
Korban Sinetron
Di Kantor Reynand
Terlihat Reynand sedang bersandar di kursi kerjanya melihat pemandangan perkotaan dari balik jendela kantornya . Lama kelamaan wajahnya menjadi masam, hatinya merasakan rindu yang luar biasa kepada istrinya.
Reynand berdiri, berjalan ke sekeliling ruangannya. Sudah beberapa kali ia berputar putar di tempat yang sama, namun otak dan hatinya masih saja memikirkan Aleta.
" Huftt, lain kali aku bawa foto Aleta sajalah, ke ruangan ini supaya tidak kepikiran dia terus." Gumam Reynand.
Tok.. Tok.. Tok
Suara ketukan pintu terdengar dari luar ruangan Reynand, ia pun menyuruh orang tersebut untuk masuk. Seketika halusinasi Reynand mulai muncul, pegawai yang baru masuk itu berubah menjadi Aleta setelah di pandang oleh Reynand. Melihat Aleta yang berada di depannya pun membuat Reynand terkejut. Reynand pun langsung berjalan ke arah pegawai itu.
" Pak saya ingi- " Seketika ucapannya berhenti.
Pegawai itu terkejut ketika Reynand memeluknya dengan erat secara tiba tiba. Pegawai kantor itu tak tahu apa yang terjadi dengan Reynand sampai ia memeluk pegawainya. Halusinasi Reynand tak juga hilang setelah beberapa menit telah berlalu. Pagawai kantor itu tak tahu apa yang harus ia lakukan, ia pun hanya terdiam ketika dipeluk oleh Reynand.
" Aku kangen tahu sama kamu !" Ucap Reynand.
" I- iya pak, saya juga kengen sama bapak." Ucap pegawai itu.
Seketika Reynand terkejut, kenapa suara Aleta berubah menjadi suara pria, dan memanggilnya dengan sebutan bapak. Reynand juga merasakan keanehan dari tubuh Aleta.
" Loh, kenapa tinggi badan Aleta bertambah yah. Terus badannya serasa lebar begini. Ba- baunya, seperti bau parfum pria." Ucap Reynand dalam hati.
Reynand pun memandang istri nya lagi, seketika ia terkejut ketika melihat orang yang berada di depannya. Ternyata yang sedari tadi ia peluk adalah pegawai kantornya, bukanlah istrinya. Sontak Reynand langsung melepaskan pelukannya.
" Pak, apakah anda baik baik saja ?" Tanya pegawai itu.
" Ma- maaf, saya salah orang. Sepertinya tadi itu saya sedang berhalusinasi." Ucap Reynand menolehkan kepalanya ke arah lain.
" Ohh, bapak kangen yah sama istri bapak." Ucap pegawai itu dengan sambil tersenyum.
" Jangan sok tahu kamu !" Ujar Reynand.
" Iya pak, maaf. Saya juga kangen kali pak, sama istri saya. Saya selalu lembur di kantor, pulang larut malam. Mau ketemu sama istri sama anak, tapi istri dan anak saya udah tidur. Terus pagi pagi langsung berangkat ke kantor. Waktu saya sama keluarga saya sangat sedikit pak. Makanya saya bisa merasakan apa yang sedang bapak rasakan." Ucap pegawai itu panjang lebar.
" Memangnya kamu sudah punya istri dan anak ?" Tanya Reynand.
__ADS_1
" Iya pak. " Jawab pegawai itu.
" Yasudah, kalau begitu kamu saya izinkan libur selama satu hari. " Ucap Reynand.
" Be- benar nih pak !" Ucap pegawai itu.
" Iya." Sahut Reynand.
" Terimakasih banyak pak, kalau begitu saya pamit ke ruangan kerja saya dulu ya pak." Ucap pegawai kantor Reynand dan pergi meninggalkannya.
" Eh tunggu dulu, berkas nya jangan di bawa !" Ucap Reynand.
Pegawai itu pun memberikan berkas yang Reynand inginkan. Lalu pegawai itu langsung pergi dari ruangan Reynand. Reynand kembali lagi ke meja kerjanya dan duduk sambil melihat berkas berkas yang dibawakan oleh pegawai kantor tadi.
Beberapa jam telah berlalu, Reynand merasa sangat bosan jika tidak ada Aleta yang menemaninya. Setiap kali ia merasa bosan, pasti Aleta akan selalu mengganggunya dan akhirnya membuatnya tertawa karena tingkah laku Aleta yang menggemaskan. Tapi sekarang suasana yang Reynand rasakan sangat berbeda. Suasana nya terasa sangat sunyi.
Reynand merasakan kerinduan yang luar biasa kepada Aleta, sedangkan Aleta malah sedang bersenang senang dirumah karena tidak ada Reynand.
Di Rumah Reynand.
Terlihat Aleta sedang berlompat lompatan di atas ranjang suaminya. Ia berlari sana berlari sini karena saking gembiranya. betapa senangnya ia ketika tidak ada satupun orang yang mengganggunya. Beberapa menit kemudian Aleta menyalakan televisi untuk ia tonton. Satu jam pun sudah ia lalui, tapi tetap saja Aleta masih memandang televisinya dengan serius.
" Huhhh, filmnya masalah melulu sih ! bikin bosen aja, dikit dikit romantis dikit dikit masalah. Banyakan masalahnya dibanding sama romantisnya ! Jadi kesel deh !" Ucap Aleta.
Karena merasa bosan Aleta pun mengganti filmnya menjadi film kartun. Di film itu terlihat ada dua anak kembar yang satu botak dan yang satu lagi mempunyai satu helai rambut melingkar dikepalanya.
" Nah.. ini baru seru ! filmnya ." Ucap Aleta.
Lalu Reya datang menghampiri Aleta. Ia melihat Aleta yang tangah duduk sambil menonton televisi di kamar. Reya pun ikut menonton televisi bersama dengan Aleta.
" Kak Aleta, kita nonton film derektif aja yuk !" Ucap Reya.
" Gak mau !" Ucap Aleta.
" Yahhh, filmnya seru tahu !" Ucap Reya.
Reya pun mengganti filmnya menjadi film detektif . Beberapa menit kemudian Joshua datang ke lantai dua dan mendengar kegaduhan dari dalam kamar Reynand. Karena merasa penasaran Joshua pun menghampiri kamar Reynand.
Terlihat Reya dan Aleta sedang berebut remot televisi. Joshua pun berlari dan menghentikan mereka berdua dan mengambil remot televisi itu.
__ADS_1
" Sudahlah, jangan berebut. Memangnya kalian ini sedang apa sih, sampai berebut remot televisi begitu !" Ucap Joshua.
" Ihh, aku mau nonton film detektif kak Joshua !" Ucap Reya.
" Kalau aku maunya nonton film kartun Si Kembar !" Ucap Aleta.
" Kalau begitu kenapa malah perebutan, Reyakan punya televisi sendiri di kamar. Kenapa gak nonton di kamar saja." Ucap Joshua.
" Tapi televisi aku gak enak kak. Enakan nonton televisi di kamar kak Reynand, soalnya televisinya lebih besar. Lagi pula kalau nonton sendirian gak seru kan !" Ucap Reya.
Mereka berdua pun langsung mengambil remot televisi dari tangan Joshua, dan kembali berebutan. Karena kesal melihat kelakuan mereka berdua, akhirnya Joshua pun mengambil remotnya lagi dan mengganti filmnya menjadi film sinetron tentang konflik rumah tangga.
" Yahhh, kok film sinetron sih !" Ucap Aleta dan Reya.
" Udah cukup, aku aja yang milih filmnya. Film sinetron itu seru tahu, apa lagi yang tentang rumah tangga." Ucap Joshua.
Beberapa menit kemudian, terlihat mereka bertiga menonton film sinetron itu dengan sangat serius. Reya dan Aleta sampai geram sendiri menontonnya. Sedangkan Joshua malah tersenyum senyum sendiri.
" Ihh, lama banget sih ngungkapin perasaan nya ! bertele tele banget ! " Ucap Reya.
" Iya, kalau aku sih gak perlu malu malu. Kalau emang suka sama seseorang, langsung aja nyatain perasaanku sama orang yang aku suka." Ucap Aleta.
" Itu karena kamu gak punya malu Aleta ! makanya kamu langsung nyatain perasaan kamu ke dia." Ucap Joshua.
" Enak aja !" Ujar Aleta.
Beberapa menit telah berlalu, tiba tiba Joshua menangis akibat film sinetron itu, karena kisah dari film itu yang mengharukan. Terlihat Joshua sedang terharu dengan pengorbanan dari tokoh perempuan yang ada di film tersebut. Ternyata tokoh wanita yang ada di film sinetron itu mencintai pria yang sudah menikah. Ketika pria yang ia cintai ingin kecelakaan, sang wanita tersebut menyelamatkan pria itu dari kecelakaan itu.
Lalu wanita itu pun tertabrak mobil hingga terpental jauh, dan terjadilah pendarahan di kepalanya. Akhirnya wanita di tokoh itupun meninggal. Seketika tangis Joshua pecah, membuat Aleta dan Reya terkejut, kenapa Joshua sampai menangis seperti itu.
" Sedih banget sih filmnya." Ucap Joshua sambil menangis tersedu sedu dan mengusap air matanya dengan tisu.
" Yaampun kak Joshua lebay amat sih ! sampe nangis bombay begitu. ini kan cuma sinetron ajah ka! bukan beneran. Lagian memangnya ka Joshua udah punya pacar, jadi tau gimana rasanya ditinggalin sama orang yang dicintai " ledek Reya.
" Diam kamu Reya !" Ucap Joshua.
Aleta dan Reyapun menertawakan Joshua yang sedang menangis akibat sinetron yang mereka tonton.
Bersambung.....
__ADS_1