Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Pergi Ke Rumah Ibu Mertua


__ADS_3

" Yaampun bunda, mereka berdua kan sedang makan, masa bunda tanya begituan, " ucap ayah.


" Tapi ayah, bunda penasaran, " ucap bunda.


" Hm, biarkan mereka saja yang tahu, " ucap ayah.


" Yasudah deh, " ucap bunda dengan wajah yang masam.


Aleta dan Reynand merasa lega. Untung saja ayah, menyuruh bunda untuk tidak penasaran dengan kejadian malam kemarin. Mereka pun melanjutkan sarapannya.


Setelah selesai sarapan, Reynand dan Aleta kembali ke kamar lagi. Tiba- tiba Aleta mengajak Reynand untuk pergi ke rumah orang tua angkatnya. Namun Reynand menolak, karena ia masih kesal dengan ibu mertuanya itu.


Sudah beberapa kali Aleta membujuk suaminya supaya mau ke rumah orang tua Aleta, tapi tetap saja Reynand tak mau. Namun, Aleta masih saja berusaha membujuk suaminya itu.


" Reynand, mau donk, sekali aja kok kita ke rumah orang tua angkatku, " ucap Aleta.


" Aku gak mau Aleta, lagi pula aku juga mau ke kantor, " sahut Reynand.


Aleta terus- menerus membujuk Reynand, karena sudah lelah menolak permintaan Aleta, akhirnya Reynand hanya pasrah saja dengan istrinya. Jika dia terus- menerus menolak permintaan Aleta, pasti Aleta tak akan berhenti bicara, dan hanya membuatnya tambah pusing.


" Yaudah deh, ayo kita ke rumah orang tua kamu itu, " ucap Reynand.


" Asikkk !! makasih sayang, " ucap Aleta dan mencium pipi Reynand.


Deg, deg


Reynand terkejut ketika istrinya menciumnya secara tiba- tiba.


" Ih, Aleta, jangan c- cium aku mendadak begitu donk ! k- kalau aku jantungan gimana ! " ucap Reynand dengan gugup.


" Hehe... maaf, " ucap Aleta sambil tersenyum.


Lalu Reynand dan Aleta bersiap- siap untuk pergi. Sebelum pergi mereka berdua meminta izin kepada bunda dan ayah mereka.


Di Perjalanan


Terlihat wajah Aleta tengah berseri- seri. Betapa gembiranya dia, ketika ingin mengunjungi rumah orang tua angkatnya. Reynand yang sedang menyetir mobil, juga ikut senang melihat istrinya seperti itu.


" Hmm, Aleta benar- benar perempuan yang aneh. Kenapa dia segembira itu ketika ke rumah orang tua angkatnya. Padahalkan, mereka sudah jahat dengannya. Sebenarnya hatinya itu terbuat dari apa sih ? " pikir Reynand.


Di perjalanan Aleta selalu mengajak ngobrol Reynand tanpa henti. Reynand yang sedang mengemudi merasa terganggu.


" Oh ya Rey, nanti kita mampir dulu gak, ke toko buah, sama toko kue ? " tanya Aleta.


" Iya donk, masa kita gak bawa apa- apa buat orang tua kamu, " jawab Reynand.


" Oh ya, nanti mau beli kue apa ? " tanya Aleta lagi.


" Terserah kamu, " sahut Reynand.


" Terus, kalau buah, kamu mau beli buah ap-"


" Yaampun Aleta, kamu nanya terus sih, capek aku jawabnya, " ucap Reynand.


" Iya, maaf tuan," ucap Aleta.


Seketika Reynand terkejut ketika Aleta memanggilnya dengan sebutan tuan lagi. Ia pun memberhentikan mobilnya secara mendadak.


" Aleta, tadi kamu bilang apa ? " tanya Reynand dengan wajah yang serius.


" Iya, maaf tuan, " sahut Aleta.

__ADS_1


" Jangan panggil aku tuan, aku ini kan suami kamu, masa di panggil tuan, " ucap Reynand.


" Iya maaf sayang, aku kan teringat masa- masa aku masih menjadi istri bayaran kamu, " ucap Aleta.


" Kenapa ? kamu sedih ya, atau kamu marah sama aku ? kalau begitu aku minta maaf, " ucap Reynand.


" Bukan, ih mending kamu nyetir mobil lagi aja, jangan berhenti sembarangan. Ini jalan raya tahu, " ucap Aleta.


" Iya, " ucap Reynand dan menjalankan mobilnya lagi.


" Aku itu sering senyum- senyum sendiri tahu, kalau ingat waktu dulu, pas kita masih kayak atasan dan bawahan, " ucap Aleta.


" Kok senang, kenapa ? " tanya Reynand, yang fokus mendengar cerita Aleta.


" Ya soalnya, dulu itu kamu suka kan sama aku, tapi kamu itu masih malu- malu buat ngungkapinnya. Terus kamu juga sebenarnya perhatian sama aku, tapi kamu masih malu buat nunjukin rasa perhatian kamu itu, " ucap Aleta.


" E- enggak, kapan aku kayak begitu ! " ucap Reynand.


" Ih pernah, waktu itu aja, kamu pernah cemburu, pas ngeliat aku sama kak Samuel berduaan, iya kan, jujur ! " ucap Aleta.


" K- kapan, aku gak pernah cemburu kok ! " ucap Reynand dengan wajah yang sedikit malu.


" Yang waktu di taman itu loh, masa gak ingat, waktu itu aja, pas kamu mau nyatain perasaan kamu, kamu ngomongnya gugup banget, terus lama banget lagi. Haduh, rasanya aku mau ketawa, " ucap Aleta.


" Ih diam, aku malu tau kalau ingat soal itu ! " ucap Reynand.


" Iya- iya, bercanda doank, " ucap Aleta.


" Jangan buka aib suami, emangnya kamu mau kalau kualat, " ucap Reynand.


" Iya, Reynand ku, hahaha... " ucap Aleta sambil tertawa.


" Yang pas waktu malam- malam itu kamu ngomongnya kayak gini, A- Aleta, s- se-sebenarnya aku itu... aku itu... aku itu... haduh, aku gak bisa nahan ketawa lagi... hahahahaha.... " Ucap Aleta sambil tertawa terbahak- bahak.


Aleta masih saja tertawa, dan membuat Reynand menjadi emosi. Sepanjang jalan, Aleta selalu menggoda Reynand hingga sampai disebuah toko kue Aleta masih saja menggoda suaminya. Aleta membeli beberapa cake kesukaan keluarga angkatnya. Setelah membeli kue mereka pun mampir ke sebuah toko buah, yang tak jauh dari tokoh kue yang mereka beli. Aleta sangat antusias memilih aneka buah segar yang akan menjadi buah tangan untuk keluarganya. Reynand hanya memperhatikan tingkah istrinya sambil sesekali tersenyum kecil melihat istrinya begitu semangat.


Sudah setengah jam Aleta belum juga selesai membeli buah, Karena tak sabar akhirnya Reynand menghampiri Aleta . Reynand sangat terkejut dengan kelakuan istrinya yang sedang menawar belanjaannya. Reynand pun marah dibuatnya hingga berteriak kencang ditelinga Aleta.


" Aleta ... apa yang kamu lakukan, kamu pikir suami mu ini tidak mampu untuk membayar semua belanjaannya hingga kamu harus menawar. Pantes saja kamu belanjanya lama!" ucap Reynand dengan nada yang keras.


" Loh disini kan memang boleh ditawar, kita kan beli banyak, kan lumayan bisa dapet diskon dari abangnya!" jawab Aleta dengan polosnya.


"Aleta ... kamu ini!" ucap Reynand sambil menahan marah.


Reynand pun langsung menutup mulut Aleta dengan telapak tangannya. Agar Aleta berhenti menjawabnya. Reynand segera menyuruh penjual itu menghitung semua buah yang sudah istrinya pilih dan menyuruhnya untuk memasukan kedalam mobil. Reynand pun mengeluarkan beberapa uang seratus ribuan tanpa menghitungnya terlebih dulu.


" Maaf pak ini uangnya kebanyakan. " ucap penjual buah.


" Gak apa - apa mas ambil aja sisanya untuk tambahan modal. Maafkan istri saya sudah merepotkan masnya tadi! jawab Reynand dengan sopan.


Penjual itu pun merasa sangat senang, seperti kedatangan malaikat, sedari tadi pagi rupanya jualannya sangat sepi. Ia pun berkali - kali mengucapkan terimakasih kepada Reynand. Tak lupa penjual itu pun mendoakan Reynand dan juga Aleta agar segera memiliki momongan.


Reynand mendengar ucapan penjual itu pun sangat senang, Reynand tak lupa mengaminkan ucapan penjual buah itu. Reynand dan Aleta segera memasuki mobil mereka dan melanjutkan perjalanan kerumah orang tua angkat Aleta.


" Reynand kenapa kamu marah ketika aku menawar tadi? apa kamu malu? Tapi sayang jika cara belanjamu seperti itu apa kamu tidak takut bangkrut?" tanya Aleta.


" Mana ada cantik , anggap saja kita sedang menolong orang yang sedang kesulitan. " jawab Reynand sambil mencubit lembut pipi Aleta.


" Kesulitan? dari mana kamu tau penjual itu dalam kesulitan?" tanya Aleta balik.


" Iya sayang memangnya kamu tidak memperhatikan penjual tadi wajahnya sangat ceria ketika kamu masuk ketokonya dan membeli banyak sekali buah. Seketika wajahnya berubah masam ketika kamu tawar. Menurut aku pasti hari ini jualannya sepi, dan bisa jadi kitalah pembeli pertama hari ini. Jadi mulai hari ini hentikan kebiasaan kamu menawar belanjaan ya," jawab Reynand.

__ADS_1


Aleta pun menjawab dengan anggukan perkataan suaminya, sambil memikirkan kembali perkataan Reynand. Aketa mereasa sangat bersalah. Dibenaknya terpikir , sudah berapa orang yang sudah ia susahkan.


" Udah dong jangan sedih, kan mau ke rumah orang tua kamu, masa sedih nanti dipikiran mereka kamu tidak bahagia, " ucap Reynand kembali sambil maengusap kembut rambut Aleta.


Aletapun menjawabnya dengan senyuman. Sudah satu jam berlalu, akhirnya mereka berdua sampai di rumah orang tua angkat Aleta.


" Aleta , aku tunggu di sini aja ya! ucap Reunand


" Yah ko gitu, masa aku sendiri, kamu ikut tapi kamu gak mampir, mana bisa begitu sayang. kamu ikut yah ! " bujuk Aleta.


Tanpa menjawab perkataan Aleta Reynand langsung keluar dari mobilnya dengan ekspresi wajah yang sedikit murung. Aleta yang melihatnya langsung mengejarnya.


" Reynand, kamu marah sama aku ? " tanya Aleta.


" Menurut kamu aku ini marah atau enggak hah !? " tanya Reynand balik.


" Enggak, " jawab Aleta.


" Yaudah, dasar gak peka ! " ucap Reynand dan pergi meninggalkan Aleta.


" Ih sayang, kamu baperan banget sih ! " ucap Aleta.


" Gak usah panggil aku sayang, males aku dengernya, " ucap Reynand.


" Dih, yaudah, " ucap Aleta dan menghentikan langkahnya.


Aleta membiarkan suaminya untuk datang pergi sendiri. Ia ingin tahu, apakah Reynand akan menyapa ibu mertuanya sendiri, atau Reynand akan memanggil istrinya untuk menemaninya.


Dari jauh Aleta hanya melihat Reynand. Ketika sampai di depan rumah orang tua angkat Aleta, Reynand hanya diam di depan pintu. Sedangkan Aleta hanya tersenyum melihat suaminya. Reynand ingin membunyikan bell rumah. Namun, ia masih ragu, karena ia tak pernah ingi bertemu dengan orang tua angkat Aleta.


" Hm, pasti Reynand bakalan samperin aku lagi," ucap batin Aleta.


Reynand masih saja berdiri di depan pintu, ia berpikir, apakah dia harus masuk sendiri, atau memanggil Aleta. Tapi, jika dia memanggil istrinya, Reynand sedikit gengsi. Karena Reynand sedang marah dengan istrinya.


" Haduh, aku tekan bellnya gak ya, sebrnarnya males banget ketemu sama orang tua Aleta, tapi masa aku harus ke Aleta. Ih, gengsi banget, yasudah lah, " ucap Reynand dan menekan bell rumah orang tua angkat Aleta.


Ting- Nong


Tiba- tiba ada yang ibu angkat Aleta yang keluar dari dalam rumah. Aleta yang melihatnya langsung terkejut.


" Loh, kok Reynand gak samperin aku sih, ish, ternyata dia beneran marah sama aku, " ucap Aleta dengan wajah yang masam.


Reynand yang melihat ibu angkat Aleta, langsung tegang. Ia tak tahu apa yang harus dia lakukan.


" Haduh, kok aku jadi tengang begini sih, ketika bertemu dengan ibu mertua ku, " ucap batin Reynand.


" Eh, Reynand, kamu ke rumah mamah ya, oh ya, kamu ke sini sendirian, mana Aleta ? " tanya ibu angkat Aleta.


" Oh, A- Aleta ikut kok, dia ada di belakang ku, " ucap Reynand sambil menunjuk ke arah Aleta.


Seketika Reynand terkejut, ketika melihat istrinya tidak ada di belakangnya.


" Mana, gak ada ? " tanya ibu angkat Aleta.


" Loh kok Aleta malah menghilang sih, " ucap batin Reynand.


" Mana Reynand, Aletanya ? " tanya ibu angkat Aleta lagi.


Deg, deg....


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2