
Tidak Sadarkan Diri
Karena Reynand tak membuka pintu nya, akhirnya Aleta berlari keluar rumah.
" Kak Aleta, kakak mau kenama !." Ucap Reya.
Aleta tak mejawab dan berlari dengan sangat terburu buru. Ia berlari keluar rumah, Aleta pun melihat jendela yang ada di kamar Reynand. Tanpa ragu ragu Aleta memanjat, badan dan kaki nya yang kecil membuatnya merasa mudah untuk naik ke lantai dua.
Dengan susah payah Aleta memanjat, sesampai nya di balkon depan kamar Reynand, Aleta langsung membuka jendela kamar nya. Tapi itu semua percuma, karena kaca jendelanya juga di kunci. Mana mungkin di pagi buta begini jendela kamar Reynand sudah di buka.
Aleta sudah mencari cari cara agar bisa masuk ke kamar suami nya. Tapi tidak ada celah untuk membiarkan dia masuk.
" Kayak nya gak ada cara lain." Ucap Aleta.
PLANGGGG !!!
Aleta melihat pot bunga yang berada di depan balkon kamar Reynand. Ia pun langsung melemparkan pot tanaman itu ke arah kaca jendela tersebut sampai pecah. Serpihan kaca yang berserakan di mana mana, Aleta mulai masuk ke dalam kamar Reynand dengan banyak darah di kaki nya.
Ia melihat Reynand yang tergeletak di lantai tak sadarkan diri. Aleta langsung menghampiri Reynand. Ada banyak serpihan kaca yang menancap di telapak kaki Aleta. Namun Aleta tak menghiraukannya, ia langsung berjalan ke arah pintu kamar Reynand dengan perlahan lahan, ia pun membuka kunci pintu kamar Reynand.
" Ayo cepat tolong Reynand." Ucap Aleta.
" Ba- baik nona." Ucap para body guard Reynand.
Reya melihat banyak darah di dekat serpihan kaca, darah itu meninggalkan jejak di lantai, jejak itu mengarah pada Aleta. Reya pun terkejut ketika melihat kaki Aleta yang dipenuhi dengan darah.
__ADS_1
" Kak Aleta, kaki kakak berdarah !." Ucap Reya.
" I- ini cuma luka kecil kok." Ucap Aleta sambil tersenyum.
" Luka kecil dari mana !. Luka nya bisa infeksi nanti kak... ." Ucap Reya.
Lalu para pelayan pun datang untuk mengobati kaki Aleta. Wajah Aleta menunjukan rasa sakit yang sangat hebat. Reynand yang berbaring di ranjangnya tidak sadarkan diri. Reya pun memanggil dokter, dokter itu memeriksa Reynand.
" Dok, gimana... kak Reynand gak kenapa napa kan ?." Tanya Reya.
" Reynand hanya stres saja, sedikit lagi beliau akan sadar, jadi tidak ada yang perlu di hawatirkan. Tapi tolong di usahakan agar beliau tidak stes lagi ya. " Ucap Dokter itu.
" I- iya dok... ." Ucap Reya.
" Iya... kak Reynand gak kenapa napa, kak Aleta. Dia cuma stres dikit aja kok, jadi kak Aleta gak perlu hawatir." Jawab Reya.
" Oh... syukurlah." Ucap Aleta.
" Kalau begitu saya pamit dulu yah." Ucap dokter itu.
" Iya dok, mari saya antar." Ucap Reya.
Reya mengantarkan doter itu pergi ke depan rumah, sedangkan Aleta menemani Reynand di kamar nya. Rasa hawatir Aleta perlahan lahan sudah menghilang. Ia melihat wajah Reynand dengan tatapan yang berbeda.
" Ssttt... aduh... kaki aku perih banget." Ucap Aleta.
__ADS_1
" Ale- ta." Ucap Reynand dengan suara yang samar.
" A- ada apa tuan !." Aleta terkejut.
Reynand menggenggam tangan Aleta.
" Te- ternyata cuma mengigau yah... ." Ucap Aleta.
" Hmm... sepertinya tuan sedang mimpi buruk." Ucap Aleta sambil megusap ngusap dahi Reynand untuk menenangkannya.
Reynand yang tadinya tidur dengan wajah yang gelisa menjadi berseri seri ketika di usap usap oleh Aleta.
" Dasar tuan, sebenarnya tuan sudah memcintaiku kan."
" Aku sudah tahu kalau tuan itu mencintai ku. Tapi tuan menutupi itu semua karena rasa gengsi tuan yang terlalu basar."
" Kadang kelakuan tuan itu suka membuat ku kesal. Seharus nya kalau tuan memang mencintai ku, seharusnya tuan bilang saja."
" Tapi... aku bingung, kalau tuan menyatakan perasaan tuan pada ku. Karena disisi lain... aku itu sebenarnya menyukai kak Samuel." Ucap Aleta.
Lalu... kejadian apa yang akan terjadi di episode selanjutnya...
Tunggu episode selanjutnya ya...🤗🤗
Selamat membaca....😘
__ADS_1