Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Kejadian Yang memalukan


__ADS_3

Kejadian Yang Memalukan


Hari semakin siang, Reynand dan Aleta masih saja tertidur pulas dikasur. Bunda Reynand sedari tadi bolak - balik melihat anak dan menantu kesayangnnya yang masih tertidur pulas. Tak selang waktu lama Aleta terbangun, dan melihat suaminya yang masih tertidur.


" Tuan, bangun !" Ucap Aleta.


Mata Aleta belum terbuka sepenuhnya, ia membangunkan Reynand dengan cara menepuk - nepuk pipi Reynand dengan pelan, lalu tertidur lagi. Reynand pun terbangun, ia membuka matanya perlahan - lahan dan melihat siapa yang telah menepuk pipinya. Tepukan Aleta membuat Reynand merasa terganggu.


" Ish Aleta kamu ganggu saja sih, aku kan sedang mimpi indah !" Ucap Reynand dan tertidur lagi.


Susah sekali mereka berdua bangun dari tidurnya. Betapa lelahnya Reynand pada saat kemarin. Kemarin baru saja ia pulang, tiba - tiba sudah datang hal- hal yang tidak diinginkan olehnya. Adanya kejadian teror kepada Aleta membuat Reynand selalu kepikiran.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar. Ternyata bunda Reynand kembali lagi ke kamar anak dan menantunya untuk memeriksa, apakah Aleta dan Reynand sudah bangun atau belum. Lalu terbukalah pintu kamar Reynand, terlihat Reynand dan Aleta masih saja tertidur.


Bunda Reynand pun membangunkan Reynand dengan perlahan lahan agar tidak membangunkan menantunya Aleta. Sudah beberapa kali bunda Reynand membangunkan Reynand, namun Reynand tidak bangun- bangun.


" Yaampun, Reynand gak bangun - bangun sih, Reynand ! Ayo cepat bangun !" Suruh bunda.


" Hoammm, iya bun." Ucap Reynand.


Ketika Reynand bangun, Aleta juga ikut terbangun. Karena mereka berdua sudah bangun, bunda menyuruh mereka berdua langsung mandi. Bunda pun segera pergi dari kamar itu meninggalkan Reynand dan Aleta berduaan. Aleta langsung beranjak dari tempat tidur, sedangkan Reynand tertidur lagi sambil memeluk bantal guling yang ada disampingnya.


Melihat kelakuan suaminya, Aleta langsung memukul Reynand dengan bantal guling miliknya untuk membangunkan Reynand.


" Aduhhh Aleta, aku ini capek ! Kenapa sih kamu malah memukul ku begitu !" Ucap Reynand dengan wajah yang sedih.


" Makanya bangun, ayo kita mandi !" Ajak Aleta.


" Gak mau ! airnya masih dingin tau !" Ucap Reynand.


Karena Reynand tidak mau bangun- bangun, Aleta langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil air, sebelum ke kamar mandi ia mengambil gelas yang ada di meja sebelah kiri kasur Reynand. Setelah keluar dari kamar mandi, Aleta keluar dengan gelas yang sudah berisi dengan air.


Ia mengahmpiri Reynand, kemudian air yang ia bawa langsung ia percikkan ke wajah Reynand. Seketika Reynand terbangun, karena percikkan air itu.


" Aduhh Aleta, apa yang kamu lakukan? wajahku jadi basah!" Ucap Reynand.


" Biar tuan mandi ! Badan tuan sudah bau tau !" Bentak Aleta.


" Yaudah deh aku mandi !" Ucap Reynand, dan langsung beranjak dari kasurnya.

__ADS_1


Reynand berjalan menuju kamar mandi, tiba - tiba Aleta menghalangi Reynand. Aleta bilang bahwa ia ingin mandi duluan, Reynand hanya terdiam dan membiarkan Aleta mandi duluan. Sebenarnya Reynand benar - benar emosi dengan kelakuan Aleta. Tapi mau bagaimana lagi, Aleta adalah wanita yang ia cintai. Makanya ia tidak ingin menyakitinya lagi seperti dulu.


Aleta masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya, ia sedikit heran dengan sikap Reynand. Kenapa Reynand tidak marah pada Aleta, padahal Aleta sudah menggaggunya ketika sedang tertidur.


" Aleta, udah selesai belum mandinya ?" Ucap Reynand sambil mengetuk- ngetuk pintunya.


" Belum lah, baru saja aku masuk. Masa udah disuruh keluar lagi !" Ucap Aleta.


" Yaudah jangan lama- lama, aku mau ke kantor !" Ucap Reynand.


" Iya." Sahut Aleta.


Sudah satu jam Reynand menunggu, namun Aleta tak keluar juga dari kamar mandi. Kesabaran Reynand pun mulai habis.


" Aleta, kamu la- "


" Tuan, di kamar mandi yang lain aja sana ! " Suruh Aleta.


" Gak ada !" Ucap Reynand.


" Rumah ini kan besar, masa gak ada kamar mandi yang lain sih !" Ucap Aleta.


" Ish... yaudah deh." Ucap Reynand.


Reynand pun langsung pergi ke kamar mandi lain dengan ekspresi wajah yang emosi. Reynand pergi menuju kamar Reya, lalu ia mandi di kamar mandi yang berada di kamar Reya. Setelah masuk ke kamar mandi, Reynand langsung menutup pintunya.


" Mau mandi." Jawab Reynand dari dalam kamar mandi.


" Kok mandinya di si-"


" Gak usah banyak tanya !" Ujar Reynand.


" Ish, dasar nyebelin." Ucap Reya.


Sudah beberapa menit Reynand mandi dengan tenang tanpa ada gangguan dari istrinya Aleta. Tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar Reya dari luar. Reya pun menghampiri pintunya, untuk membuka pintu kamarnya tersebut.


Ternyata yang mengetuk pintu kamar Reya adalah seorang pelayan. Pelayan itu meminta izin untuk membersihkan kamar Reya. Reya mengizikan pelayan itu untuk membersihkan kamarnya.


" Yasudah, kalau begitu aku keluar dulu yah." Ucap Reya kepada pelayan itu dengan senyuman yang ramah.


" Iya nona." Sahut pelayan itu membalas senyuman Reya.


Setelah selesai membersihkan kamar Reya, pelayan itu menuju kamar mandi. Pelayan itu mengira bahwa tidak ada orang dikamar mandi. Pelayan itu pun membuka pintu kamar mandinya, seketika pelayan dan Reynand terkejut. Reynand langsung berteriak, sedangkan pelayan itu langsung menutup pintu kamar mandinya.


" AHHH !" Teriak Reynand.

__ADS_1


" Ma- maaf tuan !" Ucap pelayan itu dan langsung berlari keluar kamar Reya.


Reya yang melihat pelayan itu keluar dari kamarnya dengan berlari membuatnya kebingungan. Tak lama kemudian datanglah Aleta, Reya yang melihat Aleta langsung menghampirinya dan bertanya dimana keberadaan Reynand.


Lalu Reynand langsung memakai bath robes yang ada dikamar mandi Reya. Betapa malunya Reynand karena kejadian tadi, untungnya Reynand sudah menutupi sebagian tubuhnya dengan handuk. Reynand keluar dari kamar mandi dengan ekspresi wajah yang menahan malu. Ketika Reynand keluar dari kamar Reya, Reynand disambut dengan banyak pertanyaan oleh Reya.


" Kakak, bath robes yang kak Reynand pakai itu kan milik ku !" Ucap Reya.


" Berisik !" Ucap Reynand.


" Ish, oh ya kak, kok pelayan tadi lari kayak begitu, dari kamar aku. Apa yang kakak lakuin dengan pelayan itu ?" Tanya Reya.


Reynand terkejut dengan pertanyaan Reya, ia langsung pergi tanpa menjawab pertanyaan adiknya. Wajahnya terlihat emosi, Aleta pun menghampiri suaminya yang sedang marah.


" Tuan, tuan kenapa kok wajahnya marah


begitu ?" Tanya Aleta.


" Gak tau !" Ucap Reynand.


" Ih, istrinya nanya masa dijawab kayak begitu !" Ucap Aleta.


Reynand pergi menuju kamarnya untuk mengambil pakaian dilemarinya. Setelah sampai di depan kamar, Aleta langsung berhenti melangkah. Reynand yang melihat Aleta berhenti membuatnya ingin bertanya, kenapa Aleta tidak mau masuk kekamar Reynand lagi.


" Aleta, kamu masih takut dengan kamar ini ?" Tanya Reynand.


" Enggak tuan, selama ada tuan di sisiku." Ucap Aleta sambil mrnatap wajah Reynand.


Dengan memberanikan diri Aleta melangkahkan kakinya kedalam kamar Reynand. Melihat wajah Aleta yang sedikit takut, Reynand langsung menarik tangan istrinya agar masuk kedalam kamarnya.


" Aleta! Apa kamu tidak ingin memilihkan pakaian untuk ku pergi ke kantor?" Ucap Reynand.


" Baiklah tuan biarkan aku yang memilihkannya untukmu." Jawab Aleta dengan lembut.


Reynand pun membawa kemeja dan jas yang sudah dipilihkan Aleta, dan segera menuju kamar mandi untuk mengenakannya. Sedangkan Aleta duduk di kasur menunggu Reynand.


" Tuan." Ucap Aleta.


" Apa ?" Tanya Reynand.


" Aku mau ikut ke kantor, boleh gak ?" Tanya Aleta balik.


" Gak, nanti kamu mengganggu ku lagi !" Ujar Reynand.


" Ihh, kalau gak ada tuan disamping ku, aku merasa tidak nyaman !" Ucap Aleta.

__ADS_1


Karena mendengar perkataan Aleta, Reynand pun mengizinkan Aleta untuk ikut pergi ke kantor bersamanya. Tetapi dengan syarat Aleta tidak boleh mengganggunya dan banyak bicara disaat ia sedang bekerja. Aleta hanya boleh duduk manis disampingnya. Aleta pun menyetujui syarat dari Reynand. Dibenaknya hanya terpikir bagaimana caranya agar ia ikut bersama Reynand ke kantor. Ia tak memperdulikan syarat dari Reynand. Yang terpenting baginya ia bisa ikut.


Bersambung........


__ADS_2