
Pe - Perasaan Apa Ini !
Malampun Tiba.......
Mereka semua makan malam bersama, Aleta hanya memakai kaos berwarna putih. Ibu Reynand pun bertanya, kenapa Aleta tak memakai baju piama untuk tidur, dan kenapa hanya memakai kaos. Aletapun menjawabnya dengan jujur.
" Iya tante -." Aleta terhenti bicara.
" Bunda donk sayang, kamu kan udah jadi anak bunda." Ucap ibu nya Reynand sambil tersenyum.
" I- iya bunda, Tuan membuang baju ku begitu saja. Tuan benar benar orang yang kejam bunda. " Jawab Aleta.
" Tuan !?. A - apa maksud nya tuan, kenapa kamu memanggil Reynand tuan ?." Tanya ibu nya Reynand.
" Aduh, aku lupa lagi. Kenapa aku malah bilang tuan di depan orang tuanya Reynand." Ucap Aleta dalam hati.
Suasana pun mulai tegang. Reynand hanya bisa diam dan tak bisa berkata apa apa.
" Reynand, kenapa Aleta panggil kamu tuan hah ?." Tanya ibu nya.
" Bu- bunda maksud Aleta -." Aleta berhenti bicara.
" Diam !, bunda lagi ngomong sama Reynand." Ucap ibu nya Reynand.
" I- iya bunda maaf." Ucap Aleta.
" Jawab Reynand !." Ucap Ibunya.
" I- itu pasti Aleta cuma salah ngomong bunda." Ucap Reynand.
__ADS_1
" Bunda tahu, pasti ada suatu hal yang kalian sembunyikan sama bunda !." Ucap Ibu Reynand.
" Bunda, udah yah. Kita kan lagi makan malam." Ucap ayah tiri Reynand.
" Gak bisa ayah." Ucap ibu Reynand.
" Eum sebenarnya, aku dan Reynand sedang mainan raja rajaan bunda seperti di drama drama korea gitu. Heheh. Makanya sampai sekarang aku masih memanggil nya dengan sebutan tuan, karena terlalu seru bermain. Padahal Reynand tidak mengizinkanku memanggil nya tuan. Tapi aku memaksanya bunda." Ucap Aleta.
" Kenapa begitu sayang, kamu kan istri nya masa kamu panggil Reynand dengan sebutan tuan." Ucap Bunda.
" Iya maaf bun." Ucap Aleta.
" Yaudah, lanjut makan lagi." Suruh Bunda.
Mereka pun melanjut kan makan malam. Suasana yang tadi nya tagang menjadi riang gambira. Ayah Reynand menyetel lagu kesukaannya dan bernyanyi di atas meja makan menggunakan mike.
" Sayang, cepet turun. Jangan naik naik ke meja makan, nanti kalau jatuh, sakit pinggang kamu kumat lagi." Ucap Bunda.
" Yaampun Reya." Ucap Bunda.
" Ayo Reynand, sini nyanyi juga !." Ajak Ayah.
" Nggak, yah. Aku ngeliat kalian nyanyi aja yah." Ucap Reynand.
" Syala lala lala..... ." Nyayian Ayah...
Aleta tertawa dengan sangat bahagia karena melihat ayah Reynand bernyanyi untuk istri nya, yaitu bunda nya Reynand. Dan akhir nya bunda Reynand pun juga ikut bernyanyi.
" Ayo sini nak Aleta, nyanyi bareng kita juga." Ajak Ayah.
__ADS_1
" Nggak yah, aku takut meja makannya rubuh." Ucap Aleta sambil tertawa.
" Gak akan, meja makan ini kan sangat besar." Ucap ayah.
" Iya kak Aleta, ayo nyanyi bareng kita." Ucap Reya.
Akhirnya Aleta pun naik ke atas meja. Reynand melihat Aleta yang gembira membuat nya merasa gembira juga. Reynand tersenyum ketika melihat Aleta bernyanyi dengan penuh perasaan.
Aleta pun menatap Reynand dan tersenyum melihat nya. Jantung Reynand tiba tiba berdetak tidak karuan serta pipi nya terasa panas. Ia bingung kenapa dia jadi begini, biasanya hari hari lain, ia tak pernah merasakan hal seperti ini. Ia pun menutup wajah nya yang merah karena malu.
" Pe- perasaan apa ini !" Ucap Reynand didalam hatinya.
Ketika ia melihat ke arah Aleta yang sedang bernyanyi, Reynand menjadi salting( salah tingkah). dan jantung nya berdetak lebih kencang dari yang sebelumnya. Reynand pun pergi dari meja makan.
" Reynand kamu mau kemana ?." Tanya Aleta.
" A- aku, mau ke ka- kamar ma- mandi." Ucap Reynand dengan gugup.
" Yaudah jangan lama lama ya sayang." Ucap Aleta dengan senyuman.
Dag Dig Dug..... Dag Dig Dug.....
Suara detak jantung Reynand yang sangat kencang membuat Reynand memegang dada nya. Dan langsung ke kamar mandi.
" Sial, kalau tetap disana bisa bisa aku kena serangan jantung." Ucap Reynand.
Lalu Reynand pun menatap wajah nya di kaca.
" Apakah, aku sudah mulai jatuh cinta pada Aleta ?." Tanya Reynand pada diri nya sendiri.
__ADS_1
" Dan apakah ini, rasa nya jatuh cinta ?." Tanya nya lagi.