Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
I - ini Apa Bunda !?


__ADS_3

I - ini Apa Bunda !?


Mereka semua berkumpul di ruang tamu. Semua pelayan masuk membawakan barang barang dari mobil yang tak lain adalah oleh oleh dari ibu dan ayah mertua Aleta. Terdapat lima kotak besar dengan warna yang berbeda beda.


" Wahhhh, ini apa bunda ?." Tanya Reya dan duduk di sofa.


" Oleh oleh buat kalian." Jawab bunda.


" Asikkkk !!." Teriak Aleta.


Kelakuan Aleta membuat semua orang terkejut. Reynand pun merasa malu akibat perbuatan istri nya.


" Aleta... ." Bisik Reynand dan mencubit lengan Aleta.


" Hehe... ma- maaf semua." Ucap Aleta sambil tertawa.


" Hahaha... gak papa nak Aleta, justru kami senang kalau melihat nak Aleta gembira seperti itu." Ucap ayah mertua sambil tertawa.


" Iya, ayah benar sayang." Ucap bunda dengan senyuman.


Mertua Aleta memberikan satu kotak besar yang di bungkus kan dengan kain kado berwarna pink muda.


Bunda pun berkata, " Sayang, ini hadiah dari bunda sama ayah... dibuka donk."


" I- iya bunda." Ucap Aleta.


Kotak itu terlihat sangat mewah sampai membuat Reya, Joshua, dan Reynand sangat penasaran dengan isi kotak besar itu. Aleta membuka bungkus kado itu perlahan lahan. Lalu terbukalah sedikit demi sedikit dan memperlihatkan sebuah baju kecil yang berwarna warni.


Aleta sangat terkejut melihat nya. Ia pun bertanya, " Bu- bunda, i- ini apa !?."


Aleta mengambil semua baju itu dan memperlihatkan ke mereka semua.


" Ini baju bayi sayang, masa kamu gak tahu... ." Jawab bunda sambil tersenyum.


" Ba- baju bayi !?." Ucap Reynand.


" Iya, ini baju buat anak kalian dan cucu bunda nanti. Gimana bagus kan." Ucap bunda.


" Tapi bunda... aku sama Aleta masih belum mau punya anak." Ucap Reynand.

__ADS_1


" Bunda gak mau tahu... pokok nya kalian harus kasih bunda cucu !." Ucap bunda.


" Sayang, jangan begitu donk. Kasihan mereka nanti tertekan." Ucap ayah.


" Iya tuh... ayah benar." Reynand menyeletuk.


" Aku setuju kok sama bunda." Ucap Reya.


" Aku juga." Ujar Joshua.


" Tuh... Reya sama Joshua aja setuju, masa ayah enggak." Ucap bunda dengan tatapan mata yang tajam.


" Hmm... yaudah deh... terserah bunda saja." Ujar ayah yang pasrah dengan keadaan.


Reynand langsung memasukan semua baju ke dalam kotak dan membungkus kotak itu lagi, dan mengembalikan nya lagi ke bunda.


" Aku tidak mau itu." Ucap Reynand.


" Emangnya kenapa sih sayang, memangnya kenapa kamu belum mau punya anak sih !?." Tanya bunda.


" Soalnya... kami masih ingin bersenang senang bunda, iya kan sayang." Ucap Aleta, langsung memegang tangan Reynand sambil tersenyum.


Tiba tiba tangan Aleta mencubit tangan Reynand, Reynand yang melihat wajah Aleta merasa kalau Aleta sedang memberikan isyarat padanya agar ia setuju dengan perkataan Aleta.


" I- iya bunda, kami mau senang senang dulu." Ucap Reynand, dan mencoba untuk melepaskan cubitan Aleta.


" Oh... kalian mau senang senang dulu yah, yasudah lah... tidak apa apa, tapi jangan lupa yah... permintaan bunda ini. Bunda mau cucu !." Ucap bunda.


" I- iya bunda, tenang saja. Kami pasti akan memberikan bunda cucu kok." Ucap Reynand sambil tertawa hambar.


" Hmm... bagus." Ucap bunda.


Aleta pun langsung melepaskan cubitan nya dari lengan nya Reynand.


" Au... sakit sekali cubitan Aleta ini." Ucap Reynand dalam hati.


" Oh... iya... ada satu lagi kejutan buat kalian." Ucap bunda.


" Wahhh kejutan apa bunda !?." Tanya Reya.

__ADS_1


" Ini dia.... ." Ujar bunda dan mengeluarkan sesuatu dari dalam kotak yang satu lagi.


Tiba tiba tercium bau yang kurang mengenakkan. Ternyata kejutan yang dimaksud oleh ibu mertua Aleta adalah buah durian. Reynand yang melihat nya pun sangat terkejut.


" Ini dia.... buah durian... ." Ucap bunda.


" Uekk... bau banget !!!." Ucap Reynand.


" Eh... tu- tuan, gak suka bau durian yah." Ucap Aleta didalam hati.


" Wah... buah durian... aku mau donk !." Ucap Reya.


" Bibi... ." Panggil bunda.


" Iya nyonya ada apa ?." Tanya bibi, yang salah satu pelayan di rumah Reynand.


" Tolong belah buah durian nya ya bi... terus panggil semua orang yang ada di rumah ini untuk kesini yah... kita makan bareng bareng disini." Ucap bunda dengan senyuman.


" Baik nyonya." Ucap bibi.


" Wahhh... ternyata bunda baik sekali yah... tidak seperti anak nya yang satu ini, selalu membuat orang lain merasa jengkel." Ucap Aleta didalam hati dan menatap ke arah Reynand.


" Uek... bau banget aku gak tahan." Ucap Reynand, langsung pergi ke kamar mandi.


" Eh... Reynand kamu mau kemana !?." Tanya Aleta.


" Aku... uek... aku mau muntah." Ucap Reynand.


" Kak Aleta sini.... kak Reynand emang begitu, dia itu gak suka sama bau durian." Ucap Reya.


" I- iya." Ucap Aleta dan duduk di samping Reya.


" Ish... aku gak mau masuk ke rumah ini lagi ah... rumah ini sudah tercemar dengan bau durian yang sangat menyengat." Ucap Reynand didalam hati sambil menutup hidung nya dan pergi keluar rumah.


Bersambung.....


Tunggu episode selanjut nya yah...😁😁


Bye... kakak kakak manis ku 😘😘

__ADS_1


Selamat membaca...😘😘


__ADS_2