
Beberapa jam telah berlalu, hari semakin gelap, Reynand mengajak Aleta untuk pulang kerumah. Namun, Aleta malah tertidur di sofa, ruang kerja suaminya. Reynand yang melihat istrinya tertidur hanya menghela nafasnya, sembari tersenyum.
" Yaampun, padahal yang lelah aku, tapi kenapa istriku yang tertidur ? " Pikir Reynand.
Reynand menggendong istrinya menuju luar kantor. Sesampainya di luar kantor, Reynand menghampiri mobilnya, dan mendudukkan Aleta di kursi mobil. Para pegawai wanita dikantor Reynand, merasa iri dengan Aleta, akibat perlakuan Reynand yang begitu lembut kepada istrinya.
" Beruntung banget, jadi istrinya pak Reynand, pak Reynand pria yang penyayang, tampan, terus punya tubuh yang bagus banget, " Bisik para pegawai.
" iya, "
Reynand pun mengendarai mobilnya menuju rumah. Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai dirumah. Reynand menggendong Aleta, menuju kamarnya. Joshua yang melihat kedatangan Reynand, langsung menghampirinya.
" Yaampun, lagi-lagi Aleta tertidur-"
" Tutup mulut mu, sebelum aku merobeknya ! Jangan membuat istriku bangun, cepat pergi ! " Suruh Reynand.
" Ih, dasar jutek ! " Cetus Joshua, dan pergi.
" Reynand, k- kenapa ? " Aleta terbangun, akibat suara bisik.
" S- sayang, kamu udah bangun ? " Tanya Reynand, terkejut.
Aleta meminta Reynand untuk menurunkannya. Reynand pun menurunkan Aleta, lalu ia mengajak istrinya untuk pergi ke kamar.
" Ayo ke kamar ! " Ajak Reynand.
__ADS_1
" Sebentar, aku mau makan dulu, laper, " Ucap Aleta.
" Mandi dulu sayang, badan kamu udah bau, " Ujar Aleta, dan menuntun tangan istrinya menuju kamar.
Aleta mencoba untuk mencium bau badannya, namun menurutnya badannya tak bau sama sekali. Sesampainya di kamar, Reynand langsung menutup pintu, dan menguncinya. Aleta yang melihat kelakuan suaminya pun merasa bingung.
Dengan tiba- tibanya Reynand menggendong Aleta, lalu menaruhnya di kasur. Kini perasaan Aleta mulai tak enak.
" Sayang, hari ini aku capek, kamu mau kan, menjadi penawar rasa lelah aku ? " Tanya Reynand, sembari membuka dasinya, dan menindih tubuh Aleta.
" A- apa yang ingin Reynand lakukan padaku ! Ah, yaampun, aku belum siap ! " Batin Aleta.
Perlahan- lahan, Reynand membuka satu demi satu kancing bajunya, dan memperlihatkan dada bidangnya. Wajah Aleta pun memerah, melihat suaminya. Reynand mendekatkan wajahnya, dengan wajah istrinya.
" R- Rey, a- apa yang mau kamu lakuin ? " Tanya Aleta.
CUP...
Dengan cepat, Aleta menutup mulutnya dengan tangannya hingga membuat Reynand tak jadi mencium bibir kecil sang istri. Melihat tangan Aleta yang ia cium, Reynand langsung menghindar.
" Sayang, k- kamu !? " Reynand terkejut.
" M- maaf Rey, a- aku mau mandi dulu ! " Ucap Aleta, dan berlari ke kamar mandi.
" Cih, lagi-lagi kayak gini, sebenarnya Aleta itu kenapa sih ! " Batin Reynand.
__ADS_1
Aleta menutup pintu kamar mandi, dan menguncinya. Jantung berdetak kencang, hingga membuat kakinya bergemetar, wajahnya pun juga memerah akibat malu.
" Hufttt, oke Aleta, tenang ! Beneran deh, aku belum siap sama sekali ! " Ujar Aleta.
Beberapa menit telah berlalu, akhirnya Aleta keluar dari kamar mandi. Baru saja keluar dari kamar mandi, ia sudah disambut dengan ekspresi wajah suaminya yang masam. Reynand merasa kesal, karena istrinya selalu menunda- nunda apa yang ia inginkan.
Aleta merasa bersalah kepada suaminya, namun ia memang belum siap untuk melakukan sesuatu dengan suaminya itu.
" Eum, Rey, aku minta maaf, " Ucap Aleta, sembari membelai pipi suaminya.
Reynand tak ingin melihat wajah istrinya, karena masih kesal.
" Sayang, aku minta maaf, aku belum siap untuk ngelakuin itu sama kamu, " Ujar Aleta.
" Terus kapan kamu siap nya ? " Tanya Reynand.
" Enggak tau, " Sahut Aleta.
" Tuh kan, kamu selalu jawab kayak gitu ke aku ! Udahlah, aku mau mandi ! " Cetus Reynand, dan masuk ke kamar mandi.
" Rey, aku belum selesai bicara-"
BRAKKKK
Reynand membanting pintu kamar mandi, hingga membuat Aleta terkejut. Aleta pun yakin, bahwa suaminya, kini tengah marah padanya.
__ADS_1
Bersambung......