Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Ih, Siapa Yang Kepedean !


__ADS_3

" T- tuan, ka- kami tidak melaku-"


" Yaampun Aleta kamu kenapa sayang ?" tanya bunda yang memotong pembicaraan.


" Eh bunda, Aleta gak kenapa- napa bun. Aleta habis jatuh dari tangga gara- gara tersandung kaki sendiri haha," ucap Aleta sambil tertawa.


" Yasudah, makanya sayang kamu hati- hati donk," ucap bunda dengan khawatir.


" Iya bun," sahut Aleta.


Reynand menuruni tangga menghampiri istrinya. Ia bertanya kepada Aleta, apakah dia baik- baik saja atau tidak. Aleta menjawab bahwa dia baik- baik saja, dan Reynand tak perlu khawatir dengannya.


" Benar, kamu tidak apa- apa ?" tanya Reynand.


" Iya Reynand, tadi aku mau kedapur, soalnya aku lapar," jawab Aleta.


Lalu Aleta berjalan lagi menuju dapur, tiba- tiba Reynand menggendong Aleta, ia tak mau kaki istrinya kesakitan pada saat berjalan karena terjatuh. Aleta yang terus menerus diperhatikan oleh Reynand merasa sedikit tidak nyaman.


" Reynand, aku mau turun donk ! Aku gak mau digendong kayak begini ih," ucap Aleta.


" Emang kenapa sih ?" tanya Reynand dengan nada yang emosi.


" Aku kurang nyaman, kalau kamu terlalu perhatiin kayak begini. Aku lebih suka sama sifat kamu yang dulu tau," sahut Aleta.


Reynand langsung menurunkan Aleta, dan membiarkan dia pergi kedapur sendiri. Ia heran, kenapa istrinya tidak ingin dimanja oleh suaminya sendiri. Padahalkan biasanya istri pria lain sangat suka di manja oleh suaminya. Tapi kenapa Aleta malah tidak ingin di manja oleh suaminya sendiri.


Reynandpun berjalan menghampiri Aleta lagi, sedangkan ibu mertua Aleta, Reya, dan Joshua pergi kekamar mereka masing- masing.


Sesampainya didapur Aleta menghampiri kulkas, ia mengambil beberapa cemilan coklat untuk dimakan begitu juga dengan Reynand. Reynand terus menerus mengikuti Aleta. Jika Aleta duduk di lantai, dia juga ikut duduk dilantai, seolah- olah Reynand seperti mengganggu Aleta. Dan itu juga membuat Aleta merasa kesal.


" Ih Reynand ! kamu ngapain sih ngikutin aku terus !" ucap Aleta.


" Aku gak ngikutin kamu kok, ngapain aku ngkutin kamu," ucap Reynand.


" Loh itu tadi, aku duduk di lantai kamu ikutin. Aku duduk di kursi kamu ikutin juga, sebenarnya kamu ini mau meledekku ya !" ucap Aleta dan pindah ke tempat lain lagi, ia duduk di depan pintu kulkas.


" Cih, males banget aku mengikutimu !" cetus Reynand, dan mengikuti Aleta lagi.


" Tuh kan, sebenarnya Reynand sedang meledekku ! Hmm, kok Reynand jadi begini sih, sifatnya kayak dulu lagi," ucap Aleta dalam hati.


Tatapan yang curiga terlihat dari wajah Aleta, Aleta terus menerus menatap wajah Reynand yang sedang memakan coklat. Reynand masih saja fokus memakan coklatnya, ia tak menyadari bahwa sedari tadi Aleta menatapnya dengan serius.


Lalu coklat yang Reynand makan sudah habis, ia pun mengambil coklat lagi di dalam kulkas. Baru saja Reynand menggapai pintu kulkasnya, tiba- tiba ia tak sengaja melihat Aleta yang tengah menatapnya dengan tatapan yang aneh.


" A- apa liat- liat !" ucap Reynand.

__ADS_1


" S- siap yang liatin kamu, kepedean banget sih jadi orang !" ujar Aleta.


" Ih, siapa yang kepedean ! sok tau kamu !" ucap Reynand.


Reynand membuka kulkas dan mengambil banyak sekali coklat yang ada didalam kulkas. Aleta yang melihatnya terkejut, pada saat ia melihat kedalam kulkas, tak ada sedikitpun coklat yang tersisa di dalam kulkas


Dengan secepat kilat Aleta merampas beberapa coklat yang berada disamping Reynand dan langsung memakannya dengan lahap.


" Hey pencuri coklat ! berani- beraninya kamu merampas coklat milikku !" ucap Reynand.


" Inikan coklatku juga, bukan coklat kamu doank tau !" sahut Aleta.


" Ih mendingan aku bawa coklatnya ke kamar aja ah, biar kamu gak mencuri coklatku lagi," ucap Reynand dan langsung pergi menuju kamarnya.


" Hey kembalikan sebagian coklat milikku Reynand !" ucap Aleta sambil menarik baju Reynand.


" Gak mau !" ucap Reynand.


Reynand langsung berlari begitu saja ke arah kamarnya, sedangkan Aleta mengejar Reynand. Reynand menaiki tangga sambil berlari, begitu pula dengan Aleta. Para pelayan yang sedari tadi memerhatikan mereka merasa bingung, karena sifat Aleta dan Reynand seperti anak kecil yang sedang bermain lari- larian.


Sesampainya dikamar, tiba- tiba Reynand memberikan semua coklatnya kepada istrinya. Aleta pun merasa bingung, kenapa Reynand memberikan semua coklat itu untuknya.


" Ini buat aku semua ?" tanya Aleta.


" Ya, soalnya aku sudah lelah. Aku mau istirahat, kamu makan coklatnya sendiri saja ya," ucap Reynand.


" Ih Reynand tega banget sih ! masa istrinya ditinggal tidur sendirian !" ucap Aleta.


Aleta terus- menerus ngendumel pada saat memakan coklat. Namun marahnya tak berlangsung lama, karena ia tahu bahwa suaminya pasti sangat lelah.


Malam telah berlalu, pagi pun tiba. Reynand terbangun, matanya belum terbuka sempurna. Ia tak melihat ada Aleta yang tertidur disampingnya. Reynand mengira bahwa Aleta sedang pergi ke kamar mandi. Ketika Reynand beranjak dari kasurnya, seketika ia dikejutkan oleh sosok wanita berambut panjang yang tengah tergeletak di lantai dengan ada banyak sampah coklat.


Wajahnya ditutupi Rambut, yang terlihat hanyalah bibirnya. Ada sisa- sisa coklat yang menempel dibibir perempuan itu. Reynand pun menyingkirkan rambut yang telah menutupi wajah perempuan tersebut.


Ketika melihat wajahnya, Reynand tambah terkejut lagi. Ternyata perempuan itu adalah Aleta. Reynand langsung membangunkan Aleta yang sedang tertidur.


" Aleta bangun, Aleta !" ucap Reynand sambil mengguncang- guncangkan tubuh istrinya.


" Haduh, apaan sih !" ucap Aleta yang masih mengantuk.


Aleta membuma matanya perlahan- lahan, ia belum sadar sepenuhnya. Aleta melihat bayangan lelaki tampan didepannya yang tengah memanggil- manggil namanya. Aleta berpikir bahwa ia masih bermimpi.


" Wahhh, ada cogan didepan aku hehe," ucap Aleta sambil tertawa.


" C- cogan ? hey Aleta cepat bangun !" suruh Reynand.

__ADS_1


" Apa, kamu mau ngelamar aku !?" ucap Aleta yang masih tertidur.


" N- ngelamar ! sepertinya Aleta mabok coklat deh !" ucap Reynand dengan khawatir.


" Eum, tapi cogan... aku udah nikah, masa aku nikah lagi," ucap Aleta sambil tersenyum.


" K- kayaknya Aleta lagi mimpi deh," ucap Reynand.


" Apa ! kamu mau jadi suami aku yang kedua !? hehe... boleh," ucap Aleta dan tertawa lagi.


" Oh jadi Aleta mau ngeduain aku didalam mimpinya itu," ucap Reynand dengan wajah yang emosi.


" Hehehe..." Aleta masih saja tertawa.


" Hm, Aleta bangun !" teriak Reynand.


Seketika Aleta langsung terbangun, ia sangat terkejut mendengar teriakkan Reynand.


" Ke- kenapa Reynand, apakah ada s- sesuatu !?" tanya Aleta yang masih terkejut.


" Gak ada," ujar Reynand.


Seketika Aleta marah, karena Reynand telah membangunkannya dengan cara yang seperti itu.


" Ih dasar suami gak punya perasaan ! nanti kalau aku kena serangan jantung gimana Reynand ! emangnya kamu mau kalau aku kena serangan jantung hah ? aku kan gak mau mati dulu, aku aja belum punya anak dari kamu masa aku udah -"


" Apa tadi kamu bilang, p- punya anak dari aku !?" Reynand terkejut.


" Iya ! aku kan-, eh m- maksudnya bukan begitu ! a- aku..." Aleta tak bisa berkata- kata.


" Cie... berarti kamu udah mau punya anak nih dari aku ?" tanya Reynand sambil tersenyum.


" Ih b- bukan begitu !" ucap Aleta, ia langsung pergi dan berlari dari kamar Reynand.


Wajah Aleta terlihat memerah, para pelayan yang melihat wajah Aleta merasa khawatir.


" Y- yaampun nona, ada apa dengan wajah nona, kenapa merah begitu ?" tanya para pelayan.


" E- enggak papa," ucap Aleta dan berlari lagi.


Reynand yang mendengar perkataan para pelayan dari dalam kamarnya langsung tertawa dengan tingkah laku istrinya.


" Hahaha... Aleta lucu sekali sih, mukanya malu- malu begitu," ucap Reynand sambil tertawa terbahak- bahak.


Aleta berlari menuju taman dengan wajah yang masih memerah dan dibibirnya ada sisa- sisa coklat yang menempel. Saat ini Aleta tengah berdiri sambil menatap bunga mawar yang sedang tertiup angin.

__ADS_1


" Ahhh ! aku malu banget ! kenapa aku malah ngomong kayak begitu sih di depan Reynand !" ucap Aleta dalam hati.


Bersambung.........


__ADS_2