
Ayah Reynand dan Joshua pergi ke tempat resepsionis untuk bertanya dimana ruang rawat Reynand. Setelah mengetahui ruang rawat yang tengah Reynand tempati, ayah dan Joshua langsung bergegas untuk menghampiri ruangan tersebut.
Sesampainya didepan ruangan, ayah membuka pintu ruangan anaknya dirawat secara perlahan- lahan. Pintu itu mulai terbuka, semakin lama memperlihatkan seorang lelaki yang tengah berbaring tak sadarkan diri. Seketika ayah Reynand terkejut ketika melihat anaknya dengan keadaan yang parah seperti ini.
Hatinya terasa sangat hancur, istrinya kini sedang sakit akibat kehilangan menantunya, dan sekarang, anaknya mengalami kecelakaan. Ayah Reynand tak tahu harus bagaimana, jika istrinya tahu tentang semua ini. Ia pun melangkahkan kakinya kedalam ruangan rawat anaknya itu. Kepala Reynand diperban, dan sedikit ada goresan di area pipinya.
" Ya Allah, bagaimana jika istriku tahu kalau anaknya kecelakaan seperti ini, kalau dia tahu, pasti hatinya akan serasa sangat hancur, " ucap batin ayah Reynand.
Air mata tak henti menetes, ayah Reynand tak bisa menahan tangisnya didepan Reynand. Joshua yang melihat omnya menangis hanya bisa menenangkannya. Joshua juga merasa sedih ketika melihat sepupunya yang kini tengah berbaring lemah. Yang biasanya Reynand selalu berisik dengannya, kini Reynand hanya bisa berbaring di kasur pasien.
Ingin sekali Joshua berteriak memanggil nama Reynand supaya dia bangun, namun itu semua akan sia- sia. Karena Reynand tak akan mendengar suaranya. Ayah Reynand menggenggam erat tangan anaknya itu, sambil berharap semoga Reynand sadar.
" Om, sudah, jangan seperti ini, Joshua yakin, pasti Reynand gak kenapa- napa om. Reynand adalah anak yang kuat, dia pasti gak akan kenapa- napa, " ucap Joshua sambil mengusap- ngusap punggung omnya dengan lembut.
Ayah Reynand hanya mengangguk, ia percaya bahwa Reynand adalah anak yang kuat. Ayah Reynand terus- menerus berdoa, semoga anaknya cepat sadar. Tiba- tiba handphone Joshua bergetar. Ia pun langsung memeriksa handphonenya. Ternyata Reya menelphonenya. Kemudian Joshua pergi keluar dari ruangan Reynand untuk mengangkat telphone dari Reya.
" Hallo, ya kenapa Reya ? " tanya Joshua.
" Kak Joshua, bunda mau bicara sama ayah, sekarang ayah ada dimana kak, kak Joshua tahu gak ? " tanya Reya.
" I- iya, kebetulan om lagi denganku, kalau begitu akan ku sampaikan ya Reya," jawab Joshua.
" Yaudah, kalau begitu sudah dulu ya kak, " ucap Reya dan mematikan telphonenya.
Lalu Joshua memberitahu omnya, bahwa istrinya sedang mencarinya, dan ingin bicara sesuatu pada suaminya. Mendengar perkataan Joshua, ayah Reynand pun pergi menuju kamar istrinya dirawat. Sebelum pergi ayah Reynand menyuruh Joshua tetap disini untuk menjaga Reynand.
Tak selang waktu lama, akhirnya ayah sampai diruang istrinya dirawat. Ia masuk kedalam ruangan itu, baru saja ia masuk kedalam ruangan. Dia sudah disambut dengan beberapa pertanyaan dari istrinya.
" Ayah dari mana ? " tanya bunda.
__ADS_1
" Ayah, habis dari toilet bun, " jawab ayah.
" Ayah kenapa? Ayah habis nangis ? " tanya bunda.
" E- enggak, ayah gak nangis, " sahut ayah.
" Oh, ya, Reynand ada dimana ayah, kok dia gak ada disini ?" tanya bunda.
Deg... Deg...
Seketika jantung ayah berdetak kencang, mendengar pertanyaan istrinya. Ia tak tahu harus menjawab apa, ingin sekali ayah memberitahu istrinya tentang kondisi anaknya. Namun, dia tak ingin jika istrinya kenapa- napa. Ayah hanya bisa terdiam, ketika mengingat tentang kondisi anaknya, air matanya serasa ingin keluar, dan tak tahan untuk menyembunyikannya lagi, dari sang istri.
Melihat wajah ayah yang tegang seperti itu membuat bunda menjadi khawatir.
" Ayah, kok diam aja, bunda mau tahu, Reynand lagi dimana ? " tanya bunda dengan wajah yang khawatir.
" Syukurlah, semoga aja Aleta cepat ketemu ya ayah, " ucap bunda.
" Maafin ayah ya bun, ayah terpaksa berbohong karena ayah gak mau bikin bunda tambah khawatir, " ucap batin ayah.
Dirumah Sakit Aleta Dirawat
Sudah dua hari Aleta tak sadarkan diri dirumah sakit. Raka tak bisa berbuat apa- apa. Lalu dokter pun menyarankan supaya Aleta dibawa ke rumah sakit yang berada di kota, karena fasilititas rumah sakitnya lebih lengkap dan sudah canggih. Mendengar perkataan dokter, Raka langsung mengizinkan Aleta untuk dibawa ke rumah sakit yang berada dikota, yang penting Aleta mendapatkan penanganan yang terbaik, supaya dia bisa cepat sembuh.
"Apa yang dikatakan dokter benar di sini desa terpencil. Rumah sakit disini peralatannya belum selengkap dan secanggih rumah sakit di kota." Ucap Raka dalam hati.
Sebenarnya saran dokter merupakan pilihan yang sulit untuk Raka. Raka tidak ingin keberadaan Aleta diketahui oleh siapapun. Apalagi penculikan Aleta sudah masuk kepihak kepolisian itu sangat bahaya baginya. Belum lagi pihak kepolisian sudah menyatakan Aleta meninggal dan sedang memburu pelaku penculikan dan pembunuhannya. Raka tidak boleh ceroboh untuk hal ini. Raka pun mengatur strategi agar ia bisa memindahkan Aleta ke rumah sakit dikota tanpa seorang pun yang tau identitas Aleta yang sebenarnya. Raka juga mempunyai Rencana ketika Aleta sadar nanti Aleta akan dibawa keluar negeri untuk selama lamanya.
Raka pun menemui kembali dokter yang merawat Aleta. Raka meyakinkan dokter agar mau menuruti apa yang ia katakan. Raka mengarang sebuah cerita bohong dan dimana dokter itu pun mempercayainya. Ya Raka memang seorang yang jago bersilat lidah. Raka pun meminta dokter untuk membuat surat rujukan untuk merubah identitas Aleta menjadi Cinta. Tidak hanya sampai di situ bahkan Raka juga tega memperban seluruh wajah Aleta agar tidak dikenali oleh siapapun. Raka membuat cerita baru bahwa Aleta yang kini namanya berubah menjadi cinta adalah seorang pasien yang habis dioperasi diwajahnya karena luka bakar di seluruh wajahnya. Dengan begitu tak ada seorang pun yang dapat mengenali Aleta. Karena kini wajahnya sudah ia tutupi dengan perban.
__ADS_1
Keesokan Harinya
Joshua tertidur di sofa, yang ada didalam ruang rawat Reynand. Tak selang waktu lama, akhirnya Reynand sadar. Ia membuka matanya perlahan- lahan dan melihat kesekelilingnya. Wajahnya masih terlihat pucat, seluruh badannya juga masih terasa lemas.
" I- ini dimana ? " tanya Reynand, yang berusaha untuk membuka matanya.
Joshua yang tak sengaja mendnegar suara Reynand langsung terbangun. Seketika menghampiri Reynand yang sudah sadar.
" Reynand, kamu udah sadar ! kamu baik- baik sajakan ? " tanya Joshua.
" Joshua, aku dimana ? " tanya Reynand balik.
" Kamu ada di rumah sakit, karena habis kecelakaan kemarin malam, kamu gak ingat ? " tanya Joshua lagi.
" Oh ya, b-bunda, bunda dimana, dia baik- baik sajakan Joshua ? " tanya Reynand dengan wajah yang khawatir.
Saking khawatirnya, Reynand menggenggam tangan Joshua dengan sangat erat. Wajahnya menunjukkan, bahwa Reynand sangatlah khawatir pada bundanya itu.
" Tante gak kenapa- napa kok, tante baik- baik saja, kamu gak perlu cemas Rey, " ucap Joshua.
" Hufttt, syukurlah kalau bunda baik- baik saja, Joshua, sekarang bunda dimana, aku mau ketemu sama bunda, " ucap Reynand.
" T- tapikan, Rey, kamu belum boleh kemana-"
" Pliss, aku cuma mau melihat keadaan bunda,hanya sebentar. Aku janji tidak akan lama setelah itu kita akan kembali lagi ke sini!" ucap Reynand.
Joshua tak bisa berbuat apa- apa. Ia tak tega jika melihat Reynand yang sedang memohon seperti ini padanya. Akhirnya Joshua mengambil kursi roda, untuk membawa Reynand melihat kondisi bundanya saat ini.
Bersambung......
__ADS_1