Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Amarah Reynand


__ADS_3

Amarah Reynand


Mereka pun berjalan menuruni tangga, menuju ruang makan. Aleta melepas kan genggaman tangannya ke Reynand. Ia lebih memilih melepaskannya dibanding memegang tangan suaminya.


" Kok dilepas ?." Tanya Reynand.


" Gak papa tuan, lagi pula tuan tak mau kan jika ku pegang tangan nya." Jawab Aleta.


" Oh.... . Ya benar, aku memang tak mau jika kau memegang tangan ku." Ucap Reynand.


Aleta pun jalan sambil melihat ke arah anak tangga yang sedang ia sedang turuni. Reynand melihat ke arah Aleta, sebenarnya di dalam hatinya ia ingin memegang tangan Aleta. Lalu Reynand pun menggapai tangan Aleta perlahan lahan dengan rasa ragu. Dengan tak sengaja tangan Reynand menyenggol tangan Aleta, Aleta pun menoleh ke arah Reynand.


" Kenapa tuan, kok menyentuh tangan ku ?." Tanya Aleta.


" Gak sengaja." Ucap Reynand mengalihakan pandangannya ke arah lain.


" Hehehe... jangan jangan tuan mau gandengan yah dengan ku." Ledek Aleta.


" Enggak, jangan kepedean deh." Ucap Reynand.


" Masa.... ." Ucap Aleta sambil tersenyum.


" Beneran !." Bentak Reynand.


" Iya tuan maaf, aku kan hanya bercanda." Ucap Aleta.


Tiba tiba tak sengaja kaki Aleta terdandung kaki nya sendiri dan jatuh berguling guling dari tangga.


BRUK.....


Aleta merasa kesakitan dan memegang kaki nya. Keluarga nya hanya diam saja ketika melihat Aleta terjatuh. Reynand pun menghampiri Aleta dan menggendong nya ke meja makan. Jantung Aleta berdetak tidak karuan.


Ibu dan adik Aleta merasa kesal karena Aleta diperlakukan seperti itu oleh suaminya.


" Cih, kenapa perempuan gak tau diri itu di perlakuakan seperti itu sih !." Ucap ibu angkat Aleta dengan nada yang kecil.

__ADS_1


Sesampainya di meja makan Reynand menurunkan Aleta dan menyiapkan kursi untuk Aleta duduk. Aleta sangat terkejut dengan perlakuan Reynand kepada nya.


" Sayang, sini duduk di sebelah ku !." Ucap Reynand dengan senyuman.


" Ma-makasih sayang." Ucap Aleta duduk dengan wajah yang malu.


" Aleta kamu jangan kepedean yah, aku hanyalah berpura pura. Jadi jangan menganggap ini semua sungguhan, lalu berpura pura lah sebagus mungkin di depan mereka." Bisik Reynand.


" Sudah ku duga, tuan hanyalah berpura pura, ternyata dugaanku salah. Ku kira tuan melakukan itu semua dengan tulus." Ucap Aleta dalam hati.


" Nah, sudah kumpul semua, ayo silakan makan ." Ucap ayah angkat Aleta.


Aleta pun makan dengan wajah yang lesu. Reynand yang melihatnya merasa heran, padahal setiap kali Reyannd melihat Aleta makan, Aleta selalu memakan dengan lahap. Adik Aleta yang bernama Sella langsung menyindir Aleta dengan halus.


" Haduh, disini masih ada saja yang tak bersyukur dengan makanan yang sudah diberikan oleh keluarganya. Rasanya keluarga nya ini tidak dihargai, padahal dia sudah dirawat oleh keluarganya. Dasar perempuan gak tau diri." Ucap Sella.


Aleta hanya terdiam, karena ia tahu bahwa orang yang dimaksud Sella, adalah dia. Reynand yang mendengar nya pun merasa kesal, namun Reynand menahan amarah nya. Tapi Sella dan ibu nya malah semakin menjadi. Ucapan mereka itu semakin keterlaluan, sedang kan ayah nya Aleta hanya diam saja dan tak berkata apapun untuk membela Aleta.


" Hey Reynand." Panggil Sella.


" Aku heran, kenapa kau ingin menikahi perempuan tak tahu diri seperti Aleta, dari pada kau menikahi Aleta lebih baik kau menikah dengan ku saja. Lagi pula aku ini sudah sangat sempurna dibanding dengan Aleta, benar kan mah." Ucap Sella dengan sangat percaya diri.


" Iya donk sayang." Ucap ibu nya Sella.


" Iya yah, kamu benar juga. Kamu lebih sempurna dari pada Aleta." Ucap Reynand.


Aleta terkejut mendengar perkataan Reynand tadi, hati nya terasa sakit.


" Kamu itu sangat sempurna bagiku Sella, kamu punya sifat yang tidak Aleta miliki. Aku saja sampai kagum dengan sifat mu ini." Ucap Reynand sambil tersenyum.


" Tuh kan aku benar, memangnya sifat ku yang tidak dimiliki Aleta itu apa saja, sebut kan donk dengan suara yang lantang aku ingin dengar, agar Aleta tahu bahwa suaminya lebih mengagumi orang lain." Ucap Sella.


" Eum, menurut ku kamu itu wanita yang selalu kepedean, bodoh, mulut mu bagai kan bangkai tikus yang ada di selokan, ketika kamu bicara seakan akan kamu yang paling benar, terlalu percaya diri padahal kamu itu jelek. Lalu sepertinya kamu juga tak punya etika, dan yang terakhir, mulut mu itu bau sekali, jadi kalau bicara jangan di depan orang lain, bisa bisa mereka masuk rumah sakit akibat perbuatanmu itu." Ucap Reynand.


" Puff.... ." Ayah nya tertawa sedikit.

__ADS_1


" Heh, kamu ! Dasar kurang ajar !." Bentak Ibu angkat Aleta.


" Loh kok saya kurang ajar, bukannya itu memang kenyataan." Ucap Reynand.


" Mamah, kenapa mereka jahat pada ku sih memangnya aku ini salah apa." Ucap Sella berpura pura menangis.


" Dasar kamu yah, Aleta dasar kamu anak gak tau diri !." Bentak ibu angkat Aleta, langsung menarik rambut Aleta dengan kencang.


" Ah... sakit." Ucap Aleta.


Reynand yang melihat nya pun merasa sangat marah, ketika istri nya disakiti oleh ibu angkat nya. Amarah Reynand meluap luap, emosinyapun tak tertahan kan. Reynand dengan enteng nya memukul tangan ibu tiri Aleta dengan sangat kencang.


" Cukup !!!." Teriak Reynand.


Semuanya terdiam, Reynand melindungi istri nya. Aleta menangis dipelukan Reynand. Sedangkan ayah Angkat Aleta hanya terdiam dan tak berkutik.


" Jika ada di antara kalian yang menyakiti istri saya, saya tidak akan segan segan melapor kan ini semua ke police, bahkan, bisa saja saya menyuruh police, untuk menghukum mati kalian. " Bentak Reynand.


" Kamu pikir saya takut." Ucap ibu angkat Aleta.


" Diam !." Bentak Reynand.


Suasana pun menjadi sepi, Sella dan ibu nya pun tak bicara apa apa lagi tentang Aleta. Tangan ibu angkat Aleta terluka akibat pukulan Reynand lagi.


" Dan kamu Sella, cepat minta maaf kepada Aleta !." Ucap Reynand.


" Tu- tuan, sudah jangan di perpanjang lagi masalahnya." Bisik Aleta mengelap air matanya.


" Tapi ." Ucap Reynand.


" Cukup tuan, lebih baik kita pergi saja dari sini." Ucap Aleta.


" Hah.... . Yasudah kita akan pulang kerumah ku saja." Ucap Reynand.


Reynand dan Aleta pun pergi dari rumah itu, Aleta juga mengajak bibi nya agar bekerja di rumah Reynand saja untuk menemani Aleta ketika Aleta sedang kesepian.

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang paling buruk bagi Aleta, tak ia sangka hari dimana seharus nya bertemu dengan orang tua yang sangat ia sayangi berakhir dengan buruk.


__ADS_2