
Sesampainya dikamar Reynand
Reynand membaringkan Aleta di kasur, begitu pula dengan Samuel, Samuel menaruh Muel di samping Aleta. Seketika Reynand marah, ia tidak mau jika Aleta dekat- dekat dengan kucing Samuel.
" Ngapain kamu taruh kucing gendut itu dikasur ku ! nanti bulunya rontok gimana !" ucap Reynand.
" Hey, dia itu kucing mahal ! Tidak mungkin bulunya rontok, aku juga sudah merawat bulunya itu, agar tidak rontok !" ucap Samuel.
" Hah... yasudahlah," ucap Reynand dan berbalik ke arah belakang untuk menutup pintu.
Lalu ada Reynand melihat Reya yang sedang duduk disofa kamarnya. Reynand pun menyuruh Reya untuk keluar dari kamarnya agar tidak memngganggu Aleta yang sedang tertidur. Namun Reya tidak mau, akhirnya Reynand marah. Karena tak ingin melihat Reynand yang emosi, Samuel langsung mengajak Reya untuk bermain dengannya ditaman.
Samuel menggenggam tangan Reya dan berjalan keluar dari kamar Reynand. Wajah Reya begitu gembira, ketika Samuel mengajaknya pergi ke taman.
Sesampainya didepan rumah, Reya menarik tangan Samuel dan berlari menuju taman bunga mawar dibelakang rumah Reynand.
" Hey Reya, kenapa kita malah kesini ?" tanya Samuel.
" Katanya kak Samuel mau ke taman," ucap Reya, berhenti berlari.
" T- tapi bukan ke taman ini Reya," ucap Samuel sambil tersenyum.
" Ouh, kirain ke taman ini," ucap Reya sambil tertawa.
" Yaudah, kita kesini aja," ucap Samuel, mengusap- ngusap kepala Reya.
Mereka datang ke taman mawar milik Reynand, Reya menghampiri dan memetik bunga yang ada disana. Cahaya matahari semakin terik membuat mereka berdua kepanasan.
Reya dan Samuel berteduh dibawah pohon besar yang dikelilingi oleh bunga mawar berwarna merah. Samuel sangat terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh bunga mawar tersebut.
Samuel mengulurkan tangannya dan menyentuh bunga mawar berwarna merah itu, sambil tersenyum. Ketika melihat bunga mawar itu, seketika pikirannya tertuju pada Aleta.
" Hmm, bunga ini secantik wanita yang ku cintai," ucap Samuel dalam hati dengan senyumannya itu.
Namun senyumannya itu tak berlangsung lama, akibat wanita yang ia cintai sudah milik pria lain. Tiba- tiba Reya mengagetkan Samuel yang tengah melamun sembari memikirkan Aleta.
" DORRR !" teriak Reya.
Samuel terkejut, ia langsung menoleh ke arah Reya dan berkata, " Yaampun Reya, kamu membuatku kaget saja," ucap Samuel.
" Hehe, habisnya kak Samuel melamun terus sih," ucap Reya.
Samuel hanya terdiam, ia melihat ke arah bunga mawar lagi dan melamun memikirkan Aleta.
" Sebenarnya kak Samuel melamun mikirin siapa sih ?" tanya Reya.
__ADS_1
" Aku memikirkan Aleta- eh, ma- maksudku Muel," ucap Samuel dengan nada bicara yang gugup.
" Ouh..." ucap Reya.
Lalu Reya memetik bunga mawar berwarna merah dan memberikannya kepada Samuel.
" Kak Samuel, ini buat kakak," ucap Reya sambil tersenyum manis.
Pipi Samuel langsung merah merona, senyuman Reya membuat Samuel terpesona. Tangan Samuel benar- benar tidak tahan ingin mencubit pipi Reya. Lalu, tangan Samuel menggapai pipi Reya dan mencubitnya. Betapa halus, lembut dan kenyalnya.
" Yaammpun, pipinya kenyal sekali. Ini seperti jely, mungkin bisa dimakan," ucap Samuel dalam hati.
Wajah Samuel mendekat ke arah Reya, semakin lama semakin dekat. Tiba- tiba Reya menepuk pipi Samuel dengan pelan.
" Kak Samuel mau ngapain ?" tanya Reya dengan tatapan sinisnya.
Seketika Samuel tersadar ketika melihat tatapan sinis Reya. Jantungnya berdetak kencang, Samuel langsung tersenyum dan memberikan Reya bunga mawar.
" I- ini buat kamu," ucap Samuel dengan senyuman takut.
" Wahhh, makasih kak Samuel !" ucap Reya.
Samuel hanya tersenyum
Di Kamar Reynand.
Terlihat Reynand sedang menatap Aleta terus menerus tanpa berkedip sedikitpun. Reynand selalu waspada dengan Muel, kucing peliharaan milik Samuel. Ia seperti itu agar Muel tidak dekat- dekat dengan Aleta, pada saat tertidur.
Lalu angin masuk kedalam kamar dari jendela. Tiba- tiba Muel terbangun, mendekati Aleta. Ia naik ke atas tubuh Aleta, dan tertidur lagi. Reynand yang melihatnya langsung menyingkirkan Muel dari tubuh Aleta.
" Ish, ngapain sih nih kucing naik ketubuh istriku. Pasti mau cari kesempatan !" ucap Reynand.
Melihat Muel yang terus menerus naik ke tubuh Aleta, ia pun menggendong Muel dengan lembut dan membawanya ke sofa untuk tidur bersamanya. Kemudian Reynand berbaring disofa sambil mengelus- ngelus tubuh Muel dengan lembut.
Akhirnya mereka berdua tertidur. Tak selang waktu lama, Reya dan Samuel kembali ke kamar Reynand dengan membawa bunga mawar yang banyak. Sesampainya di kamar Reynand, Samuel mengetuk- ngetuk pintu kamar, namun tidak ada yang menjawab. Merekapun langsung masuk begitu saja.
Seketika Samuel terkejut melihat Muel yang tidak ada di kasur Reynand. Wajah Samuel mulai panik, ia mencari Muel kemana- mana. Tiba- tiba Reya melihat Muel yang tengah tertidur disofa.
" Kak Samuel, ini Muelnya," ucap Reya.
Samuel langsung menghampiri Reya, ia melihat Muel yang tertidur pulas bersama dengan Reynand. Lalu Reya memfoto mereka berdua yang tidur bersama seperti ini. Reya dan Samuel tertawa melihat Reynand dan Muel. Karena tawaan Reya dan Muel, Aleta terbangun dari tidurnya.
" Haduh, kalian berisik sekali sih," ucap Aleta.
Aleta beranjak dari kasurnya, ia berjalan menghampiri Reya dan Samuel.
__ADS_1
" Reynand sama Muel kok tidur berdua begitu ?" tanya Aleta yang baru terbangun.
" Eh kak Aleta, kakak udah bangun ?" tanya Reya balik.
" Iya udah, kalian sih berisik sekali," ucap Aleta.
" Hehe... sory," ucap Reya.
Lalu Aleta mengusap- ngusap kepala Reynand dengan lembut. Kemudian Reya mengajak Aleta dan Samuel untuk berjalan- jalan.
" Kak Aleta, kita jalan- jalan yuk !" ajak Aleta.
" Hmm, dari pada aku kepikiran soal tadi terus, mending aku ikut jalan- jalan saja deh," ucap Aleta dalam hati.
" Kak Aleta, kak Samuel gimana mau gak ?" tanya Reya.
" Ayoo !" seru Aleta.
" Eum, tapi Reya bunga mawarnya taruh dulu," ucap Samuel.
" Oh iya, oke deh," ucap Reya langsung melempar bunganya ke arah kasur.
Mereka bertiga pergi meninggalkan Reynand dan Muel berdua di kamar. Sesampainya di depan rumah, mereka pergi dengan mobil milik Samuel. Tiba- tiba satpam yang ada didepan rumah menghampiri mereka bertiga.
" Maaf, kalian mau pergi kemana ?" tanya satpam itu.
" Kita mau pergi jalan- jalan," jawab Reya.
" Apakah nona sudah izin ke tuan Reynand ?" tanya satpam itu lagi.
" Udah kok," ucap Reya dengan berbohong.
Lalu satpam itu langsung menelphone seseorang yang tak lain adalah Reynand. Ia ingin memastikan, apakah yang dibilang oleh Reya benar atau tidak. Satpam itu sudah menelphone Reynand berkali- kali, namun Reynand tidaj mengangkatnya.
" Haduh, pak satpam ! bapak lagu nelphone kak Reynand ya !" ucap Reya.
" Iya," jawab satpam itu.
" Ih jangan ! kak Reynand kan lagi tidur. Lagi pula kami sudah izin kok sama kak Reynand," ucap Reya.
" Yasudah kalau begitu," ucap satpam itu dan membuka pagarnya.
Pagar pun terbuka, Samuel langsung menjalankan mobilnya. Mereka berjalan menuju taman yang biasanya Aleta dan Samuel datangi pada saat masih bersekolah. Di taman itu juga, ada banyak sekali kenangan indah Samuel dan Aleta. Jika diingat- ingat, hal tersebut sangatlah indah bagi Aleta, dan juga Samuel.
Bersambung......
__ADS_1