
Di Kejar Kakek Kakek
* Di Taman *
Sesampainya di taman Aleta dan Reya berlari ke arah warung di dekat sana.
" Ah... aku haus sekali !!!." Ucap Aleta meminum sebotol air.
" Kak Aleta, kenapa main ambil ambil saja ! memangnya kakak bawa uang ?." Tanya Reya.
" Bawa donk, udah sana, kamu ambil air minum." Ucap Aleta.
" Oke... ." Ucap Reya.
Sudah empat botol minuman yang Aleta dan Reya minum. Katika Aleta ingin membayar, uang yang ada di kantung celana tidak ada. Ternyata ia lupa bahwa ia tidak membawa uang.
" Aduh, gawat. Aku lupa bawa uang lagi !." Ucap Aleta di dalam hati.
" Kak Aleta, kenapa ?." Tanya Reya.
" Reya, aku lupa bawa uang... gimana nih !." Bisik Aleta.
" Kok bisa !." Bisik Reya juga.
Wajah Aleta yang panik membuat tukang warung itu curiga. Tukang warung itu yang tidak lain adalah seorang pria tua pun menanyakan sesuatu pada mereka berdua.
" Kenapa dek, kok mukanya pucat begitu ?." Tanya si kakek pemilik warung itu.
" A- e- enggak, sa - saya.... ." Aleta berbicara gelagapan.
Si kakek pemilik warung itu pun tambah curiga dengan Aleta. Keringat mulai berjatuhan dari wajah Aleta. Wajahnya terlihat panik, bagaikan melihat hantu di depan matanya.
" Kak Aleta wajahnya jangan begitu ! nanti tukang warung ini curiga." Bisik Reya.
" Hey, kalian kenapa bisik bisik begitu sih !." Ucap si tukang warung.
Muel, si kucing Aleta pun beraksi, ia ingin membuat si kakek pemilik warung itu terpesona akan ke imutannya. Si Muel pun mengusapkan kepalanya ke kaki tukang warung itu.
" Miaw... ." Muel mengeong, dengan wajah yang imut.
Si tukang warung itu pun terpesona dengan keimutan si Muel. Lalu Muel pergi ke dalam warung itu, sambil mengalihkan pandangan si pemilik warung itu.
Tak lama kemudian, ketika kakek pemilik warung itu terpancing oleh si Muel, Aleta dan Reya berusaha untuk kabur dari warung itu.
" Ayo kita kabur kak Aleta." Bisik Reya.
" Ta - tapi, nanti kita dosa !." Bisik Aleta.
" Aduh....Sesekali doank kok kak Aleta.... !." Ujar Reya.
__ADS_1
" Yaudah deh." Ucap Aleta.
Mereka pun berlari dengan kencang dan menimbulkan suara langkah kaki yang keras. Si pemilik warung itu pun menyadari hal itu, dengan cepat ia mengejar Aleta dan Reya.
" Waduh.... kok kakek kakek larinya kenceng baget sih !!!." Ucap Reya.
" Aduh... gimana nih Reya, kakek itu ngejar kita !." Ucap Aleta.
" Miaw.... miaw.... !!." Si Muel juga ikut berlari mengikuti Aleta dan Reya.
Sudah beberapa menit mereka berputar putar di daerah taman itu, tapi masih saja kakek pemilik warung mengejar mereka.
" Hey.... Anak muda jangan lari kalian !!!." Ucap sang kakek sambil berlari.
" Ahhhhh, kakek itu semakin mendekat !!!." Teriak Reya.
Dan pada akhirnya Aleta melihat Samuel, lalu ia dan Reya berlindung dibelakang Samuel.
" A- ada apa ini !." Samuel terkejut, melihat Aleta berlari menghampirinya bersama dengan kekek kakek.
" Hey, anak muda. Cepat bayar air yang sudah kalian telan tadi ! kalau tidak bisa bayar, kembalikan air yang sudah kalian minum tadi." Ucap kakek pemilik warung itu.
" Lah mana bisa dikeluarin kalau udah minum !." Ucap Reya.
" Iya betul." Ucap Aleta sambil menganggukan kepalanya.
" Aku tidak mau tahu, pokok nya cepet kalian bayar air minum yang sudah kalian minum !!!." Ucap kakek itu.
" Dasar anak muda. Bikin saya capek aja, kalau punya uang kenapa enggak langsung bayar aja sih, masa harus bikin saya lari larian dulu." Ucap kakek itu di jalan sambil ngendumel.
" Dasar kakek pelit !." Ucap Reya.
" Apa kamu bilang hah !?." Teriak kakek itu.
" Di - dia dengar !." Reya terkejut.
" Heh kamu pikir telinga saya conge hah !." Ucap kakek itu.
" Ah... aku bercanda kakek, gitu aja masa baper ( bawa perasaan ) sih." Ucap Reya sambil tertawa.
" Cih.... ." Kakek itu membuang muka, dan pergi.
Aleta dan Reya pun duduk di akar pepohonan yang besar untuk istirahat. Lalu Samuel datang dan memberikan air minum ke Aleta dan Reya.
" Makasih kak Samuel." Ucap Aleta dengan senyuman.
" Oh... ini namanya kak Samuel yah." Ucap Reya.
" Iya, hallo salam kenal." Ucap Samuel dengan senyuman.
__ADS_1
Reya terpesona akan ketampanan Samuel, ia pun hanya cengak celinguk saja.
" Ga- ganteng banget.... ." Ucap Reya.
" Ma- makasih.... ." Ucap Samuel sambil tersenyum.
" Iya donk... kak Samuel emang yang paling ganteng." Ucap Aleta sambil tertawa.
Tak selang waktu lama, Muel datang menghampiri mereka dengan tampang wajah yang lelah. Ia naik dan duduk di paha Aleta.
" Mu - muel !?." Samuel terkejut.
" Kak Samuel kenal kucing gembul ini ?." Tanya Aleta.
" Ini kucing ku, Muel akhirnya kamu ketemu. Aku sudah mencarimu ke mana mana. Ternyata kamu bersama dengan Aleta." Ucap Samuel.
" Miaw.... ." Kucing itu membuang muka di hadapan Samuel.
" Ih... dasar kucing nakal. Kamu kabur mulu sih !." Ucap Samuel.
" Jadi ini kucing kakak ?." Ucap Reya.
" Iya." Ucap Samuel mengelus ngeluskan pipinya ke tubuh Muel yang berbulu halus itu.
" Pantesan aja namanya sama, Muel dan Samuel." Ujar Reya.
" Hahahha... iya, karena aku tak suka memilih nama yang ribet." Ucap Samuel.
" Miaw... miaw.... ." Muel menendang wajah Samuel.
" Au... sakit, hey Muel kamu masih marah dengan ku ?." Tanya si Samuel.
" Miaw... ." Muel mengangguk.
" Dasar, kucing baperan ( bawa perasaan )." Ucap Samuel.
Akhirnya merekapun mengobrol sambil tertawa. Beberapa menit kemudian Aleta mengajak Reya, Samuel dan Muel untuk bermain. Mereka bermain kejar kejaran bagaikan anak kecil. Reya yang sangat gembira membuat Aletapun ikut gembira. Si Muel kucing pintar itu terus menerus mengejar Reya.
" Ahhh... kak Aleta, kak Samuel... kok si Muel mengejarku terus sih !!! aku jadi takut !!!." Teriak Reya.
" Hahahahah..... ." Tawa Aleta dan Samuel.
Tak lama kemudian Reynand datang, ia tak sengaja melihat Aleta dan Samuel bersama, sambil berpegangan tangan. Reynand pun menghampiri mereka dengan emosi yang meluap luap.
" Aleta !!!." Panggil Reynand.
" Tu- tuan." Aleta terkejut.
Bersambung.........
__ADS_1
Tunggu episode selanjutnya yah.... bye....🤗🤗