand begitu mencintai Bu Aleta, begitu terlihat jelas dari perlakuan pak Reynand ke bu Aleta!" ucap salah satu pegawai.
para pegawai yang lain pun menganggukkan kepala, tanda setuju dengan pernyataan salah satu teman mereka sesama pegawai di kantor Reynand.
Aleta mulai merasa bosan di ruang kantor Reynand. Tak banyak yang bisa dilakukan Aleta. Ia pun mulai mengganggu Reynand yang sedang sibuk bekerja sedari tadi. Reynand mulai kewalahan menghadapi segala tingkah polos Aleta. Aleta mengajak Reynand untuk keluar kantor sebentar. Ia ingin berjalan - jalan sambil menghilangkan kejenuhan. Tapi Reynand tetap saja menolak, Aleta pun terus merengek manja kepada Reynand dan terus menggodanya.
" Aleta sudah ya jangan mengganggu aku terus! nanti pekerjaanya tidak selesai - selesai. Kamu mau kita bermalam dikantor?" ucap Reynand.
Aleta pun menggelengkan kepala, memberi tanda bahwa ia tidak mau kalau harus bermalam dikantor. Ia pun beranjak ke belakang kursi Reynand. Ternyata Aleta hendak akan memijat pundak Reynand.
" Wah , ternyata istriku selain cantik juga pandai memanjakan suaminya." Ucap Reynand sambil tersenyum menggoda Aleta.
" Gimana tuan pijatan aku enak gak ?" tanya Aleta dengan bangganya.
__ADS_1
" Tentu saja sayang ! pijatanmu paling enak." Ucap Reynand memuji istrinya.
Reynand pun menyuruhnya untuk berhenti memijat pundaknya. Reynand tidak mau kalau Aleta sampai kecapaian. Reynand pun menarik lembut tangan Aleta dan menuntunnya ke sofa.
" Sayang kamu duduk saja disini sebentar lagi aku selesai. Kamu bisa nonton film dengan laptop ku yang satunya lagi!" ucap Reynand.
Reynand pun menyalahkah laptopnya ia mencarikan film kartun kesukaan Aleta. Aleta menontonnya dengan serius. Ia mulai lupa dengan kejenuhannya, Reynand pun memanghil sekretarisnya untuk membelikan beberapa cemilan untuk Aleta. Aleta begitu menikmati tontonannya . Ia menonton film kartun sambil menikmati cemilan yang dibelikan Reynand untuknya.
Tak terasa hari menjelang sore. Reynand masih saja disibukkan dengan pekerjaannya. Sedangkan Aleta sedang tertidur pulas disofa ruang kerja Reynand dengan laptop yang masih menyala.
Reynand menoleh ke arah istrinya Aleta, ia tidak tega melihat Aleta tertidur diatas sofa. Ia pun segera merapikan berkas kantor dan mematikan laptopnya, untuk bergegas pulang. Disaat yang bersamaan terdengar suara ketukan pintu. Reynand pun menyuruhnya masuk.
" Maaf pak Reynand, ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani sekarang juga," Ucap sekretaris Reynand.
" Baik pak!" Ucap Sekretaris Reynand.
Sekretaris Reynand langsung meninggalkan ruangan Reynand, Ia menutup pintu dengan sangat hati- hati. Bahkan ia mempelankan langkah kakinya agar tidak ada suara yang terdengar dari sepatu high heels.
Reynand segera menandatangani beberapa berkas yang tadi diserahkan oleh sekretarisnya. Reynand segera bersiap untuk pulang kerumah. Ia menghampiri Aleta yang masih tertidur pulas. Rupanya Reynand tak tega kalau harus membangunkan Aleta. Iapun mempunyai inisiatif untuk menggendong Aleta hingga kedalam mobilnya.
Lalu Reynand memanggil sekretarisnya untuk membawakan tas Aleta, dan juga lap top miliknya. Setelah sekretaris Reynand datang, Reynand langsung menyuruh sekretarisnya itu untuk membawakan tas Aleta dan juga laptopnya. Kemudian mereka bertiga keluar dari ruangan yang sama dan menuju lift. Reynand berjalan dengan perlahan- lahan agar Aleta tidak terganggu. Sudah sampai di depan lift, Reynand pun memasuki lift itu, begitu pula dengan sekretarisnya.
Aleta masih saja tertidur dengan nyaman di gendongan Reynand, sedangkan sekretaris Reynand hanya melihat Reynand yang berdiri tegak sambil menggendong istrinya. Betapa beruntungnya Aleta mendapatkan Reynand sebagai suaminya. Sekretaris Reynand pun memberikan saran kepada Reynand untuk membangunkan istrinya. Sekretarisnya tak tega melihat Reynand menggendong Aleta terlalu lama. Tapi bukannya pujian yang diterima malah Reynand memarahi sekretarisnya.
__ADS_1
" Lebih baik kamu diam, fokus saja dengan tugasmu yang saya berikan. Jaga dan bawa laptop serta tas istri saya dengan baik. Jangan sampai kau menjatuhkannya karena kecerobohan mu," Bentak Reynand.
" Baik pak, maaf saya lancang!" Jawab Sekretaris Aleta dengan gugup.
Ternyata sekretaris Reynand, telah lama menaruh hati padanya. Diam - diam ia mencintai Reynand tanpa sepengetahuannya. Ia tak rela jika Reynand orang yang dicintainya selama ini, dimiliki oleh wanita lain. sepanjang jalan sekretaris Reynand menahan api cemburu dan amarah yang sangat besar kepada Aleta.
" Seharusnya aku yang berada diposisi ini, aku yang saat ini yang sedang di gendong Reynand. Bukan wanita jelek ini ! Dia tak sepadan dengan Reynand. Dasar wanita tak berkelas!." gerutu sekretaris Reynand dalam hati.
Beberapa menit telah berlalu, Aleta pun terbangun. Ia terkejut ternyata Reynand sedang menggendongnya. Karena nyaman dengan gendongan suaminya, Aleta berniat untuk berpura- pura masih tertidur agar Reynand tidak melepaskan gendongannya.
Aleta terus menerus mengintip ke arah wajah Reynand, walaupun tatapan Reynand terlihat tegas, sebenarnya Reynand adalah sosok pria yang lembut. Ia adalah sosok pria idaman semua pegawai wanita dikantornya. Selain tampan, ia selalu bersikap dingin kepada wanita lain, kecuali kepada istri dan keluarganya.
Sikap Reynand kepada istri dan juga keluarganya sangatlah hangat. Rasa kasih sayang yang Reynand berikan sangatlah banyak, bahkan Reynand rela melakukan apa saja untuk orang - orang yang ia sayangi dan juga ia cintai.
Tiba - tiba Reynand menatap ke arah wajah Aleta, ia merasa bahwa sedari tadi Aleta memperhatikannya. Seketika Aleta langsung menutup matanya lagi agar tidak ketahuan kalau dia sudah terbangun. Tetapi ketika ia lihat lagi wajah Aleta untuk memastikan mata Aleta masih tertutup rapat. Reynand berpikir bahwa Aleta masih tertidur pulas, padahal Aleta hanya berpura - pura tidur. Reynand tidak sadar bahwa Aleta sudah terbangun sedari tadi.
Aleta pun mengintip lagi, apakah suaminya masih memerhatikan dia atau tidak. Aleta sangat menikmati di setiap momen kebersamaannya bersama Reynand. Ia tidak ingin sedikit waktu pun terbuang sia - sia. Seolah - olah ia ingin membayar semua kerinduan yang ia pendam selama Reynand berada di Singapura.
Akhirnya pintu lift pun terbuka, Aleta, Reynand, dan sekretarisnya pun keluar. Mereka bertiga menuju pintu luar kantor. didepan sudah terparkir mobil sport hitam Reynand. Disepanjang jalan beberapa pegawai yang kebetulan ada di lobi kantor menyaksikan perlakuan Reynand kepada istrinya , terlihat kasih sayang yang begitu besar. Mereka hanya menatap tanpa kedip, tak ada kata yang terucap. Hanya tatapan yang penuh keheranan. Karena selama ini yang mereka tahu atasan mereka sosok yang dingin, tegas dan mudah marah.
Security kantor pun dengan sigap langsung membuka kan pintu mobil tanpa di suruh Reynand. Reynand mendudukkan Aleta di kursi mobilnya dengan hati - hati. Agar Aleta tidak terbangun dan tetap nyaman dengan posisi tidurnya walaupun berada di dalam mobil. Tanpa disadari Reynand rupanya Aleta tersenyum bahagia saat ia diturunkan dari gendongannya. Dengan cepat Reynand memasuki mobil, ia segera menyalakan mesin mobilnya dan langsung menelusuri jalan ibu kota.
Reynand mengendarai mobil Sportnya dengan kecepatan sedang. Sesekali ia menatap wajah Aleta dan membelai rambutnya. Ia memastikan Aleta agar selalu nyaman disisinya.
__ADS_1
bersambung........