Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Terpaksa Menelphone Samuel


__ADS_3

Krekkk...


Reynand membuka pintu kamar mandi, dan keluar dengan penampilan yang biasa. Ia memakai kaus berwarna hitam, Reynand menatap ke arah istrinya yang sedang duduk di atas kasur. Wajah Aleta masih saja terlihat muram, Reynand tak tahu apa yang harus ia lakukan agar istrinya bisa ceria lagi seperti biasa.


Reynand menghampiri Aleta, lalu ia memeluk istrinya lagi. Aleta mendorong Reynand dengan lembut. Reynand tak tahu kenapa istrinya terus- menerus menolak pelukannya.


" Aleta, kenapa kamu selalu menolak pelukanku sih ?" tanya Reynand.


" Eumm, aku lagi gak mau dipeluk !" ucap Aleta.


Reynand mengusap- usap lembut kepala Aleta sambil tersenyum. Tiba- tiba bunda Reynand datang ke kamar Reynand. bunda Reynand langsung membuka pintu kamar begitu saja.


" Reynand, Aleta, kenapa kalian malah berduaan di kamar hah ! Kan sedang ada tamu, kalian malah bermesraan disini !" ucap bunda Reynand.


" I- iya bunda, kita berdua nanti datang ke ruang tamu," ucap Reynand.


" Enggak, cepat sekarang !" ucap bunda yang langsung menarik tangan Reynand dan Aleta.


Mereka berdua langsung turun ke lantai satu, menuju ruang tamu. Terlihat Raka sedang berdiri, ia ingin berpamitan kepada kedua orang tua Reynand untuk pergi. Raka sangat senang melihat Aleta, namun ia kurang suka ketika melihat tangan Aleta digenggam oleh Reynand.


Setelah bersalaman kepada ayah tiri Reynand, ia menghampiri bunda Reynand untuk bersalaman juga. Pada saat bersalaman dengan bunda Reynand, tatapannya selalu tertuju kepada Aleta.


Reynand yang melihatnya langsung menyembunyikan istrinya dibelakang tubuhnya. Wajahnya yang masam membuat Reynand tak enak untuk dipandang.


" Tante, om. Aku pamit dulu ya," ucap Raka dengan senyuman.


" Iya hati- hati ya," ucap bunda dan ayah Reynand.


Raka langsung keluar rumah ditemani oleh Joshua, sesampainya di depan pintu Raka menoleh ke arah Aleta, tiba- tiba Raka langsung mengedipkan satu matanya ke arah Aleta.


Aleta hanya terdiam sambil memandang Raka, Reynand yang melihatnya merasa kesal, seketika ia menutup kedua mata istrinya agar tidak melihat Raka.


" Joshua !" bentak Reynand.


" I- iya Reynand," ucap Joshua dan langsung menarik tangan Raka menjauh dari Reynand dan Aleta.


Raka sudah mulai jauh dari mereka, Aleta menyingkirkan tangan Reynand dari matanya agar ia bisa melihat kembali. Reya yang melihat tingkah laku kakaknya merasa kesal, akibat sifatnya yang terlalu cemburuan.


" Ih kakak, gak usah lebay- lebay deh, emangnya kenapa sih kalau kak Raka kayak begitu sama kak Aleta," ucap Reya kepada Reynand.

__ADS_1


" Iya lah... kakak itu harus selalu waspada sama sifat pria yang kayak begitu. Nanti kalau dia ngerebut Aleta dari kakak gimana ! kamu mau tanggung jawab !" ucap Reynand.


Bunda dan ayah Reynand hanya tertawa melihat tingkah laku anak mereka. Sejak kecil Reynand dan Reya memang tidak pernah akur, mereka selalu bertengkar, serta tidak pernah mau mengalah.


Beberapa menit kemudian Reynand dan Aleta pergi ke kamar. Aleta langsung berbaring di atas kasur Reynand. Ia masih saja melamun akibat kejadian tadi. Karena wajah Aleta terus menerus terlihat sedih, Reynandpun berusaha untuk menghibur istrinya, layaknya Aleta yang sedang mengiburnya disaat dia sedang kesal.


Reynand sudah melakukan berbagai cara, namun Aleta masih saja terlihat sedih. Reynand tak tahu lagi untuk berbuat apa, supaya istrinya periang seperti dulu. Tiba- tiba ia teringat pada Samuel dan kucingnya itu.


" Hmm, apa aku panggil Samuel sama kucing caper itu saja ya ?" ucap Reynand dalam hati.


Ia tak mau melihat istrinya yang terus menerus bersedih, dengan terpaksa akhirnya Reynand ingin menelphone Samuel. Reynand mengambil handphone milik Aleta untuk menelphone Samuel.


" R- Reynand, kamu mau ngapain pakai handphone aku ?" tanya Aleta.


" Udah diam saja, oh ya, apa paswordnya. Aku mau liat handphone kamu !" ucap Reynand.


" Paswordnya tanggal pernikahan kita," sahut Aleta.


Seketika wajah Reynand tersipu malu, karena ucapan Aleta.


" Reynand sebenarnya kamu mau ngapain sih ?" tanya Aleta.


Aleta terkejut, ia bertanya kepada suaminya, untuk apa dia menelphone kak Samuel. Aleta takut jika Reynand bertemu dengan Samuel pasti mereka berdua akan bertengkar.


" Ja- jangan !aku tidak mau kalau nanti kalian berdua perang !" ucap Aleta.


" Gak akan !" ujar Reynand.


Reynand langsung menelphone Samuel, lalu manyuruh Samuel untuk datang kerumahnya dan membawa kucing peliharaannya juga datang kerumah Reynand.


Reynand menunggu Samuel sembari menghibur Aleta. Bukannya terhibur dengan Reynand, Aleta malah menjadi kesal akibat Reynand terlalu menggaggunya. Akhirnya Reynand disuruh keluar oleh istrinya sendiri.


" Aduhhh, kamu berisik deh ! kalau berisik keluar aja sana ! orang lagi bad mood malah diganggu !" ucap Aleta.


" Iya- iya maaf sayang," ucap Reynand yang langsung terdiam.


Tak lama kemudian, Samuel sampai didepan rumah Reynand. Lalu para satpam mempersilakan Samuel untuk masuk. Reynand yang mendengar suara mobil pun langsung menuju ke depan rumahnya.


Samuel keluar dari mobilnya, Reynand menghampiri Samuel dan menariknya ke kamarnya. Muel hanya mengikuti Samuel saja sedari tadi. Pada saat diruang tamu, bunda, ayah, dan Reya melihat Samuel.

__ADS_1


" Wah, tamu siapa lagi ini ?" tanya bunda kepada Reynand dengan senyuman.


" Ini tamu aku bunda," sahut Reynand yang masih menarik tangan Samuel.


" Oh.. kalau begitu bunda suruh pelayan membuatkan minuma-"


" Gak usah bunda, aku sama Samuel lagi buru - buru," ucap Reyannd dengan senyuman.


Reya yang melihat Muel langsung berlari ke arahnya. Terlihat Reya sangat senang meihat kedatangan Muel.


" Muelll !" teriak Reya.


Reynand terkejut ketika Reya berlari ke arah Muel, seketika Reynand menggendong Muel dan menarik tangan Samuel menuju kamarnya untuk menghindari Reya, adiknya.


Mereka berdua berlari dengan sangat terburu- buru, lalu masuk ke kamar Reynand dan langsung menutup pintu kamarnya. Samuel melihat Aleta yang sedang duduk dikasur dengan wajah sedih.


" Reynand, Aleta kenapa ? kok mukanya sedih begitu ?" tanya Samuel.


" Nah itu dia, aku suruh kamu datang kesini untuk membantuku menghibur Aleta," ucap Reynand.


" Hmm, Aleta !" panggil Joshua.


Aleta menoleh ke arah Joshua, ia terkejut melihat kedatangan Joshua. Seketika Aleta berlari menghampiri Samuel.


" Kak Samuel !" ucap Aleta berlari ke arah Samuel.


Samuel melihat Aleta ingin memeluknya, Samuel pun bersiap- siap untuk memeluk Aleta sambil memejamkan matanya. Reynand langsung memeluk Samuel, dan akhirnya yang terkena pelukan Aleta adalah Reynand. Aleta memeluk Reynand dari arah belakang.


Samuel yang sudah bersiap- siap untuk mendapatkan pelukan Aleta, seketika tidak jadi. Reynand menghalangi pelukan Aleta, maka dari itu yang dipeluk Samuel bukanlah Aleta, melainkan Reyannd.


Pada saat dipeluk Reynand, Samuel merasakan hal yang aneh dari tubuh Aleta. Ia heran kenapa Aleta menjadi lebih tinggi, badannya juga besar. Karena ingin tahu, Samuel membuka matanya.


Tiba- tiba wajah Samuel mejadi pucat ketika melihat wajah Reynand yang berada dekat di depan wajahnya.


" Aahh, ngapain kamu didepan ku begitu !" bentak Samuel.


" Makanya jangan coba- coba buat memeluk istriku ini !" ucap Reynand.


" Iya deh maaf,"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2