
Pijitan
Aleta mendobrak pintunya dengan tendangannya yang dasyat. Dan secara tiba tiba, Aleta melihat Reynand dengan posisi terjengkang. Reynand yang terkejut melihat Aleta tiba tiba masuk ke kamar mandi ketika ia sedang telanjang.
" AHHH !!! ALETAAA !!!." Teriak Reynand, dan langsung menutupi tubuhnya menggunakan handuk.
" Ahhhh !!! Ma- maaf tuan !!!." Ucap Aleta, langsung menutup pintu kamar mandinya.
Aleta pun duduk di kasur. Jantung nya berdetak kencang sekali. Aleta hanya memegangi dada nya terus menerus karena terkejut. Ia melihat tubuh Reynand yang kedua kalinya, rasa malu yang Aleta rasakan sangatlah luar biasa baginya, ketika mengingat kejadian yang baru saja terjadi.
Tak selang waktu beberapa detik, Reynand keluar dari kamar mandi, Reynand melihat Aleta yang sedang duduk di kasurnya dengan pipi yang merah merona. Suasana menjadi canggung, Aleta pun masuk ke kamar mandi.
Selesai Mandi dan Shalat Shubuh
" Eum.... tuan." Ucap Aleta.
" Apa ?." Tanya Reynand.
" Eum... a- aku... ." Kata Aleta.
" Diam, gak usah omongin masalah tadi. Lebih baik lupakan saja, dan berfikir kalau kejadian itu tidak pernah terjadi !." Ucap Reynand.
" Bukan soal itu tuan." Ucap Aleta.
" Terus, apa ?." Tanya Reynand.
" Eum, aku mau obatin kaki tuan, kayaknya keseleo yah." Ucap Aleta.
" Gak usah, mending aku langsung ke dokter aja." Ucap Reynand.
" Ih gak usah, buang buang uang tahu." Ucap Aleta.
" Terserah donk." Ucap Reynand.
Tiba tiba kaki sebelah kiri Reynand Aleta pegang, Reynand terkejut dengan kelakuannya itu.
" Ng - ngapain kamu !." Ucap Reynand.
__ADS_1
" Mau mijitin kaki tuan." Ucap Aleta
" Emang kamu bisa ?. " Tanya Reynand.
" Bisa donk." Jawab Aleta, dan langsung memijit kaki Reynand.
Beberapa menit kemudian, Reynand terbawa suasana, ia tertidur pulas. Lalu secara tiba tiba Aleta menekan kaki Reynand di area yang sakit. Reynand terbangun.....
" AHHH !!!." Teriak Reynand.
Teriakan Reynand sangatlah kencang, sampai membuat semua orang datang ke kamarnya, keluarga serta pelayan pun juga datang.
Ibu mertua dan ayah mertua Aleta juga datang, dan menanyakan hal yang sama kepada Reynand. Dan para pelayan mengintip dari depan pintu kamar Reynand.
" Hey, ada apa ini ?." Tanya bunda.
" Iya, kalian ini lagi ngapain sih ?." Tanya ayah.
" Aku lagi memijat Reynand bunda, ayah." Jawab Aleta.
" Oh... terus, Reynand kenapa teriak kayak begitu !?." Tanya ayah.
" Oh... kalau begitu, ayah aja yang memijat sini." Ucap ayah.
" Nah, pasti pijatan ayah enak." Ucap bunda.
Ayah tiri Reynand pun memijat kaki Reynand dengan kekuatannya yang luar biasa.
Krakkk....
" Ahhh !!!." Teriak Reynand.
" A - ayah, kok kelihatannya sakit banget sih, ayah jangan pake tenaga kuat kuat." Ucap bunda.
" A - aduh ayah, sa - sakit !!!." Ucap Reynand.
" Sakit, masa sih. Orang pelan kok." Ucap ayah.
__ADS_1
Krakkk...
" Ayah !!! aku udah gak tahan, mendingan aku ke dokter aja !." Ucap Reynand dan langsung berlari keluar kamar.
" Kayak nya kamu gak perlu ke dokter deh Reynand, soalnya kan kaki kamu udah sembuh, kamu juga udah bisa lari lagi." Ucap bunda sambil tertawa.
" Eh, iya yah. Aku udah bisa lari." Ucap Reynand.
" Hahahaha.... idiot." Ucap Reya sambil tertawa.
" Dasar adik gak sopan !." Bentak Reynand.
" Udah udah, gak usah bertengkar, kalau begitu ayo kembali lagi ke kamar masing masing." Ucap bunda.
Semuanya pun kembali lagi ke kamar mereka masing masing.
" Tuan, masih sakit gak kakinya ?." Tanya Aleta.
" Enggak !." Jawab Reynand.
" Tuan mau aku pijitin lagi ?." Tanya Aleta dengan senyuman.
" E - enggak !." Ucap Reynand dan langsung menjauh dari Aleta.
" Emangnya kenapa tuan ?." Tanya Aleta lagi.
" Pijitan kamu itu bisa bikin orang jantungan tau ! dikit dikit pelan, terus tiba tiba langsung kenceng. Aku heran padahal badan kamu kecil, kurus. Tapi kenapa tenaganya kuat banget." Ucap Reynand.
" Masa sih, tuan aja kali yang lemah." Ucap Aleta.
" Enak aja, dasar perempuan nyebelin !!." Ucap Reynand.
Aleta tertawa ketika melihat Reynand yang ketakutan begitu. Ia tak menyangka kalau suaminya itu mempunyai kelakuan seperti itu.
" Kuharap tuan melupakan semua niat jahat nya kepada keluargaku. "
" Semoga saja dengan cara ini aku bisa melunakkan hati nya. Aku tak boleh menyerah, demi mempertahankan pernikahan ini."
__ADS_1
" Walaupun keluargaku itu jahat, tapi aku tidak akan membiarkan siapapun meyakiti mereka. "
" Karena mereka sudah merawatku sedari kecil." Ucap Aleta di dalam hati.