Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Rencana Reynand


__ADS_3

Akhirnya Bunda Reynand dan Reya sudah diperbolehkan pulang kerumah walaupun kondisi belum sepenuhnya pulih. Dokter mengijinkannya pulang dengan syarat harus cek up kembali secara rutin ke rumah sakit. Reya sangat senang mendengarnya ia juga ingin menyampaikan berita gembira ini kepada kakaknya Reynand dan juga sepupunya Joshua.


Bunda yang sudah tidak betah berada di rumah sakit ingin cepat pulang.


"Ayo ayah kita pulang, mau tunggu apa lagi? Kenapa ayah jadi melamun?" Rengek bunda.


" Iya sebentar bun, ayah ingin memastikan tidak ada barang yang ketinggalan!"Jawab ayah.


Sebenarnya ayah ingin menjenguk Reynand sebelum pulang ke rumah. Ayah ingin memastikan keadaan putranya semakin membaik. Tapi bagaimana caranya agar bunda tidak curiga. Reya yang melihat sikap ayahnya yang agak berbeda dari biasanya langsung peka. Reya tahu pasti ayahnya sedang memikirkan kakaknya Reynand. Reya yakin pasti ayah tidak akan tenang saat dirumah jika belum melihat sendiri kondisi Kak Reynand. Reya akhirnya mencari alasan agar ayahnya bisa keluar sebentar untuk menemui kakaknya tanpa bundanya curiga.


"Ayah, tadi ayah bilang laper mau makan. Ya sudah ayah ke kantin saja dulu. Biar Reya dan bunda tunggu ayah disini." Ucap Reya sambil mengedipkan matanya kepada ayah seolah sedang memberi isyarat.


" I-iyah ayah lagi laper. Boleh enggak bunda ayah ke kantin dulu sebentar? Jawab Ayah sambil memasang wajah yang memelas.


"Boleh ya bunda, kasihan ayah kalau harus menahan lapar. Perjalanan kerumah kita kan jauh. Belum lagi kalau nanti macet! " Ucap Reya sambil merayu bundanya.


"Tapi jangan lama - lama ya ayah. Bunda sudah tidak sabar ingin bertemu Reynand." Ucap bunda.


Ayah sangat bersyukur akhirnya bisa menemui Reynand tanpa membuat istrinya curiga. Ayah tidak menyangka kalau putrinya Reya sangat peka terhadap ayahnya.


"Untung saja Reya pintar mencari alasan jadi Bunda tidak curiga." Ucap ayah dalam hati.


Ayah pun bergegas dengan cepat menuju kamar Reynand. Setibanya dikamar Reynand, ayah melihat dokter sedang mengecek kondisi Reynand. Ayah sangat bersyukur karena datang tepat waktu jadi ayah bisa bertanya langsung kepada dokter tentang keadaan putranya.


Akhirnya dokter selesai memeriksa keadaan Reynand. Ayah pun menanyakan keadaan Reynand kepada dokter. Ia sangat senang mendengar jawaban dokter kalau Reynand kondisinya semakin membaik. Sudah tidak ada lagi keluhan. Walaupun begitu, dokter menyarankan Reynand tetap dirawat dirumah sakit hingga kondisinya benar benar pulih. Ayah mengucapkan banyak terimakasih kepada dokter yang sudah merawat anaknya dengan baik.

__ADS_1


"Sama -sama pak, sudah menjadi kewajiban saya. Kalau begitu saya izin mau memeriksa keadaan pasien yang lain. "Jawab dokter.


"Silakan dok! " Ucap ayah.


Reynand merasa kaget melihat ayah yang tiba - tiba sudah berada didalam kamarnya.


"Ayah, kapan ayah datang. Untuk apa ayah kesini, bagaimana nanti kalau bunda curiga? " Tanya Reynand.


" Memangnya ayahmu ini tidak boleh melihat keadaan putranya. Kamu tenang saja Rey, bunda tidak akan curiga. Semua berkat Reya, dia yang sudah mencari alasan hingga ayah bisa kesini dengan leluasa. " jawab ayah sambil tersenyum.


"Anak yang satu itu memang paling pintar mencari alasan." ucap Joshua sambil menimpali perkataan ayah.


"Ayah bagaimana keadaan bunda? " Tanya Reynand kembali.


"Iya om, bagaimana keadaan tante? " Tanya Joshua juga.


"Rey, ayah sangat senang melihat keadaan mu semakin membaik. Tapi ayah tidak bisa terlalu lama meninggalkan bunda, nanti bunda bisa curiga. Ayah sudah janji keluarnya hanya sebentar. Maaf kan ayah ya tidak bisa menjagamu disaat kamu sedang sakit. " Ucap ayah dengan sedih sambil matanya berkaca - kaca.


"Tenang saja om Reynand baik - baik saja disini. Ada aku yang menjaganya juga suster dan dokter. " Ucap Joshua.


"Iya ayah, tidak usah khawatir. Ayah pulang saja dan jaga bunda dengan baik. " Ucap Reynand.


"Baiklah, ayah pulang dulu ya, Joshua tolong jaga Reynand ya untuk om." Ucap ayah.


"Siap om. " Jawab Joshua.

__ADS_1


Ayah meninggalkan kamar Reynand dan kembali ke kamar istrinya.


"Ayo kita pulang, kalian berdua sudah siap kan? Tanya ayah ketika sampai di dalam kamar bunda.


" Sudah dari tadi ayah!"Seru bunda sambil tertawa lepas.


"Ayah, bunda, Reya tidak ikut pulang ya, Reya mau mampir dulu ke toko buku ada yang mau Reya cari untuk tugas kuliah. " Ucap Reya.


Ayah dan bunda mengijinkan Reya untuk tidak pulang bareng tetapi dengan syarat tidak boleh pulang larut malam. Reya menganggukan kepalanya menandakan ia setuju dengan syarat yang diberikan ayah dan bundanya.


Ayah dan bunda pulang kerumah dengan diantar supir pribadi sedangkan Reya kembali ke kamar kakaknya Reynand. Ternyata Reya pergi ke toko buku hanya untuk alasan agar ia bisa menemui kakaknya lagi.


"Kakak aku datang lagi. " Ucap Reya dengan semangat.


"Akhirnya kamu datang juga, kami sudah lama menunggu kamu! " Ucap Reynand.


"Oh ya... Pasti kalian berdua ada maunya?" Jawab Reya sambil tersenyum.


Reya segera merapatkan pintu kamar rawat kakaknya dan mendekat Ke Reynand juga Joshua. Reynand mengutarakan maksudnya kenapa ia dan Joshua menunggunya sedari tadi. Lalu mendengar Rencana gila dari Reynand dan Joshua, Reya menjadi sangat kaget dan ia ragu tidak yakin bisa melakukannya. Reynand dan Joshua meyakinkan Reya jika semuanya tidak akan ketahuan oleh siapapun. Asalkan ia menjalankannya sesuai apa yang sudah di perintahkan.


"Nanti malam kita akan memulai rencananya? Kalian berdua sudah siap kan?" Tanya Reynand.


"Kak Reynand sudah gila ya, kenapa cepat sekali, haruskah malam ini juga? Aku belum siap kak. Aku tidak yakin kalau Reya mampu melakukannya. Reya takut kalau malah akan mengacaukan semuanya. " Jawab Reya dengan cemas.


"Tenanglah Reya, semua aman. Bagaimana denganmu Joshua? Apakah yang aku perintahkan sudah kamu laksanakan? " Ucap Reynand.

__ADS_1


"Tenang Rey semua sudah aman. " Jawab Joshua.


Bersambung....


__ADS_2