Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Dibekap Dari Belakang


__ADS_3

Joshua menceritakan bahwa ia sudah menemukan seseorang yang mau dibayar mahal untuk menjalankan rencananya. Seorang wanita yang mau berpura pura menjadi seorang pasien pengganti yang saat ini sedang dirawat di kamar VIP 06. Reynand dan Joshua akan mengelabui Raka. Raka tidak akan menyadari bahwa yang Raka akui temannya yang sedang sakit sudah berganti tubuh dengan orang lain. Reynand dan Joshua sudah tidak sabar menanti waktu itu tiba. Waktu dimana mereka akan memulai rencana yang sudah disusun sedemikian rapihnya agar tidak ada kesalahan sedikitpun. Sedangkan Reya terlihat sangat khawatir. Reya takut jika ia tertangkap basah oleh bodygurdnya Raka.


"Entah apa yang akan terjadi nanti jika aku benar - benar tertangkap. Oh Tuhan aku tidak bisa membayangkannya. Kenapa aku bisa terlibat dalam ide gila ini hanya karena sebuah cincin?" Gerutu Reya dalam hati.


Joshua yang melihat Reya mondar mandir tidak karuan menjadi khawatir. Ia akan mengacaukan rencana yang sudah ia dan Reynand susun dengan matang.


"Rey, apa kamu yakin kita akan melibatkan Reya dalam rencana ini?" Tanya Joshua dengan Ragu.


"Ya, hanya Reya yang bisa melakukannya. Kamu tidak usah khawatir." Jawab Reynand.


"T-tapi Rey, coba kamu lihat wajah Reya terlihat sangat panik! " Ucap Joshua kembali.

__ADS_1


"Aku yakin adikku yang cantik ini tidak akan pernah mengecewakan ku!" Ucap Reynand dengan percaya dirinya.


"Aku akan berusaha kak! " Jawab Reya dengan lesu sambil menepuk kepalanya sendiri.


Cahaya bulan sudah semakin terang, hingga tak lagi malu menampakkan wajahnya. Ayah dan bunda sudah sampai dirumah dengan selamat. Kehadiran mereka disambut dengan senyum bahagia. Kamar bunda sudah dirapikan serapih mungkin agar bunda semakin nyaman ketika istirahat. Bunda menuju kamar dengan menggunakan kursi roda dengan dibantu suaminya. Sebenarnya bunda ingin sekali menemui Reynand dikamarnya sebelum ia masuk ke kamar dan istirahat. Tapi pelayanan mengatakan bahwa tuan Reynand belum pulang dari kantor. Rupanya semua pelayan disuruh tutup mulut oleh Reya. Bunda akhirnya mengurungkan niatnya untuk ke kamar Reynand. Ia pun segera ke kamarnya. Ayah membantu bunda berdiri dari kursi rodanya dan memapahnya ketempat tidur.


"Oh nyaman sekali tempat tidur ini. Rasanya aku sudah meninggalkannya dalam waktu yang cukup lama." Gumam bunda dalam hati.


"Terimakasih ayah sudah mau di repotkan." Ucap bunda sambil memegang tangan ayah.


"Iya sayang" Jawab ayah.

__ADS_1


Di tempat kamar Aleta dirawat.


Terlihat Joshua sedang mengamati kamar VIP 06. Raka masih belum menyadari kalau saat ini ia sedang dimata matai. Raka juga belum mengetahui jika kamar Reynand bersebelahan dengan kamar Aleta.


"Lama sekali Raka perginya, sebentar lagi aku yakin Raka akan meninggalkan kamar itu." Ucap Joshua dengan yakin.


Benar saja tak lama kemudian Raka keluar dari ruangan itu, meninggalkan Aleta dengan ketiga bodyguardnya.


Joshua yang sudah memastikan Raka meninggalkan ruangannya, segera kembali kekamar Reynand untuk menjalankan rencana selanjutnya. Didalam kamar Reynand terlihat Reya sudah mengenakan baju suster. Begitu juga dengan wanita yang ia bayar untuk menjadi pasien pengganti sudah mengenakan baju pasiien lengkap dengan wajah yang sudah dibalut dengan perban. Jika sepintas terlihat sangat mirip dengan pasien yang diakui sebagai teman Raka.


Reya sudah bersiap untuk masuk ke kamar VIP 06. Dengan membawa botol impusan serta tiga kotak nasi yang sudah diberikan obat tidur dan obat pencahar. Rupanya Reya telah memasukkan obat tidur ke satu kotak makan sedangkan dua kotak lagi ia berikan obat pencahar. Saat Reya akan melangkahkan kakinya lebih jauh lagi. Ternyata ada yang menarik tangannya dari belakang dan membekap mulutnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2