
Sa - sakit Bunda !!
Aleta dan Reynand masuk ke dalam mobil. Ketika Aleta baru duduk di kursi mobil, Reynand langsung memarahi Aleta tanpa henti. Karena terlalu berisik Aleta menutup kedua telinga dengan tangannya.
" Aleta ! aku ini lagi ngomong sama kamu ! kenapa malah nutupin telinga kamu !!!." Bentak Reynand.
" Tuan sih, berisik banget kayak hewan yang namanya toa." Ucap Aleta.
" Apa ! kayak toa !!." Teriak Reynand.
" Ihhh.... tuan marah marah melulu. Tuan kan udah janji sama aku, kalau tuan gak akan marah marah lagi sama aku !." Ucap Aleta.
Reynand pun terdiam, dan langsung menyetir mobilnya. Setelah Aleta berkata seperti itu Reynand jadi tak bilang apa apa. Suasana di dalam mobil menjadi sunyi, Aleta melirik lirik ke arah Reynand yang sedang menyetir.
" Apa liat liat !." Ucap Reynand, yang masih fokus untuk menyetir.
" E- enggak, siapa yang liat liat. Jutek amat sih." Ucap Aleta.
" Ish... orang udah nanya baik baik." Ucap Reynand.
" Enggak, tuan itu judes, nanya baik baik masa kayak begitu." Ucap Aleta.
" Terserah kamu deh." Ucap Reynand.
Ketika Aleta melihat ke arah jari jari Reynand, ia tak sengaja melihat cincin di jari manis Reynand.
" Tu- tuan." Kata Aleta.
" Apa ?." Tanya Reynand.
" Eum... itu cincin pernikahan kita yah ?." Tanya Aleta.
Reynand langsung menghentikan mobilnya mendadak, sampai sampai membuat kepala Aleta terbentur.
" Aduh... sakit." Ucap Aleta sambil mengusap ngusap dahinya.
" Bukan !." Jawab Reynand, menyembunyikan jari manisnya.
" Ih, bohong." Ucap Aleta menarik tangan Reynand.
" Ih, beneran !! cepat lepaskan tangan mu dari ku Aleta !!!." Ucap Reynand.
" Nggak mau, makanya kasih liat dulu !." Ucap Aleta.
" Aleta lepasin !!!." Ucap Reynand.
Reynand yang menghentikan mobil nya di jalanan membuat kendaraan yang lain berhenti juga. Orang orang pun membunyikan klakson kendaraan mereka.
__ADS_1
* TINNNN......... TINNN....... *
Aleta yang terkejut, langsung memeluk Reynand.
" Ahhh.... ." Teriak Aleta memeluk Reynand.
Deg... Deg... Deg... Deg.....
Suara detak jantung Reynand berdetak kencang, karena pelukan Aleta. Napas nya pun juga terengah engah.
TINNN....... suara klakson kendaraan.
" Awas Aleta, aku mau nyetir lagi ! nanti orang orang tambah marah tau !!." Ucap Reynand.
" I - iya tuan." Ucap Aleta melepaskan pelukannya.
" Woiii.... cepet jalannya. Jangan berenti di tengah jalan donk !!!." Teriak orang orang dari belakang.
Aleta membuka kaca mobil dan berteriak....
" Heh, santai donk. Gak usah nyolot !!!." Teriak Aleta.
Orang orang yang tadinya marah marah menjadi diam seketika. Reynand yang mendengarnya terkejut, dan sedikit tersenyum karena teriakan Aleta itu. Lalu Aleta memasukan kepalanya lagi ketika Reynand menjalankan mobil nya.
* Di Perjalanan.... *
" Gak disangka, kamu berani juga yah, sama orang orang tadi." Ucap Reynand.
" Masa sih." Ucap Reynand meragukan hal itu.
" Iya, lagian sih mereka gak sabaran. Aku kan jadi kesel. Aduh tuan, nanti mereka kejar kita gak yah. Aku takut nih." Ucap Aleta, memegang tangannya Reynand.
" Hmm... ." Reynand tersenyum.
" Ih... kok malah ketawa, aku serius tuan !." Ucap Aleta.
" Kenapa kamu malah takut. Padahal kan mereka yang takut sama kamu tadi, gara gara kamu nyolot." Ucap Reynand sambil tertawa.
" Ih tuan, yang bener donk." Ucap Aleta.
" Iya beneran." Ucap Reynand.
" Ih tuan mah.... ." Ucap Aleta dan membuang pandangannya ke arah lain.
" Ih terserah..... ." Ucap Reynand.
* Sesampainya Dirumah *
__ADS_1
Sesampainya dirumah Aleta di sambut dengan pelukan hangat dari ibu mertuanya dan senyuman manis dari Reya. Sedangkan Reynand lagi lagi kena omelan dari bundanya.
" Awas aja yah kamu Reynand, kalau tinggalin Aleta lagi dijalanan rumah sakit." Ucap bunda.
" Bunda, ini bukan salah tuan, eh maksud ku Reynand. Sebenarnya aku yang mau pulang sendiri." Ucap Aleta dengan ekspresi wajah yang sedih.
" Tuh kan, bunda denger sendiri. Aleta yang mau pulang sendirian." Ucap Reynand.
" Iya... iya ... bunda minta maaf." Ucap bunda.
" Tapi bunda, dari tadi Reynand marahin aku terus dijalanan." Ucap Aleta.
" Reynand. Apa benar, yang dikatakan oleh Aleta ?." Tanya Bunda.
" Sial, perempuan ini kenapa malah ngomong yang enggak enggak." Ucap Reynand didalam hati.
" I - itu.... ." Reynand tak tahu harus berkata apa.
" Dasar kamu yah." Ucap bunda menjewer telinga Reynand.
" Aduh... duh, sa - sakit bunda !!." Ucap Reynand.
" Biarin... biar kamu kapok, makanya jangan galak galak sama istri kamu !." Ucap Bunda.
" Hahahahahha...... makanya, jangan galak galak sama kak Aleta." Ucap Reya sambil tertawa.
" Jangan ketawa kamu, dasar adik nyebelin !." Ucap Reynand.
" Bunda, kak Reynand tuh jahat." Ucap Reya.
" Kamu juga, udah gede masih.... aja ngadu." Ucap Bunda menjewer telinga Reya juga.
" Aduh, bunda sakit." Ucap Reya.
" Hahaha emang enak, dijewer juga." Kata Reynand.
" Ih... apaan sih, dasar kakak nyebelin." Ucap Reya.
Aleta hanya melihat mereka saja tanpa berkata apa apa.
" Kalian ini bertengkar.... terus, ayo itu bunda. Bunda hukum kalian berdua !." Ucap bunda.
" Ta - tapi bunda." Kata Reynand.
" Eum.... sayang, di meja makan sudah disiapkan makan siang buat kamu. Kamu makan yang banyak yah, nanti bunda nyusul setelah menghukum mereka berdua ini." Ucap bunda kepada Aleta sambil tersenyum.
" I - iya bunda." Sahut Aleta.
__ADS_1
Bunda Reynand membawa Reya dan Reynand pergi sambil menarik telinga mereka berdua.
" Ih... ternyata sifat bunda kalau sedang marah sangat menyeramkan yah." Ucap Aleta di dalam hati.