
" Sayang, aku berangkat ke kantor dulu ya, " Ucap Reynand seraya membelai pipi Aleta.
Aleta memberikan senyuman manisnya, tak selang waktu lama, Reynand memasuki mobil, dan berangkat ke kantornya. Setelah Reynand pergi, Reya dan Joshua mengajak Aleta untuk berjalan- jalan. Dengan senang hati, Aleta menerimanya, dan ikut pergi bersama mereka berdua.
Mereka bertiga pergi ke tempat biasa, untuk menghilangkan rasa bosan mereka. Kemudian Reya membeli ice cream, begitu pula dengan Joshua, sedangkan Aleta menunggu mereka berdua. Tiba- tiba, Samuel muncul di hadapan Aleta.
" Aleta ! " Panggil Samuel.
Mendengar suara Samuel, Aleta langsung menoleh ke sumber suara.
" Kak Samuel ! loh kok ada disini ? " Tanya Aleta.
" Biasalah, cuma mau jalan- jalan aja, biar gak bosen, oh ya, kamu sendirian aja ? " Tanya Samuel.
" E- enggak kok, aku sam-"
" Kalo gitu, kamu ikut sama aku aja yuk, sekalian jalan- jalan ! " Ajak Samuel.
" T- tapi, aku -"
Tanpa mendengar penjelasan Aleta, Samuel langsung menarik tangan Aleta pergi begitu saja. Reya dan Joshua yang masih memeberi ice cream, tidak mengetahui bahwa Aleta pergi bersama Samuel. Baru saja mereka berdua ingin menghampiri Aleta, seketika terkejut, karena tak melihat ada Aleta.
" Loh, Aleta kemana !? " Ucap Joshua.
" Haduh ! kalo kak Aleta hilang lagi gimana ! pasti kak Reynand bakalan habisin kita ! " Ucap Reya dengan panik.
__ADS_1
Kini mereka berdua tak bisa berpikir, sebab saking paniknya. Reya dan Joshua tak tahu, apa yang harus mereka berdua lakukan. Reya pun mencoba untuk menelphone Aleta, namun tidak di angkat. Begitu pula dengan Joshua.
" Kak Joshua, gimana nih, kalo kak Aleta ilang, kak Reynand bisa marah besar ! " Ucap Reya.
" Aduh, kamu jangan bikin tambah panik donk ! kalo gitu yaudah ayo kita cari Aleta, dia pasti belum jauh dari taman ini ! " Ucap Joshua.
Reya dan Joshua pun berpencar untuk mencari Aleta.
Di Kantor Reynand.
" Kira- kira Aleta lagi apa ya ? baru aja jauh dari dia sebentar, aku udah kangen, " Ucap Reynand.
Setiap kali dia memeriksa berkas- berkas penting milik perusahaannya, ia selalu kepikiran tentang istrinya itu, dan membuatnya tak fokus.
" Hish, lebih baik aku telphone Aleta sajalah, dari pada kayak gini, nanti aku tambah gak konsen, " Ucap Reynand, dan menelphone Aleta.
" Kenapa Aleta gak angkat telphone aku ? " Pikir Reynand.
Karena Aleta tak mengangkat telphonenya, Reynand langsung menelphone adiknya. Reya yang melihat kakaknya menelphonenya, seketika terkejut.
" Haduh, gimana nih, kak Reynand segala nelphone lagi ! " Batin Reya.
Dengan perasaan yang bercampur aduk, Reya mengangkat telphonenya. Tangannya bergemetar, ia sangat takut, jika kakaknya akan marah.
" Ha- hallo, iya kak Rey, ke- kenapa ? " Tanya Reya.
__ADS_1
" Aleta mana ? dari tadi kakak nelphone dia, tapi dia gak angkat- angkat, " Ucap Reynand.
" O- oh, k-kak Aleta... a- ada kok, di- dia lagi di kamarnya, " Ucap Reya.
" Yaudah, kalo gitu kakak mau ngomong sama dia donk, " Ucap Reynand.
" Yah kak, Reya lagi pergi jalan- jalan sama kak Joshua, " Ucap Reya, beralasan.
" Oh, begitu ya, " Ucap Reynand.
Tiba- tiba datanglah Joshua, dan memanggil Reya.
" Reya ! Kamu udah ketemu belum sama Aleta, dari tadi aku nyari dia, tapi belum ketemu juga, " Ucap Joshua.
Reynand yang tengah menelphone Reya pun, tak sengaja mendengar perkataan Joshua. Seketika dia langsung terkejut.
" Reya ! apa maksudnya Aleta gak ketemu- ketemu hah !? " Tanya Reynand dengan panik di telphone.
Reya mulai panik, ia tak tahu, harus berkata apa pada kakaknya itu. Reynand yang belum mendengar penjelasan adiknya, seketika langsung marah.
" Reya cepet jawab ! " Bentak Reynand.
" K- kak Aleta, hi- hilang kak, " Ucap Reya.
" A- apa ! A- Aleta hi- hilang !? " Reynand terkejut.
__ADS_1
Bersambung......