Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Tahan Aja !


__ADS_3

Tahan Aja !


Semakin hari jalanan semakin macet, ditambah lagi dengan sinar matahari yang terik. Aleta merasa mual karena bau kendaraan kendaraan yang membuatnya enek.


" Haduh tuan, kapan kita sampai ?." Tanya Aleta.


" Sedikit lagi, udah deh gak usah ganggu." Ucap Reynand.


" Uek.... ." Aleta merasa mual.


" Ih, kamu kenapa !." Ucap Reynand.


" E- enek tuan, kayak nya mabok kendaraan deh." Ucap Aleta.


" Haduh ada ada aja sih, yasudah tahan saja dulu." Ucap Reynand.


" Gak bisa tuan !." Ucap Aleta.


" Aleta, tahan kalau gak bisa tahan kamu ak-."


Reynand berhenti bicara seketika karena Aleta tiba tiba mengeluarkan pelanginya ( muntah ).


" AHHHH... Aleta !!! ." Teriak Reynand.


Sesampai nya di rumah Aleta....


Sesampai nya disana Reynand langsung ke kamar mandi untuk membersihkan muntah Aleta yang mengenai bajunya. Reynand benar benar marah.


" Tuan, anda tak apa apa ?." Tanya Aleta sambil menggedor gedor pintu kamar mandinya.

__ADS_1


Tiba tiba adik Aleta datang, ia menyuruh Aleta yang baru datang kerumah begitu saja, bukannya menyambut Aleta dengan baik, dia malah langsung menyuruh Aleta untuk mengambil barang barang nya di gudang. Dirumah itu Aleta masih dianggap sebagai pembantu.


Aleta hanya terdiam, tak lama kemudian lagi lagi ibu tiri Aleta datang dang memarahi Aleta seperti dulu. Reynand yang di dalam kamar mandi tidak mendengar keributan itu, jadi Aleta terpakasa melawan mereka berdua sendiri.


" Cepat ambil barang barang adik kamu !." Suruh ibu angkat Aleta.


" Aku gak mau !." Ucap Aleta menolak dengan tegas.


" Dasar anak gak tau diri !." Bentak ibu angkat Aleta yang ingin menampar Aleta.


Reynand pun keluar dari kamar mandi, ia membela Aleta. Tapi mereka semua kaget ketika Reynand hadir dengan penampilan yang tak biasa. Hal yang membuat mereka terkejut Ternyata Reynand keluar hanya menggunakan ****** ********.


" Maaf, saya tidak suka jika anda bersikap kasar pada istri saya !." Ucap Reynand melindungi Aleta di belakang badannya.


Mereka bertiga yang melihat penampilan Reynand hanya terdiam. Tak selang waktu lama ayah angkat Aleta datang, yang tadi nya datang dengan ekspresi wajah tersenyum kini jadi hanya melongo saja melihat Reynand.


Aleta tak bisa berkata apa apa, ia hanya bisa menepuk jidat nya, betapa malunya Aleta ketika melihat suaminya yang seperti itu.


" Apa sih, aku kan lagi belain kamu dari orang orang licik ini !." Bisik Reynand.


" Haduh tuan coba deh tuan lihat ke arah bawah. " Bisik Aleta juga.


Kepala Reynand menunduk ke arah bawah, melihat apa yang Aleta suruh. Kemudian Aleta pun menyuruh semuanya keluar dari kamar dan mengunci pintu kamar nya sebelum Reynand berteriak.


" Tu - tuan, anda tidak apa apa ?." Tanya Aleta dengan wajah tegang nya.


" Diam, jangan beritahu siapapun tentang hal ini !." Ucap Reynand dengan senyuman yang sangat mengerikan bagaikan senyuman iblis.


" Ba - baik tuan." Ucap Aleta mengalihkan pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


Hawa dingin mulai terasa setelah kejadian tadi. Bulu kuduk Aleta berdiri, suasana seperti ada di film film horor, Aleta menoleh ke arah Reynand.


" Apa lihat lihat." Bentak Reynand.


" Ti - tidak tuan." Ucap Aleta.


Tok tok tok.... ada yang mengetuk pintu kamar Aleta.


" Nona Aleta, nyonya menyuruh tuan Reynand dan Nona Aleta untuk makan siang bersama di meja makan. " Ucap pembantu di rumah itu.


Aleta membuka pintu kamar nya, betapa gembiranya ketika ia melihat seseorang itu.


" Bibi, sejak kapan bibi ke sini lagi, setau aku bibi masih dikampung." Ucap Aleta.


" Iya nona, Alhamdulillah anak bibi udah sembuh. Jadi bibi kerja lagi disini deh nona." Ucap pembantu itu dengan senyuman.


Pembantu yang di panggil bibi oleh Aleta adalah satu satu nya orang yang sangat peduli pada Aleta sejak Aleta masih kecil.


" Wah.... syukurlah.... ." Ucap Aleta membalas senyuman bibi itu.


" Wah, nona yang di belakang nona itu tuan Reynand, yaampun ganteng banget." Ucap si bibi itu.


" Iya bi." Ucap Aleta.


" Nona Aleta beruntung sekali yah punya suami yang tampan. Kelihatannya tuan Reynand ini sosok lelaki yang penyayang, pasti nona selalu di manja sama tuan Reynand." Ucap si bibi.


" I- iya bi." Ucap Aleta, menarik tangan Reynand.


" Hallo bi." Reynand menyapa.

__ADS_1


" Yaampun, lembut banget suaranya." Ucap si bibi yang langsung kelepek kelepek.


" Hm, seandai nya bibi tahu, bahwa pria ini lah yang membuat hidup ku lebih menderita dari sebelum nya. Dan bahkan ia menikahi ku hanya untuk balas dendam pada keluargaku. Aku hanya di jadikan sebagai bawahannya saja, bukan sebagai istri." Ucap Aleta di hati nya, sambil menatap ke arah Reynand dengan tatapan rasa sakit hati.


__ADS_2