
Hati Reynand semakin berkecamuk melihat cincin yang dikenakan wanita itu. Cincin itu tidak hanya sama persis melainkan sama.
"Mana mungkin cincin itu bisa sama, cincin itu hanya ada satu, aku khusus memesannya hanya aku dan Aleta yang memilikinya. " Ucap Reynand dalam hati.
"Kalian ini benar - benar tidak sopan. Masuk tanpa ijin dan membuat keributan di sini. Lebih baik kalian semua pergi dari sini. " Ucap Raka dengan kesal.
Joshua mengajak Reynand untuk meninggalkan kamar itu, Joshua tidak ingin membuat Raka semakin marah. Hal yang sama juga dilakukan suster yang sedari tadi berada disitu menyaksikan semuanya. Karena suster itu yang telah dimintai tolong oleh Reynand membantunya mendorong kursi roda yang ia kenakan.
Reynand menolak ajakan Joshua dan juga suster itu. Ia masih penasaran kenapa cincin pernikahan Aleta bisa berada dijari manis wanita itu. Ia pun ingin menanyakannya kepada Raka. Namun belum sempat Reynand mengutarakan niatnya kursi roda yang ia kenakan di dorong menuju kamarnya. Joshua pun meminta maaf kepada Raka atas keributan yang telah terjadi hingga temannya dan ia merasa tidak nyaman dengan kehadirannya dan juga Reynand.
Reynand yang tidak ingin keluar dari kamar itu, mencoba menghentikan Joshua. Namun dengan cepat Joshua mendorong kursi roda yang dikenakan Reynand dengan cepat keluar meninggalkan kamar itu. dan kembali menuju kamar dimana Reynand dirawat. Lalu Joshua membisikkan sesuatu kepada Reynand.
"Tenang Rey, kamu jangan seperti ini. Kita tidak boleh gegabah, Raka bisa curiga. Raka bukan orang bodoh yang dengan mudahnya bisa kita kelabui. Sebaiknya kita kembali kekamar dulu dan menyusun rencana selanjutnya!" Seru Joshua sambil meyakinkan Reynand.
Joshua juga mengucapkan terimakasih kepada suster sudah membantu Reynand dan meminta suster untuk meninggalkan mereka berdua. Suster yang merasa sudah tidak lagi dibutuhkan meninggalkan mereka berdua di dalam kamar rawat Reynand.
"Joshua, apa kamu tidak lihat tadi, wanita itu memakai cincin yang sama dengan Aleta. Itu cincin pernikahan aku dan Aleta. Tidak mungkin ada cincin yang sama seperti itu. Aku memesannya khusus ditoko perhiasan langganan keluarga kita, keluarga Mahesa." Ucap Reynand.
"Ya tapi kita tidak bisa memaksa Raka untuk mengatakan apa yang ingin kita ketahui. Kamu enggak lihat tadi gimana reaksi Raka saat dia lihat kamu memaksa masuk ke dalam. Dia sangat marah Rey!" Ucap Joshua mencoba menjelaakannya kepada Reynand.
Reynand merasa tak terima dengan penolakan Raka. Ia yakin cincin yang dikenakan wanita itu milik istrinya Aleta. Ia tidak mungkin salah karena ia sendirilah yang memesannya di toko perhiasan. Reynand tidak bisa tinggal diam ia harus memastikan sekali lagi tentang cincin pernikahan itu.
Raka merasa agak sedikit lega saat Reynnad memaksa masuk ke dalam kamar Aleta. Aleta masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Hampir saja jantung Raka terasa mau copot akibat Reynand memaksa masuk kedalam. Dengan cekatan Raka langsung menyelimuti tubuh Aleta kembali. Setelah itu Raka langsung keluar kamar rawat Aleta. Tanpa basa basi Raka langsung memukul ketiga bodyguardnya. Raka sangat marah karena ketiga bodyguardnya tidak mampu mencegah Reynand masuk kedalam.
__ADS_1
"Bodoh kalian semua, mencegah satu orang saja tidak mampu! " Ucap Raka dengan marah.
"Maafkan kami tuan, kami janji tidak akan melakukan kesalahan lagi. Ucap ketiga bodyguad itu dengan gugub.
" Tentu saja. Saya tidak mau lihat ada kesalahan lagi sedikitpun. Jangan biarkan siapapun masuk kedalam kecuali saya, dokter dan suster rumah sakit ini." Ucap Raka yang semakin emosi.
Setelah memarahi ketiga bodyguardnya, Raka masuk kembali ke kamar Aleta.
Matahari semakin terik dengan sinarnya, Reya baru tiba di rumah sakit tempat bunda dan kakaknya dirawat. Reya tidak hanya membawa baju ganti untuk ayah dan bundaya, tapi juga untuk kakaknya Reynand dan Joshua. Reya tidak sendiri ke rumah sakit melainkan dengan dua orang pelayan rumahnya. Pelayan tersebut sengaja diajak Reya untuk membawakan koper yang berisi baju ganti. Reya bermaksud kekamar kakaknya terlebih dahulu baru ke kamar bundanya.
Tibalah Reya dengan kedua pelayan rumahnya di depan kamar inap Reynand. Reya dan kedua pelayannya masuk kedalam. Dilihatnya wajah Joshua dan kakaknya yang sangat tegang. Reya merasa sangat tidak nyaman saat itu. kehadirannya disabut dengan wajah yang sangat tidak mengenakan.
"Kalian berdua kenapa sih, ko wajah kalian tegang banget?" Tanya Reya.
Baik Reynand maupun Joshua tidak menjawab pertanyaan Reya. Reynand malah bertanya balik kepada Reya.
" Seharusnya kamu tanya dulu sebelum melakukan sesuatu! Seru Joshua.
Reya yang merasa dipojokkan oleh kakaknya Reynand dan Joshua merasa kesal. Dengan spontan Reya memukul pundak Josua yang saat itu sedang berada di samping Reya. Joshua yang merasa kesakitan akibat ulah Reya membalasnya dengan cubitan kecil dipipi Reya namun menyakitkan. Reya langsung menyerang balik Joshua. Reynand yang melihat tingkah laku Reya dan Joshua seperti Tom and Jery menjadi hilang kesabaran, Reynand marah saat itu juga. Reynand bahkan melempar bantal ke arah Reya dan Joshua. Bantal yang ia kenakan sebagai sandaran kepalanya. Dengan cepat Joshua menangkap bantal yang hampir saja mendarat di wajah Reya juga Joshua.
"Kak Reynand apa - apaan sih! Tenang saja kak sebelum pelayan rumah Reya ajak kesini , mereka sudah Reya peringatkan untuk tutup mulut!" Seru Reya dengan kesal.
"Bilang donk dari tadi kalo gitu!" Seru Reynand dengan memasang wajah lega.
__ADS_1
Reya yang tak ingin berlama - lama dikamar Reynand, segera meninggalkan Joshua dan kakaknya . Kedua pelayan itu pun disuruh kembali ke rumah. Karena mereka berdua sudah tidak lagi dibutuhkan
"Kak Reynand, kak Joshua aku pamit yah mau ke kamar bunda dulu. " Ucap Reya.
" Ko kamu buru - buru sekali, kan baru sampai. Emangnya kamu gak kangen sama kakakmu yang Tampan ini. "Ledek Reynand.
Reya tak memedulikan perkataan kakaknya, lalu ia pun akhirnya pergi menuju kamar bundanya. Sesampainya di kamar bunda, seketika Reya langsung berteriak gembira, dan memeluk bundanya.
" Bunda !!! " ucap Reya.
" Reya sayang, kamu sudah besar, masih saja manja sama bunda, " seru bunda.
" Reya, kamu kenapa lama sekali, tubuh ayah sudah lengket, mana baju ayah ? " tanya ayah.
" Maaf ayah, tadi Reya bangun kesiangan, makanya baru datang" jawab Reya.
Ketika melepaskan pelukannya, ia terkejut karena impusan bundanya sudah tidak lagi terpasang. Ia pun bertanya kepada ayahnya, kenapa selang impusannya sudah dilepaskan dari tangan bunda. Ayah pun menjawab bahwa bundanya sudah membaik, dan sore ini sudah diizinkan untuk pulang oleh dokter.
Ayah yang sudah merasa tidak nyaman dengan tubuhnya, akhirnya ayah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang kotor.
" Reya, bagaimana keadaan kakakmu Reynand ? " tanya bunda.
" O- oh iya bunda, a- aku lupa pergi ke kamar kak Reynand, karena aku bangun kesiangan, jadi lupa. Soalnya sehabis bangun tidur, R-Reya langsung menyiapkan baju ayah dan bunda, lalu berangkat ke rumah sakit, " ucap Reya dengan gugup.
__ADS_1
Bunda yang tidak pernah menaruh curiga pada putrinya, percaya begitu saja dengan perkataan Reya. Ia pun tidak lagi menanyakan keadaan Reynand. Bunda berpikir pasti dia akan bertemu dengan Reynand dirumah.
Bersambung....