Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Marahnya Aleta


__ADS_3

Marahnya Aleta


TINNNNNN......


Supir mobil truk itu membunyikan klakson mobil nya.


" Aleta !!!." Teriak Reynand.


" AHHHHH !!." Teriak Aleta.


Reynand memeluk Aleta serta mendorong nya ke pinggir trotoar, mereka berduapun selamat dari tabrakan truk itu. Tangan Aleta tergores sedikit, sedangkan kepala Reynand terluka akibat terbentur.


" Akh.... ." Reynand merintik kesakita.


" Tu- tuan !." Aleta terkejut.


Orang orang berdatangan menghampiri mereka, kendaran kendaraan yang tadi nya sedang berjalan dengan tenang, jadi berhenti akibat kejadian itu. Sedangkan mobil truk yang ingin menabrak Aleta, ia pergi entah kemana.


" Hey, kalian berdua tak apa apa ?." Tanya ibu ibu yang ada disana.


" Iya, kami gak papa." Jawab Reynand.


" Ya ampun mas, itu kepalanya berdarah, gak mau diobatin dulu." Ucap mbak mbak.


" Gak perlu. Ayo Aleta kita pulang." Ucap Reynand.


" Permisi.... ." Ucap Aleta sambil tersenyum tipis.


Orang orang pun mulai bubar. Aleta dan Reynand pergi dari tempat itu menuju mobil merkea yang ada di pinggir jalan.

__ADS_1


" Tuan, tuan mau saya obati dulu lukanya ?, karena darahnya sangat banyak tuan." Ucap Aleta.


" Gak perlu !, ini semua gara gara kamu Aleta. Seandainya kamu gak kabur. Aku gak akan terluka kayak begini." Bentak Reynand.


" Ma - maaf tuan." Ucap Aleta menundukan pandangannya.


" Udah lah, cepat masuk mobil." Bentak Reynand lagi.


Aleta memasuki mobil, mata nya berkaca kaca. Ia benar benar menyesali perbuatannya, seharusnya ia tak kabur dari rumah. Kalau ia tidak nekat kabur dari rumah, pasti kejadian seperti ini tidak akan terjadi.


Lalu Aleta membuka pintu mobil dan pergi.


" Aleta kamu mau kemana, mau kabur lagi hah !." Ucap Reynand.


" Aku mau pergi membeli perban, untuk mengobati kepala tuan yang terluka tau." Ucap Aleta, dengan ekspresi wajah yang masam.


" Reynand udah deh diem !. Aku tuh mau obatin kamu, dan seharusnya kamu itu bersyukur tau !!!." Bentak Aleta.


" Kamu berani bentak aku !." Ucap Reynand.


" Iya, kenapa hah. Udah deh diem aja kamu !." Bentak Aleta lagi.


" Ih Ale- ."


" Diam !!!."Teriak Aleta.


Reynand melihat ke arah Aleta.


" Apa liat liat !." Bentak Aleta.

__ADS_1


" Si - siapa yang ngeliatin kamu." Ucap Reynand menjauh dari Aleta yang sedang ganas.


Reynand langsung diam, dan tak berkata apa apa lagi. Aleta pun langsung pergi, kaki nya gemetaran karena sudah membentak Reynand tadi. Jantung nya berdetak kencang, bibir pun juga bergetar.


" Aduh.... badan ku lemas semua.... ." Ucap Aleta berjalan dengan tidak seimbang seperti orang yang sedang mabuk.


Reynand menunggu di dalam mobil. Tak lama kemudian Aleta pun datang dengan luka di dengkul nya. Reynand menanyakan kenapa dengkul Aleta terluka.


" I - itu kenapa ?." Tanya Reynand.


" Abis jatuh di jalanan gara gara nangkep kodok di jalanan." Ucap Aleta.


" Kodok !?." Reynand terkejut.


" Udah sini, gak usah banyak omong. Cepet sini aku obatin." Ucap Aleta masuk ke dalam mobil.


Reynand hanya diam dan menuruti apa yang Aleta katakan. Aleta mengobati kepala Reynand yang terluka dengan lembut. Semakin lama semakin dekat, Jantung Reynand berdetak tidak karuan seperti waktu di meja makan. Melihat Aleta yang perhatian seperti itu, membuatnya merasa bersalah karena sudah menyiksa Aleta waktu itu.


Aleta terkejut karena melihat wajah Reynand yang dekat sekali dengannya. Aleta pun langsung mengelap lukanya dengan kencang sekali.


" AHHH.... . " Teriak Reynand.


" Ma- maaf tuan !." Ucap Aleta.


" Aleta.... yang bener donk !!." Bentak Reynand.


" Maaf tuan !!." Ucap Aleta.


Suara bisik dari dalam mobil Reynand serta mobil nya yang goyang goyang membuat orang orang heran, apa yang terjadi didalam mobil itu.

__ADS_1


__ADS_2