
Joshua terus saja memanggil Raka, namun Raka yang sedang terburu - buru tidak tahu jika ia sedang di panggil. Joshua yang merasa heran dengan Raka kenapa begitu terburu -buru terus saja mengitunya hingga tiba di suatu ruang inap vip.
"Apa Raka ingin menjenguk Reynand, tapi dari mana Raka tahu Reynand sedang dirawat dirumah sakit ini. " ucap Joshua.
Joshua terus saja mengikutinya dari jarak yang tidak begitu jauh. Hingga akhirnya langkah Joshua pun terhenti. Joshua melihat Raka berhenti di sebuah kamar VIP nomer 06. Joshua baru tersadar jika kamar yang ingin dituju Raka bersebelahan dengan kamar Reynand dirawat.
" Itu artinya Raka bukan ingin menjenguk Reynand, tapi dia mau menjenguk siapa di rumah sakit ini? Apa salah seorang anggota keluarganya ada yang sedang dirawat disini? "tanya Joshua dalam hati.
Joshua pun semakin penasaran di buatnya karena yang ia tau Raka tinggal di negara ini hanya seorang diri tidak ada anggota keluarganya di negara ini. Semua anggota keluarganya menetap di Amerika.
"Raka mau bertemu siapa di ruang itu, kenapa kamar itu harus dijaga dengan bodiguard." Ucap Joshua dalam hati.
Joshua yang masih penasaran dengan Raka, terus mengikutinya hingga posisinya agak semakin dekat. Joshua bersembunyi dibalik tembok agar bisa melihatnya lebih dekat lagi. Sesaat salah seorang bodiguard itu membukakan pintu untuk Raka, terlihat ada seorang yang berbaring dengan selang impusan yang sedikit terlihat menempel di tangannya. Pintu itu pun semakin terbuka lebar. Sangat jelas terlihat jika yang sedang dirawat adalah seorang wanita. Joshua yakin yang sedang dirawat adalah seorang wanita karena begitu terlihat jelas rambutnya terurai panjang. Walaupun wajahnya ditutupi dengan perban. Joshua sangat yakin jika yang ia lihat barusan adalah seorang perempuan.
Ketika Joshua ingin melihatnya semakin dekat, tiba - tiba dirinya dipanggil Reya. Joshua sangat terkejut mendengar suara Reya. Ia pun segera menghampiri Reya agar tak ada yang curiga. Ketika Joshua menoleh kekamar itu lagi untuk memastikan apa yang ia lihat, pintunya sudah kembali tertutup rapat.
"Kak Joshua sedang apa mengendap - endap disitu? katanya laper kok cepet banget perginya?" Tanya Reya dengan bawel.
"Huss, kecilkan nada bicaramu!" seru Joshua.
Reya yang sedikit penasaran kembali bertanya dengan Joshua. Tapi kali ini dengan nada suara yang sedikit pelan.
"Ada apaan sih kak? Kepo nih!" Ucap Reya.
Tanpa banyak bicara panjang lebar Joshua menarik tangan Reya, membawanya masuk kedalam kamar Reynand. Reya merasa sakit ketika tangannya di tarik Joshua, sontak langsung melepaskan pegangan tangan Joshua. Reya marah karena Joshua terlalu kencang menarik tangannya.
"Apa -apaan sih kak Joshua sakit tahu!" Seru Reya dengan nada kesal.
"Iya maaf!" Jawab Joshua.
__ADS_1
"Kak Joshua sedang apa sih?" Tanya Reya kembali.
Reynand yang tidak sengaja mendengar obrolan Reya dan Joshua jadi ikut penasaran di buatnya.
"Ada apaan sih kalian berisik banget?" Tanya Reynand kepada Reya dan juga Joshua.
Joshua menceritakan kejadian yang barusan ia lihat kepada Reya dan juga Reynand. Joshua bercerita kalau ia baru saja membututi Raka. Joshua melihat kalau Raka sedang menjenguk seorang perempuan tetapi wajahnya ditutup dengan perban. Bukan hanya itu, kamar wanita tersebut juga dijaga oleh tiga orang bodyguard.
Reynand yang merasa Raka itu tidak penting. Tidak peduli dengan apapun yang sudah dilakukan dengan Raka. Apalagi hubungan dia dengan Raka sangatlah tidak baik. Reynand sangat membenci Raka dikarenakan Raka mencintai istrinya Aleta. Reynand pun memperingati Joshua agar tidak terlalu dekat dengan Raka. Selain itu Reynand juga berpesan agar tidak usah ikut campur dengan urusan Raka.
Reya yang sudah terlalu lama berada di kamar Reynand segera berpamitan untuk kembali ke kamar bundanya agar tidak curiga. Joshua yang merasa sangat lapar karena sewaktu di kantin ia tidak sempat makan akibat membututi Raka. Meminta Reya membelikan cemilan untuknya. Reya yang merasa sudah terlalu lama meninggalkan kamar bundanya menolak permintaan Joshua. Reynand yang kasihan melihat Joshua kelaperan menyuruhnya untuk segera mencari makan.
"Sudah sanah pergi, aku tidak mau nanti kamu pingsan di sini karena tidak sanggup menahan lapar!" ucap Reynand.
"Kamu yakin Rey!" Tanya Joshua balik.
joshua dan Reya pergi meninggalkan Reynand. Ia ke kantin sedangkan Reya kembali ke kamar bundanya di rawat.
Reynand yang awalnya tidak terlalu memikirkan perkataan Joshua. Menjadi kepikiran dengan sosok perempuan yang ditemui Raka di ruangan disebelah kamarnya dirawat. Reynand ingin sekali mencari tahu sendiri kebenarannya, namun ia tidak berdaya dengan kondisinya yang masih sangat lemah sehabis kecelakaan. Entah kenapa semakin Reynand memikirkan wanita itu, ada rasa aneh di hatinya. Jantungnya berdetak sangat kencang. Rasa ini hanya ia rasakan saat berdekatan dengan Aleta. Reynand menjadi sangat gelisah. Ia menjadi semakin penasaran dengan sosok wanita yang ditemui Raka.
"Entah kenapa perasaan aku jadi gelisah seperti ini!" Ucap Reynand dalam hati.
Tak lama kemudian Joshua kembali ke kamar Reynand setelah ia mencari makan ke kantin rumah sakit. Baru saja Joshua membuka pintu, Reynand sudah menunggunya dengan wajah tegang dan langsung menyuruh Joshua agar segera menutup rapat pintunya. Dan lebih mendekat kepadanya. Joshua yang tidak menaruh curiga langsung menuruti perkataan Reynand.
Reynand menjelaskan keinginannya kepada Joshua. Joshua yang mendengarnya kaget di buatnya. Reynand meminta Joshua untuk mencari tahu siapa wanita yang di temui Raka. Joshua yang heran dengan sikap Reynand menjadi bingung.
"Buat apa Rey? Belum lama kamu menasehati ku agar tidak mencampuri urusan Raka, malah sekarang kamu sendiri yang meminta aku untuk menyelidikinya." Ucap Joshua.
"Entahlah Joshua, hatiku merasa bahwa wanita itu tidak asing bagiku. " Jawab Reynand.
__ADS_1
Joshua yang mendengar ucapan Reynand di buatnya semakin bingung dengan permintaan Reynand.
"Mana mungkin Rey, kamu mengenalnya saja tidak!" Ucap Joahua lagi.
"Tolonglah , bantu aku kali ini. Seperti yang tadi aku bilang aku seperti mengenal wanita itu, bahkan hati ini mengatakan aku sangat mengenalnya," Pinta Reynand.
Joshua yang tak tega menolak permintaan Reynand, mengiyakan permintaan Reynand dan akan mencari cara agar ia bisa masuk ke ruangan itu.
Reynand semakin tidak sabar rencana apa yang akan dilakukan Joshua. Ia pun mendesak Joshua agar tidak terlalu lama menyusun rencananya. Ia ingin segera tahu. siapa wanita yang sedang di rawat di sebelah kamarnya.
Di tempat lain Reya yang sudah sampai di kamar bundanya, langsung di cecari pertanyaan oleh bundanya. Lagi - lagi bunda menanyakan Reynand.
"Hari sudah berganti malam tapi kenapa Reynand belum juga menjengukku!" Ucap bunda dalam hati.
Tak lama Reya di suruh pulang oleh bundanya untuk melihat keadaan rumah dan juga kakanya Reynand. Bunda ingin memastikan apakah keadaan Reynad baik - baik saja. Mendengar perintah bundanya Reya segera pamitan kepada ayah dan bundanya untuk pulang ke rumah dan kembali esok. Sekalian Reya juga ingin mengantarkan baju ganti untuk ayahnya. Walaupun sebernarnya Reya bimbang, apa yang akan dikatannya esok ketika ia kembali ke rumah sakit.
"Ayah, bunda Reya pamit pulang dulu yah, besok reya datang lagi. " Pamit Reya.
Ayah pun mengantarkan Reya ke depan pintu kamar. sambil menggandeng tangan Reya.
"Reya, ayah tahu kamu pasti sudah tau apa yang sudah terjadi kepada kakakmu Reynand. Pasti kamu juga bingung apa yang harus kamu lakukan, setelah mendengar keinginan bundamu yang begitu kuat ingin bertemu dengan Reynand." Ucap ayah dengan nada yang sangat pelan.
" Ayah, maafkan Reya semua salah Reya. Diam - diam Reya yang sudah memberitahu sakitnya bunda kepada kak Reynand. Hingga Kak Reynand kecelakaan. " Ucap Reya dengan penuh penyelesaian sambil meneteskan air mata.
" Sudahlah, Reya tidak salah. Biar bunda menjadi urusan ayah. Reya sekarang pulang dan langsung istirahat. " Ucap ayah kembali.
Reya langsung memeluk ayahnya dan segera meninggalkan kamar bundanya.
Bersambung....
__ADS_1