Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Kalau Takut Gak Usah Nonton


__ADS_3

Kalau Takut Gak Usah Nonton


Aleta sudah memakai baju warna hijau yang di pilih oleh Reynand, dan ternyata cocok untuk nya. Lalu ia ingin menonton televisi, dan sedangkan suaminya Reynand sedang pergi untuk mengurus pekerjaannya di kantor. Aleta pun mau menonton tv di kamar Reynand, tiba tiba ia tak sengaja malah memilih film horor.


Aleta pun berteriak sambil menonton film nya. Jam dinding sudah menunjukan angka di jam 07.00 malam, namun film yang Aleta tonton masih berkelanjutan. Tiba tiba Reynand pulang dan masuk ke kamar nya untuk beristirahat. Ketika Reynand masuk, Aleta langsung berlari ke arah nya dan meloncat ke arah Reynand.



" Ahh..... Tuan aku takut sekali !!!, tolong matikan tv nya, soalnya remot tv nya hilang entah kemana !!." Teriak Aleta.


" Aleta !, cepat lepas kan aku, kamu kira, kamu itu gak berat !!!." Teriak Reynand.


" Gak mau, aku takut Tuan...!!!."Teriak Aleta, memeluk Reynand lebih kencang hingga ia tercekik.


" I- iya, aku matikan deh ." Ucap Reynand dan menggendong Aleta ke arah tv itu untuk dimatikan.


" Ah!!!, Tuan aku gak mau kesana takut !!." Teriak Aleta.


" Kalau gak mau ikut, makanya turun, aku mau matikan dulu tv nya ." Ucap Reynand.


Reynand pun mematikan tv nya, Aleta juga sudah melepaskan pelukannya. Reynand yang wajah nya terlihat sangat emosi pada Aleta, membuat Aleta jadi takut.


" Ma- maaf tuan ." Ucap Aleta.


" Hah... makanya kamu kalau takut, gak usah nonton film horor begitu." Ucap Reynand, sambil mengusap kepala Aleta denga lembut.


" Tu- tuan mengusap kepala ku !." Aleta tersenyum bahagia.


" Emangnya kamu lebih mau ku jitak, kebanding ku usap usap ?." Ucap Reynand.


" Ti- tidak tuan." Ucap Aleta.


" Yasudah kalau begitu, nonton saja film yang lain, aku mau istirahat dan jangan menggangguku !." Ucap Reynand dan tiduran di kasurnya yang nyaman itu.


Aleta mengangguk saja, ia menyalakan tv itu, tiba tiba kembali lagi ke film horor yang tadi ia tonton. Aleta berteriak kencang sekali, membuat Reynand terganggu di istirahatnya. Aleta melompat ke kasur Reynand dan tak sengaja menendang wajah Reynand hingga merah.


" Aleta !!!!." Teriak Reynand.


" Ma- maaf tuan." Aleta meminta maaf lagi.


" Kan sudah ku bilang jangan menggangguku !. Dari pada kau menggangguku, lebih baik kau kembali ke kamarmu, dan menonton disana !." Bentak Aleta.


" Baik tuan !." Ucap Aleta.

__ADS_1


Lalu Aleta membawa tv besar itu yang berada dikamar Reynand menuju kamarnya. Reynand yang melihatnya pun terkejut.


" Hey, Upik Abu. Mau kau bawa kemana tv itu !." Terkejut Reynand dan menghampiri Aleta.


" Aku mau membawanya ke kamar ku, aku tak boleh menonton tv disinikan, lagi pula tuan menyuruh ku untuk menonton tv di kamar ku saja, jadi mau kubawa saja deh." Jawab Aleta.


" Gak boleh, cepat kembalikan tv itu ke tempat semula !!." Teriak Reynand.


" Ba- baik tuan." Ucap Aleta.


Aleta pun membawa tv itu kembali ke tampatnya, namun Aleta tak bisa memasangnya lagi di dinding. Jadi Aleta meminta bantuan Reynand.


" Tu- tuan, aku tak bisa memasang tv nya lagi di dinding ini, tv nya terlalu berat." Ucap Aleta.


" Hah...., yasudah aku yang pasang, awas." Ucap Reynand, mendorong Aleta.


Reynand mengangkat tv itu dan memasangkannya di dinding seperti semula. Setelah selasai di pasang Reynand berbalik arah dan menghampiri tempat tidurnya.


BUAK......


Tiba tiba, tv itu jatuh ke lantai dan pecah. Aleta dan Reynand terkejut. Reynand yang melihat itu hanya terdiam dan menepuk dahi nya. Ia pun menoleh ke arah Aleta.


" Bu- bukan salah ku tuan." Ucap Aleta dan menoleh kan pandangannya.


" Ahhh....... kenapa hidup ku jadi begini !!!!." Teriak Reynand, membuang seluruh emosinya.


" Tu- tuan, marah pada ku ?." Tanya Aleta.


" Hm...., tidak." Jawab Reynand, menahan amarahnya.


" Hah.... syukurlah." Ucap Aleta dengan lega.


Reynand pun mengambil tv yang jatuh itu, ia melihat kacanya yang pecah dan berserakan di kamarnya. Aleta pun naik ke atas kasur Reynand, sedangkan Reynand membereskan semuanya.


Aleta yang melihat Reynand membersihkan kaca kaca itu membuatnya tersenyum. Reynand mengambil serpihan kaca itu dan memasukkannya ke dalam kantung plastik besar berwarna hitam. Ia tidak sadar bahwa plastik itu bolong. Ketika ia membawa nya keluar, serpihan kaca nya sedikit demi sedikit keluar lagi dan berserakan di jalanan.


Sesampainya di luar, ia baru sadar bahwa plastik yang ia bawa kosong, ketika Reynand menoleh ke arah belakang ia melihat serpihan kaca ada dimana.


Lalu Aleta menghampiri Reynand untuk memberi tahukan kalau serpihan kaca nya berjatuhan dari plastik yang bolong itu sambil melompat lompat untuk menghindari serpihan kaca itu.


" Tuan, serpihan kacanya berserakan tuh, gara gara plastiknya bolong." Ucap Aleta sambil menunjuk ke arah serpihan kaca tersebut.


" Apa kau sudah melihatnya semenjak di kamar tadi, atau baru saja melihatnya ketika aku sudah sampai di sini ?." Tanya Reynand, sambil menahan emosinya.

__ADS_1


" Eum.... aku melihatnya semenjak di kamar tadi." Jawab Aleta.


" Aleta......, kalau kamu sudah lihat dari tadi, kenapa kamu tidak memberi tahu ku!!!!!!." Bentak Reynand.


" Ma- maaf tuan." Ucap Aleta.


" Pelayan !!!!!!!!!." Teriak Reynand.


Lalu semua pelayan di rumah itu berkumpul untuk menghampiri Reynand.


" A- ada apa tuan ?." Tanya pelayan.


" Tolong bersih kan itu semua !." Suruh Reynand.


" Baik tuan." Jawab semua pelayan.


" Dan kamu Aleta, ikut aku ke kamar !." Ucap Reynand.


" Ba-baik tuan." Jawab Aleta.


Sesampainya di kamar, Aleta dimarahi Reynand. Namun Aleta hanya tersenyum saja. Lalu Reynand yang melihat senyuman itu menjadi tambah marah, ia pikir Aleta meledeknya. Padahal Aleta tersenyum karena ketika Reynand marah, ia seperti anak kecil, dan terlihat lucu di mata Aleta.


" Udah sana pergi tidur di kamar mu !!." Ucap Reynand dengan wajah yang masih emosi.


" Tidak mau, aku masih mau menonton tv tuan." Ucap Aleta.


" Memangnya tadi itu kamu tidak lihat, tv nya kan sudah kamu rusakkin." Ucap Reynand.


" Tapikan masih ada banyak tv yang lain di rumah ini, waktu itu saja aku melihat tv yang besar ada di semua kamar, bahkan kamar pelayan. Tapi kenapa aku tak ada." Ucap Aleta.


" Aleta......, kamu lebih memilih ku hukum, atau tidur." Ucap Reynand.


" Ti- tidur tuan, ta- tapi tuan, aku takut tidur sendirian gara gara hantu tadi.." Ucap Aleta.


" Aku tidak peduli." Ucap Reynand dan menyuruh Aleta keluar.


Pintu kamar Reynand sudah di tutup, Aleta masih berdiri di depan pintu kamar Reynand, sambil menyandarkan kepalanya di pintu itu.


Tak lama kemudian Reynand membuka pintu kamarnya, dan menyuruh Aleta untuk masuk.


" Tuan mengizinkan ku tidur di kamar tuan ?." Tanya Aleta.


" Iya, cepet masuk, sebelum aku berubah fikiran." Ucap Reynand.

__ADS_1


" I - iya tuan." Ucap Aleta dan langsung masuk ke kamar Reynand.


__ADS_2