
Berhati - Hatilah !
Mereka pun duduk bersama di ruang tamu, jika diperhatikan dari tadi, teman Joshua terus menerus melihat ke arah Aleta sambil tersenyum licik. Aleta yang melihatnya merasa tidak nyaman dengan tatapan mata pria itu.
Joshua pergi ke dapur untuk mengambilkan minuman serta makanan untuk temannya. Tiba - tiba pria itu menyapa Aleta dengan senyumannya. Aleta pun membalas senyumannya.
" Eumm, kamu Aleta kan ?" Tanya teman Joshua.
" I- iya." Sahut Aleta dengan senyuman.
" Hmm, ternyata wanita ini yang bernama Aleta." Ucap teman Joshua di dalam hati.
Pria itu langsung mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Aleta. Ketika Aleta ingin meraih tangan pria itu, tiba tiba Reya langsung menghentikan Aleta dan merebut tangan pria tersebut. Beberapa menit kemudian Joshua pun kembali dengan makanan serta minuman.
Nama pria itu adalah Raka. Raka adalah teman dekat Joshua sewaktu mereka masih sekolah menengah pertama. Sedari tadi Raka terus menerus melihat Aleta, dan membuat Aleta tak nyaman berada di situ. Aleta pun mengajak Reya untuk pergi. Seketika mertua Aleta datang.
" Eh, ada tamu yah !." Ucap ibu mertua Aleta.
" Iya mah, ini temannya kak Joshua." Sahut Reya.
" Ohh begitu, tumben teman Joshua bertamu kesini." Ucap ibu mertua Aleta dengan senyuman.
Mereka pun mengobrol dengan seru, tiba tiba Aleta meminta izin untuk ke kamar mandi, begitu juga dengan Raka. Aleta merasa sangat aneh dengan tingkah laku Raka, karena sedari tadi ia terus menerus mengikuti Aleta. Aleta pun berjalan menuju ruang lain, ia ingin memastikan apakah Raka akan masih mengikutinya atau tidak, dan benar saja, Raka terus menerus mengikuti Aleta dari arah belakang.
Aleta menoleh ke arah belakang dan berkata," Heh, kamu ngapain sih ngikutin aku terus !"
" Maaf, aku hanya ingin bertanya dimanakah letak kamar mandinya? karena aku baru pertama kali kesini!" Ujar Raka.
Aleta pun langsung menunjukkan arah kamar mandi disalah satu ruang rumah Reynand dengan jari telunjuknya. Ternyata Aleta sudah berburuk sangka pada Raka, Aleta pun meminta maaf pada Raka karena sudah berlaku tidak sopan padanya. Raka hanya tersenyum kepada Aleta.
Raka segera pergi meninggalkan Aleta , tapi sebelum Raka pergi. Raka membisikkan sesuatu kepada Aleta yaitu "Berhati - hatilah ! ". Perkataannya itu membuat Aleta terkejut serta merinding. Ia tak tahu kenapa Raka mengatakan hal seperti itu padanya. Karena merasa penasaran Aleta menarik tangan Raka dan bertanya padanya apa maksud dari perkataannya itu. Raka tidak menjawab, ia hanya tersenyum kepada Aleta.
" Lihat saja nanti, pasti akan terjadi sesuatu pada keluarga ini." Ucap Raka.
Perasaan Aleta menjadi bercampur aduk penasaran dan juga khawatir, ia benar - benar tak tahu maksud dari perkataan Raka tadi. Hatinya merasa tidak tenang, jantungnya berdetak kencang. Raka pun melepaskan tangan Aleta dengan pelan dan pergi menuju ruang tamu lagi. Ternyata Raka pamit kekamar mandi hanya untuk sebuah alasan, agar Ia bisa berbicara empat mata dengan Aleta. Aleta masih saja terdiam mematung, memikirkan perkataan Raka yang masih terlintas di benak Aleta.
" Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan perkataan Raka." Ucap Aleta dalam hati.
Aleta pun pergi kembali lagi ke ruang tamu. Beberapa jam telah berlalu, akhirnya Raka pergi. Aleta yang melihat kepergian Raka membuatnya merasa lega. Terlihat Aleta, Reya dan Joshua mengantar Raka hingga depan pintu rumah.
Reya yang sedari tadi bosan di rumah mengajak Aleta dan Joshua berjalan - jalan ke taman bersama, karena terus menerus memikirkan perkataan Raka, akhirnya Aleta pun bertanya pada Joshua. Wajah Aleta berubah menjadi serius, tiba - tiba Reya berbicara dan menghentikan pertanyaan Aleta.
__ADS_1
" Oh iya, kak Aleta. Kakak memperhatikan teman kak Joshua tidak ? ku lihat dia selalu melihat ke arah kak Aleta." Ucap Reya.
" Kamu juga melihatnya, ku kira hanya aku saja !" Ucap Joshua.
" Nah, itu yang baru saja ingin ku tanyakan padamu Joshua! kenapa teman mu menatap ku terus menerus sih? Membuatku tidak nyaman." Ucap Aleta.
" Iya, aku juga heran. Kenapa tiba tiba ia datang ke rumah ini dengan alasan mencarimu dan darimana dia bisa mengenalmu?" Ujar Joshua.
" Hufttt, sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Ayo kita pergi sekarang ! kita berkeliling komplek saja, dari pada dirumah terus." Ucap Reya
Mereka bertiga pun setuju dengan perkataan Reya, mereka pergi menuju pagar depan rumah. Seketika para satpam melarang mereka untuk keluar kecuali jika mereka pergi dengan tiga bodyguard milik Reynand.
" Memangnya harus di temani bodyguard ini ? Kita kan hanya ingin memutari komplek ini saja." Ujar Reya yang mulai merasa tidak nyaman dengan keberadaan tiga bodyguard dirumahnya.
" Iya nona, ini perintah dari tuan Reynand." Ucap para satpam dengan tegas.
Akhirnya mereka pun pergi untuk mengelilingi komplek ditemani oleh ketiga bodyguard Reynand. Ingin sekali mereka mengobrol, tapi merasa tidak nyaman dikarenakan ada para bodyguard yang sedari tadi memperhatikan mereka.
Para bodyguard Reynand pun keluar dengan penampilan yang keren serta memakai kaca mata hitam. Aleta, Reya, dan Joshua pun menjadi pusat perhatian orang - orang yang berada di komplek itu.
" Aduhhh, aku jadi malu kalau dilihat seperti itu." Ucap Reya sambil menutup wajahnya.
" Sudahlah, malahan aku suka kalau jadi pusat perhatian. Artinyakan kita keren." Ucap Joshua.
Mereka masih saja berjaga - jaga, Aleta dan Reya pun bingung kenapa mereka tidak kelelahan dan tidak kepanasan dengan cuaca sepanas ini.
Drrttttt
Drrttttt
Handphone Aleta berdering, rupanya ia mendapatkan telphone dari Reynand yang sedang berada di Singapura. Reya pun menyenggol lembut lengan Aleta.
" Telphone dari siapa kak ?" Tanya Reya.
" Telphone dari kakakmu Reynand."
Tanpa berlama lama Aleta pun menagngkat telphonenya. Berhubung mereka sedang bertiga, Aleta pun memanggil Reynand dengan kata sayang.
" Ya, ada apa sayang ?" Tanya Aleta.
" Tumben panggil sayang." Ucap Reynand di telphone sambil tersenyum.
__ADS_1
" Iya, soalnya disini ada Reya sama Joshua." Ucap Aleta dengan nada suara yang pelan.
" Oh, ku kira kamu menaggilku sayang dengan tulus." Ucap Reynand.
" Hehehe." Tawa Aleta.
" Oh ya, kamu dimana ?" Tanya Reynand.
" Eumm, aku sedang berjalan - jalan mengelilingi komplek." Jawab Aleta.
" Kan sudah ku bilang, jangan pergi kemana mana Aleta, kamu gak dengar ucapan suamimu ini hah !" Ucap Reynand.
" Aku bosan dirumah, lagian aku pergi ditemani oleh Reya, Joshua, dan tiga bodyguard milik mu ini." Ujar Aleta.
Sudah beberapa menit terlewatkan Reynand dan Aleta masih saja berbicara di telphone, membuat Reya dan Joshua bosan. Reya pun bertanya kepada Aleta apakah sudah selesai atau belum berbicara dengan Reynand di telphone, Aleta hanya menjawab belum.
Hampir setengah jam Reya dan Joshua menunggu Aleta selesai telphonan dengan Reynand. Karena kesal, Reya pun meminta izin pada Aleta bahwa ia ingin berbicara pada kakak nya. Aleta langsung memberikan handphone nya pada Reya. Ia pun mengambil handphone Aleta dan berbicara pada kakaknya.
" Kak Reynand udahan dulu ya telphone nya bye, muach." Ucap Reya.
" Hey Reya, aku belum selesai bicara dengan A-"
Tiba tiba telphone nya dimatikan oleh Reya, Aleta hanya bisa tertawa hambar. Lalu Reya mengambalikan handphonenya kepada Aleta.
" Ish, kak Reynand ganggu aja deh." Ucap Reya.
" Iya betull, udah gitu terlalu berlebihan. Masa kita jalan jalan ke komplek aja harus ditemani bodyguard." Ucap Joshua.
" Tau tuh, iya kan kak Aleta." Ucap Reya.
" I- iya." Sahut Aleta, Aleta hanya mengangguk saja karena ia tak tahu harus bicara apa.
Para bodyguard yang mendengar percakapan mereka, langsung mengirim pesan kepada Reynand untuk memberitahunya bahwa Reya, Joshua, dan juga istrinya Aleta. Merasa tidak nyaman dengan keberadaan bodyguard itu dan mereka beranggapan bahwa Reynand terlalu berlebihan. Ketika Reynand mengetahui itu semua, Reynand benar - benar marah. Ia langsung menelphone Aleta lagi. Aleta pun mengangkat telphone dari Reynand.
" Aleta !" Ucap Reynand di telphone.
" Ke- kenapa ?" Tanya Aleta.
" Apakah benar. Kamu, Reya, dan Joshua sedang membicarakan hal - hal aneh tentang diriku ?" Tanya Reynand.
Seketika dia terkejut dengan ucapan Reynand di telphone.
__ADS_1
" Kok tuan bisa tahu sih, haduh aku harus jawab apa !" Ucap Aleta dalam hati.
Bersambung...........