
Joshua bersama wanita yang ia bayar sebagai pasien pengganti segera masuk kedalam kamar itu. Reya yang sudah menunggu sedari tadi sudah bersiap untuk membantu Joshua memindahkan pasien wanita itu yang di duga adalah Aleta. Dengan gerakan cepat dan cekatan, tubuh wanita itu sudah berpindah posisi. Joshua dan Reya segera meninggalkan kamar itu ke kamar VIP yang sudah dipersiapkan Reynand.
Reynand dan Samuel juga perawat yang sudah dibayar mahal menunggu kedatangan Joshua dan juga Reya. Tak lama kemudian Joshua dan Reya datang dengan membawa pasien wanita yang di duga adalah Aleta. Dengan gerak cepat Samuel menutup pintu kamar itu agar tak ada seorang pun yang curiga. Dengan cekatan seorang suster memasang kembali impusan yang tadinya sempat di hentikan.
Suster itu pun memastikan bahwa pasien dalam kondisi yang aman. Ketika semua sudah dipastikan pasien itu tidak kekurangan sesuatu apapun. Suster itu meninggalkan kamar VIP dengan tenang.
Reynand yang sedari tadi merasakan ada seauatu yang aneh pada perasaannya mencoba mendekati pasien itu. Jantungnya berdetak begitu kencang ketika tangannya ingin menyentuh pasien wanita itu. Ia ingin memastikam sekali lagi cincin yang dikenakan wanita itu, sama persis dengan cincin pernikahannya dengan Aleta.
Saat tangan Reynand ingin menyentuh jari wanita itu ia dikagetkan dengan Samuel yang tidak sengaja menyenggol gelas hingga terjatuh ke lantai.
Prannnk.....
Reynand menarik tangannya kembali, dan menolehkan kepalanya ke arah gelas itu jatuh.
"Samuel, apa yang kamu lakukan?" tanya Reynand.
" Maaf Rey, aku gak sengaja, aku kaget saat melihat perban diwajah wanita ini." ucap Samuel.
__ADS_1
Mendengar perkataan Samuel, Reya, Joshua juga Reynand menoleh bersamaan ke arah wajah wanita itu.
" Aneh ? aneh apanya kak? tanya Reya.
Samuel menyuruh untuk memperhatikan perban diwajah wanita itu, karena perban yang dibuat bukan perban luka bakar, perbannya seperti sengaja dibuat hanya untuk menutupi wajah aslinya. perban ini sangat tidak rapih, seperti hanya sekedar dililit diwajahnya.
" Seperti bukan hasil perban seorang suster. " Ucap Samuel menegaskan lagi.
Mendengar perkataan Samuel, Reynand menyuruh Reya untuk membuka perban wanita itu. Reya yang takut, tidak mau menuruti perkataan kakaknya Reynand.
Akhirnya Joshua yang berinisiatif membuka perban wanita itu. Joshua membuka perban dengan sangat hati - hati. Joshua tidak sendirian, ia dibantu oleh Samuel. Reya yang merasa takut dengan wajah asli wanita itu menutup matanya. Sedangkan Reynand sangat antusias melihat Joshua dan Samuek membuka perbannya. Perban itu dibuka dengan sangat hati - hati.
Di tempat lain Bodyguard yang sudah merasa enakan dengan perutnya kembali menuju ke tempat tugasnya. Di susul dengan bodyguardnya yang satunya lagi. Betapa terkejutnya mereka berdua ketika sampai di kamar mereka terkejut melihat temannya sedang tertidur pulas dengan nasi kotak yang masih dipangkuannya. Dengan nada yang kesal salah satu dari bodyguard itu membangunkan temannya yang sedang tertidur pulas.
Bodyguard itupun terbangun akibat goncangan ditubuhnya yang begitu kencang.
" Kenapa kamu bisa tertidur? bagaimana kalau sampai bos Raka tau, bisa mati kita!" Ucap salah seorang bodyguard.
__ADS_1
"Jangan - jangan di dalam sudah terjadi sesuatu?" Ucap bodyguard yang lain.
Tanpa basa basi ketiga bodyguard itu berlari kedalam kamar untuk memastikan semuanya dalam keadaan baik - baik saja. Suara dari salah seorang bodyguard itu pun berbunyi, dengan tenang ia melihat ponselnya untuk mengetahui siapa yang menghubunginya barusan.
Betapa terkejutnya bodyguard itu ketika ia melihat ke ponselnya. Ternyata Raka yang sudah menghubunginya.
Raka menghubungi salah seorang bodyguardnya untuk memastikan keadaan aman. Bodyguard itupun langsung mengangkat ponselnya ketika ia tau Raka yang menelponenya. ia tidak ingin bosnya menunggu lama.
"Bagaimana keadaan disana?" Ucap Raka.
" Tenang bos, semua aman!" Ucap bodyguard itu.
" Baguslah. "ucap Raka.
Raka pun langsung menutup sambungan teleponnya. Sedangkan bodyguard itu menarik napas panjang, ia sangat bersyukur bahwa Raka tidak curiga. Raka bisa sangat marah jika sampai tau kalau Ia ketiduran saat bertugas. Ketiga bodyguard itu memeriksa di sekeliling kamar untuk memastikan bahwa semua dalam keadaan aman. Bodyguard itu melihat semua tidak ada yang berubah begitu juga dengan pasien wanita yang ia jaga. Masih pada pada posisi yang sama. Terbaring di tempat tidurnya.
Bersambung.......
__ADS_1