Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

" Kenapa Reynand !?" bentak Aleta.


" Ih, aku itu cuma mau diperhatiin sama istri aku sendiri ! apa aku salah hah, kamu sih gak pernah peka sama perasaan suami kamu sendiri ! masa harus aku terus sih yang manjain kamu, aku kan juga mau dimanja sama kamu Aleta !" bentak Reynand.


" I- iya, tapi aku gak suka kalau kamu itu-"


" Udahlah, aku males ngomong sama kamu," ucap Reynand dan langsung duduk di kasur.


Reynand benar- benar marah dengan istrinya itu, setelah mendengar omelan dari Reynand, Aleta terdiam dan duduk dikasur. Ia selalu melirik ke arah Reynand.


" Hmm, Reynand benar- benar marah ya padaku ?" pikir Aleta.


" Eum.. Aleta, aku minta maaf ya, soalnya tadi udah bentak kamu," ucap Reynand sambil menundukan kepalanya.


" Iya, aku juga minta maaf, soalnya kurang perhatian sama kamu," ucap Aleta.


Kemudian Aleta menghampiri Reynand dan memeluk suaminya itu. Mereka berdua pun berbaikan, Aleta memeluk Reynand dengan erat begitu juga dengan Reynand.


" Eum... kita udah baikan nih ?" tanya Aleta.


" Mungkin seperti itu," ucap Reynand.


" Ih kok, mungkin seperti itu !" ujar Aleta.


Lalu Aleta melepaskan pelukan Reynand, dia juga menyuruh Reynand untuk mandi. Namun Reynand menolak, ia menyuruh istrinya terlebih dahulu yang mandi. Akhirnya Aleta setuju, ia pun pergi menuju kamar mandi.


Reynand melihat istrinya yang sedang berjalan sambil tersenyum. Betapa kecilnya tubuh Aleta, membuatnya seperti anak kecil. Baru saja Aleta langkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi, tiba- tiba perut Aleta terasa sakit.


" Sstt... kok tiba- tiba perut aku sakit ya," ucap Aleta dalam hati sambil memegangi perutnya.


Reynand yang melihat istrinya membungkuk didepan pintu kamar mandi langsung menghampirinya.


" Aleta, kamu kenapa ?" tanya Reynand.


" Reynand perut aku tiba- tiba sakit," jawab Aleta.


" Y- yaudah, aku bawa kamu kerumah sakit ya," ucap Reynand.


" Gak usah, aku mau mandi aja. Lagian gak sakit- sakit banget," ucap Aleta.


" Ya udah deh," ucap Reynand, membiarkan Aleta masuk ke dalam kamar mandi.


Sudah beberapa menit Reynand menunggu Aleta keluar dari kamar mandi. Ia duduk dikasurnya sambil memandang ke arah pintu kamar mandi. Tak lama kemudian Aleta keluar dari kamar mandi. Terlihat Aleta hanya mengintip dari dalam kamar mandi, lalu ia memanggil Reynand dengan nada yang malu.


Reynand pun menghampiri Aleta yang sedang berdiri dibelakang pintu kamar mandi.


" Kenapa Aleta, kok kamu gak keluar dari kamar mandi ?" tanya Reynand.


" Eum... Reynand, ternyata ada tamu bulanan yang datang," ucap Aleta sambil tersenyum malu.


" Tamu bulanan ? maksudnya ?" tanya Reynand dengan bingung.


" Ih... ini cuma perempuan doank yang ngalamin, pasti kamu gak akan tau !" ucap Aleta.


" Ouh..." ucap Reynand dengan singkat.


" Eum... Reynand, aku boleh minta tolong gak ?" tanya Aleta.

__ADS_1


" Boleh, kamu mau minta tolong apa ?" tanya balik Reynand dengan senyuman.


" Eum... tolong beliin aku pembalut donk," jawab Aleta.


"Seperti apa bentuknya Aleta aku tidak tau nanti salah?


"Nanti kamu tanya aja sama pelayan tokonya!" ucap Aleta


" I- iya, aku beliin sekarang," ucap Reynand dan langsung pergi.


Reynand bersiap- siap terlebih dahulu sebelum membeli barang yang Aleta butuhkan, ia juga menyuruh dua bodyguardnya untuk ikut bersamanya. Sedangkan Aleta, tetap menunggu Reynand di dalam kamar mandi.


Reynand pergi ke supermarket untuk membelikan barang yang istrinya butuhkan. Sesampainya di supermarket, Reynand dan para bodyguardnya langsung masuk dan mencari barang yang ingin ia beli. Namun ia tak tahu, barang apa yang Aleta maksud.


" Hey kalian berdua, tahu tidak, benda yang namanya pembalut itu ?" tanya Reynand kepada bodyguardnya.


" Maaf tuan, kami juga kurang tahu, mungkin tuan bisa tanya ke mbak yang ada di mesin kasir itu," sahut kedua bodyguard Reynand.


" Yasudah, kalian aja sana yang nanya !" suruh Reynand.


" Maaf tuan, saya malu," ucap salah satu bodyguard.


" Saya juga tuan," ucap bodyguard yang satu lagi.


" Berarti saya donk, yang nanya ?" tanya Reynand.


" Iya tuan," sahut kedua bodyguard Reynand.


" Hmm, katanya kalian gak tau pembalut itu apa, trus kenapa kalian harus malu!" ucap Reynand.


Suara Reynand terdengar kencang, hingga terdengar ketelinga dua pelanggan wanita yang kebetulan sedang berada disitu. Wanita itupun saling berbisik mendengar apa yang sedang dibicarakan Reynand dan ikut malu dibuatnya. Dibenak wanita itu hanya terpikir untuk apa pria yang berada disampingnya membeli pembalut.


Kedua bodyguard Reynand hanya terdiam, Reynand pun menghampiri mbak kasir yang berada di supermarket tersebut. Sebenarnya Reynand benar- benar malu menanyakan hal tersebut, namun ini semua demi istrinya.


Sesampainya di tempat kasir, Reynand langsung bertanya dengan ekspresi wajah yang malu.


" Eum... maaf mbak, saya boleh minta tolong gak ?" tanya Reynand.


" Minta tolong apa kak ?" tanya mbak kasir tersebut.


" Mbak bisa tolong kasih tahu saya benda yang namanya pembalut gak, soalnya saya gak tahu," bisik Reynand.


" Oh.. iya kak, mari saya antarkan," ucap mbak kasir itu.


Mbak kasir tersebut memberitahu barang yang ingin dibeli oleh Reynand. Kemudian karena ia tak tahu merek apa yang Aleta inginkan, jadi Reynand ambil semua merek pembalut itu satu persatu.


Mbak kasir yang melihat hanya tercengang, lalu Reynand memberikan pembalut itu kepada bodyguardnya karena dia tidak ingin membawa benda tersebut.


Setelah membayar semua barang yang Reynand beli, Reynand dan kedua boyguardnya langsung pulang.


Sesampainya dirumahnya, Reynand memanggil para pelayannya untuk membawakan barang yang ia beli ke kamarnya. Lalu datanglah bunda Reynand.


" Reynand, kamu beli apa ? coba bunda lihat!" tanya bunda.


Bunda pun melihat barang belanjaan Reynand yang begitu banyak. Bunda Reynand senyum- senyum sendiri dibuatnya.


"Oh tuhan apa yang terjadi pada putraku. Hingga ia mampu melakukan ini." Ucap bunda Reynand didalam hati sambil menahan ketawa.

__ADS_1


"Ini untuk Aleta?" tanya bunda kembali.


" Iya bun, ini untuk Aleta," jawab Reynand.


" Ouh... tapi kok banyak banget," entah butuh waktu berapa lama Aleta akan menghabiskannya!" ucap bunda lagi sambil menahan geli.


" Hmm, soalnya aku gak tahu, merek apa yang Aleta mau. Jadi aku beli aja semua merek yang ada disupermarket deket sini, eum bunda aku ke kamar dulu ya, soalnya Aleta udah nunggu aku," ucap Reynand.


" Iya sayang, lain kali jika kamu mau beli lagi bisa minta tolong bunda atau pelayan wanita dirumah ini ya! sahut bunda.


Saat melangkahkan kakinya menuju ke kamar Reynand sempat terpikir apa yang barusan bundanya bilang.


" Kenapa bunda bicara seperti itu ya? Apa ada yang salah, kenapa laki - laki tidak boleh membeli pembalut!" gumam Reynand didalam hati.


Di kamar Reynand


" Aduh... Reynand kemana sih, kok lama banget ya," ucap Aleta yang masih menunggu Reynand dikamar mandi.


Lalu Reynand datang, ia mengetuk- ngetuk pintu kamar mandi di kamarnya.


" Sayang, aku udah beli barang yang kamu butuhin nih," ucap Reynand.


Aleta membuka pintu kamar mandinya, lalu Reynand memberi Aleta satu persatu pembalut itu, seketika Aleta terkejut melihat banyak sekali pembalut.


" R- Reynand, kenapa kamu belinya banyak banget !" ucap Aleta.


" Habisnya aku gak tahu, makanya aku beli yang banyak deh," sahut Reynand.


" Ih... nanti mubazir tahu !" ucap Aleta.


" Yaudah kalau gak mau mubazir kamu pakai aja semuanya," ucap Reynand.


" Ih... yaudah deh buat nanti, kalau aku dapet tamu bulanan lagi," ucap Aleta.


Kemudian Aleta mengambil satu pembalut dan memakainya dikamar mandi. Setelah beberapa menit, Aleta keluar dan langsung memeluk Reynand dan mencium pipinya. Para pelayan yang tadinya sedang berdiri disamping Reynand, langsung keluar dari kamar Reynand. Karena tak ingin mengganggu tuan mereka bersama istrinya berduaan.


" A- aduh Aleta kok kamu tiba- tiba cium aku gitu sih !" ucap Reynand.


" M- maaf tuan, k- kami keluar dulu," ucap para pelayan itu.


" Hmm, hehe... sayang makasih ya," ucap Aleta.


" Hmm, ya sayang. Apasih yang enggak buat kamu," ujar Reynand.


" Ih, kamu bisa aja," ucap Aleta sambil tertawa.


" Yaudah, aku mandi dulu ya," ucap Reynand.


Aleta keluar dari kamarnya menuju ruang tamu, lalu tak sengaja ia bertemu dengan Reya.


" Oh iya Reya, kak Samuel udah pulang ya ?" tanya Aleta.


" Udah kak," sahut Reya.


" Ouh, kok cepet banget sih ?" ucap Aleta.


" Aku juga gak tahu kak, soalnya kata kak Samuel dia lagi ada urusan penting," sahut Reya.

__ADS_1


" Urusan penting, gak biasa- biasanya kak Samuel kayak begitu, kenapa ya ?" pikir Aleta.


Bersambung......


__ADS_2