
Dokter pun keluar dari ruangan UGD, Raka yang melihatnya langsung bangin dari duduknya dan menghampiri dokter itu.
" Maaf dok, bagaimana keadaan Aleta?" tanya Raka dengan cemas.
"Tenang pak, Nona Aleta sudah ditangani, semoga nona Aleta segera sadar!" jawab dokter.
Raka pun meminta ijin kepada dokter tersebut apakah ia boleh melihat sebentar keadaan Aleta. Namun permintaan itu di tolak oleh dokter, dokter melarangnya dengan keras walau hanya sebentar. Untuk saat ini hanya suster dan dokter saja yang diperbolehkan masuk keruangan Aleta. Raka hanya diijinkan melihat Aleta dari balik kaca jendela kamar dimana tempat Aleta dirawat.
Raka semakin terpukul, ia begitu sedih melihat Aleta terbaring sakit.
"Apa yang harus aku lakukan? tidak mungkin aku memberitahu Reynand jika Aleta sedang dirawat di rumah sakit ini, aku bisa mati dibuatnya!" Ucap raka dalam hati.
Raka yang tertunduk lesu sambil menatap Aleta merasa tidak rela jika ia harus kehilangan Aleta lagi untuk kesekian kalinya. Bahkan Raka mempunyai rencana akan memindahkan Aleta ke rumah sakit luar negeri. Raka ingi Aleta mendapatkan perawatan yang terbaik. Selain itu ia juga ingin membuat Aleta semakin jauh dengan Reynand , bahkan hingga melupakan Reynand. Raka ingin Aleta menjadi orang baru ketika ia sadar nanti. Entah apa yang sudah meracuni pikiran Raka hingga ia bisa berpikiran sejauh itu.
Di sisi lain Reynand yang khawatir dengan keadaan bundanya, segera menuju kamar bundanya setelah mengantarkan polisi kedepan pintu. Setibanya di kamar bundanya. Reynand menatap wajah bundanya dengan wajah penuh khawatir. Ia selimuti tubuh bundanya dan membelai lembut rambutnya. Reynand sangat menyayangi bundanya melebihi apapun. Ia tidak menyangka apa yang ia takuti akhirnya terjadi juga. Padahal kejadian yang sudah menimpa istrinya Aleta sebisa mungkin ia tutupi dari bundanya.
"Bunda maafkan Reynand, sampai saat ini masih saja membuat bunda khawatir. " ucap Reynand dalam hati sambil mengecup kening bundanya.
Joshua yang menyaksikan kepanikan Reynand hanya bisa menepuk pundaknya Rsynand , mengisyaratkan bahwa semua akan baik - baik saja.
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengarlah suara ketukan pintu dari luar.
Tok... tok...
Rupanya yang datang adalah pelayan dan seorang dokter pribadi keluarga Reynand. Dokterpun segera dipersilakan masuk dan segera memeriksa keadaan bunda Reynand. Reynand memperhatikan setiap tindakan yang dilakukan dokter pribadinya kepada bundanya. Reynand terlihat sangat cemas begitu juga debgan Joshua.
" Bagaimana keadaan bunda saya dok? Apa perlu dibawa kerumah sakit?" Tanya Reynand kepada dokter.
"Tidak usah pak, nanti juva ibu akan sadar. Ibu hanya shok saja. Tolong jangan menceritakan kejadian apapun yang bisa membuat pikirannya tertekan. Karena hal ini dapat membahayakan kesehatan jantungnya." Jawab dokter itu, sambil membuatkan resep obat.
Dokter pun berpamitan kepada Reynand dan juga Joshua, dokter itu juga menyerahkan selembar kertas yang berisi resep obat untuk bundanya Reynand agar segera di beli dan diminumkan setelah bundanya sadar nanti. Reynand pun menyiruh pelayan untuk mengantarkan dokter hingga pintu depan rumahnya. Reynand juga meminta Joshua pergi ke apotik untuk membeli obat yang sudah ditesepkan dokter untuknya.
Reynand menarik kursi meja rias bundanya dan meletakkannya disamping tempat tidur bundanya. Ia ingin menggunakan kursi itu itu duduk disamping bundanya. Ia Ia duduk di kursi itu sambil memegangi tangan bundanya. Sambil berharap bundanya segera sadar. Tak lama Ayah Reynand pun datang. Ayah Reynand sangat kaget melihat keadaan istrinya. Karena ketika ayah pergi ke kantor istrinya dalam keadaan baik baik saja.
"Rey, apa yang terjadi? Kenapa bunda bisa seperti ini?" Tanya Ayah Reynand.
Reynand pun meminta maaf kepada ayahnya, dan menjelaskan semua kejadian yang sudah membuat bundanya hingga pingsan. Ayah mendengarkannya dengan sangat antusias. Mendengar penjelasan dari Reynand. Ayah memaklumi semua tindakan yang sudah Reynand ambil. Ia pun tidak menyalahkan Reynand sedikitpun tentang apapun yang sudah terjadi. Ayahmencobah menghibur Reynand agar tetap tenang dan bersabar tentang semua yang sudah menimpah istrinya Aleta dan juga bundanya. Ayah mengatakan agar Reynand tetap berfikir dengan jernih. Tidak mendahulukan emosi agar semua bisa dalam keadaan tenang dan tidak menimbulkan masalah baru. Ayah pun memeluk Reynand dengan penuh kasih sayang sambil menepuk nepuk pundaknya Reynand.
"Kamu istirahat dulu Rey, Bibi bilang kamu belum makan apa -apa sejak semalam! kamu butuh banyak tenaga untuk mencari istrimu Aleta, jika kamu yakin Aleta masih hidup. Kuatkanlah keyakinanmu, jangan biarkan istrimu menunggumu terlalu lama. " Ucap ayah.
__ADS_1
Mendengar perkataan ayah, Reynand jadi kembali semangat lagi. Reynand seperti mendapat enegi baru dalam tubuhnya.
"Ayah benar, aku tidak boleh larut dalam kesedihan. Aku harus bangkit. Tak akan ku biarkan Aleta menunggu ku terlalu lama!" ucap Reynand dalam hati.
Reynand pun ijin ke kamarnya. Di depan pintu kamar bundanya Reynand bertemu dengan salah seorang pelayan rumahnya yang menjaga di depan pintu , takut takut jika bundanya sadar nanti membutuhkan sesuatu. Reynad pun menyuruh pelayan itu untuk menyiapkan makan untuknya.
Sesampainya dikamar Reynand membersihkan dirinya, ia berinisiatif untuk mandi terlebih dulu agar badannya segar setelah itu baru ia makan. Tak butuh waktu lama untuk Reynand mandi. Reynad tak ingin membuang buang waktu ia ingin segera mencari istrinya Aleta ketempat dimana pak polisi menemukan baju Aleta. Reynand yakin semua kejadian yang menimpa Istrinya Aleta sudah di atur sedemikian rupa oleh si penculik dengan rapih. Agar ia maupun pihak kepolisian tidak dapat membongkar kejahatannya.
Setelah mandi Rsynand terlihat sangat segar, Ia menggunakan kaos putih dan celana jeans berwarna biru. Tak lupa Reynand menyemprotkan minyak wangi ke tubuhnya. Ia tidak ingin terlihat rapuh oleh penculik istrinya. Reynand pun sangat yakin kalau penculik igu pasti sudah menyuruh anak buahnya untuk mengawasi segala gerak gerik Reynand.
Dengan santai Reynand menuruni anak tangga kamarnya menuju ruang makan. Makanan sudah tertata dengan rapih di meja makan. Reynand memakan makanan yang sudah di siapkan untuknya dengan lahap.
"Aku harus makan banyak agar aku punya energi untuk mencari Aleta! " Gumam Reynand di dalam hati.
Pelayan yang melihat Reynand makan dengan terburu buru tidak seperti biasanya merasa sedikit khawatir. Pelayan itu takut Tuannya akan tersendak. Dengan cepat Reynand menghabiskan makanannya. Setelah itu ia kembali ke kamarnya bundanya untuk melihat keadaan bundanya. Sekalian Reynand juga ingin berpamitan kepada ayahnya untuk mencari Aleta kembali.
Ayah sangat senang melihat keadaan Reynand yang sudah tidak terpuruk lagi. Ia bangga kepada putra nya. Karena putranya bukanlah orang yang lemah. Yang dengan mudahnya dapat dihancurkan. Ayahpunmemberikan semangat kepada Reynand agar tidak pantang menyerah dalam mencari menantunya Aleta.
"Carilah nak istrimu, dan bawa pulang kembali kerumah ini!" ucap ayah sambil memeluk Reynand.
__ADS_1
Bersambung...