
Alam sepertinya tak berpihak kepada Reynand. Lagi - lagi Reynand menemukan jalan buntu. Penculik itu rupanya sudah merencanakan semuanya dengan matang. Plat nomer mobil yang menculik Aleta sudah dilepas sebelum penculik itu melakukan aksinya. Sehingga tidak ada yang bisa melacak keberadaan Aleta.
Reynand marah - marah kepada semua penjaga yang ada di ruang cctv. Kenapa pihak keamanan tidak mengetahui di parkiran telah terjadi penculikan. Tak ada yang yang bisa dilakukan Reynand lagi di ruang cctv itu. Reynand pun segera beranjak meninggalkan ruangan itu dan kembali ke parkiran. Kemudian ia pergi meninggalkan parkiran di pusat perbelanjaan itu untuk mencari Aleta. Reynand memacu mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia sudah tidak memperdulikan keselamatannya lagi yang ia pikirkan hanya Aleta.
" Kemana aku harus mencarimu sayang? apa yang harus aku katakan pada ayah dan bunda,"gumam Reynand didalam hati sambil mengusap air matanya yang tak sengaja jatuh di pelipis matanya.
Pikiran Reynand semakin kacau. Ia tidak bisa lagi mengendalikan dirinya. Ia pun tak tau harus mencari Aleta kemana. Reynand hanya tahu ciri - ciri mobil yang sudah menculik Aleta. Hanya petunjuk itulah yang saat ini yang bisa ia gunakan untuk mencari Aleta. Hari semakin larut tapi ia belum juga bisa menemukan istrinya. Berkali - kali suara handphonenya berbunyi. Reynand hanya menolehnya tapi tak ia angkat. Reynand bingung harus bilang apa kepada keluarganya, Reynand tak sampai hati mengatakan kepada bundanya, kalau Aleta kembali di culik. Pasti ayah dan bundanya marah besar kepadanya karena ia telah meninggalkan Aleta sendirian di dalam mobil.
Reynand menghentikan mobilnya dipinggir jalan , ia menghirup udara sebentar , untuk menghilangkan rasa sesak didadanya. Batinnya begitu tersiksa. Reynand begitu merasa khawatir dengan keadaan Aleta. Untuk kesekian kalinya handpone Reynand berbunyi. Ia mengambil handphonenya dikantong celananya. Rupanya kali ini Joshua yang menelphonenya. Reynand pun memberanikan diri untuk mengangkat telephone dari Joshua. Ia mengatur nafasnya agar terdengar rileks dan agar sedikit tenang.
" Ya hallo.. " jawab Reynand
" Rey, kamu sedang dimana? kenapa belum sampai rumah sudah selarut ini. Kami semua menunggu mu di rumah. Gak ada masalah kan Rey ? " tanya Joshua.
Sempat tidak ada jawaban dari Reynand. Reynand bingung harus menjawab apa. Dengan nada yang sedikit bergetar Reynand pun memastikan bahwa semua baik - baik saja tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Belum selesai Joshua bertanya kepada Reynand, tiba - tiba handphone Joshua di ambil paksa bunda Reynand.
" Rey, kamu dimana nak? dimana Aleta , kenapa kalian belum juga pulang?" Tanya bunda Reynand.
Reynand mengatur nafasnya kembali , ia mencoba menenangkan dirinya agar tidak terdengar sedang panik. Reynand mencoba meyakinkan bundanya bahwa ia dan Aleta tidak apa - apa. Reynand terpaksa membohongi ibunya bahwa masih berada di rumah orang tua angkat Aleta. Reynand mengatakan bahwa Aleta belum mau diajak pulang, dengan alasan Aleta masih sangat rindu dengan keluarganya. Reynand tidak ingin membuat ibunya khawatir, ia pun terpaksa membohongi ibunya. Ia pun memutuskan sambungan telephonenya dan meminta bundanya tidak usah menunggunya pulang. Reynand juga meminta bundanya untuk segera tidur karena sudah larut malam. Ia tidak ingin bundanya sakit.
" Sekarang apa yang harus aku lakukan? " ucap Reynand di dalam hati.
Reynand kembali masuk kedalam mobil dan menjalankan kemudi mobilnya. Matanya tak pernah lelah mencari mobil yang telah menculik istrinya.
__ADS_1
" Tidak mungkin bisa aku mencari Aleta sendirian, aku butuh lebih banyak orang lagi untuk membantu ku. Aleta sudah terlalu lama diculik. Aku tidak ingin Aleta kenapa- kenapa!" Seru Reynand.
Reynand memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia mengendarai mobilnya menuju kediamannya. Setibanya di rumah, Ia segera mencari Joshua. Reynand menuju kamar Joshua , Reynand yakin sudah selarut ini pasti Joshua sudah tidur dikamarnya. Reynand melangkahkan kakinya dengan pelan, ia tidak ingin orang tuanya terbangun dan menanyakan keberadaan Aleta.
Reynand masuk ke dalam kamar Joshua tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ia menarik kasar tangan Joshua agar segera terbangun dari tidurnya. Reynand agak sedikit heran dengan Joshua hingga saat ini masih saja belum berubah. Joshua masih saja tidur hanya mengenakan ****** ***** saja.
" Dasar pria tidak punya adap. Serasa dirumah sendiri! Bagaimana kalau Reya masuk dan tidak sengaja melihat Joshua seperti ini. Reya bisa menjerit histeris dibuatnya, " gumam Reynand di dalam hati dengan nada kesal.
" Joshua bangun !,"Ucap Reynand dengan nada yang pelan.
Walaupun Reynand membangunkan Joshua dengan kasar tetapi ia tetap dengan suara yang lembut agar tidak membuat Joshua kaget.
" Reynad, apa apaan kamu, ngapain kamu disini. Bukannya aku sudah menghias kamar mu seindah dan seromantis mungkin. Seperti yang kamu mau. Bukannya menikmati malam ini bersama Istrimu. Kamu malah menganggu tidurku," Ucap Joshua dengan nada yang kesal sambil menarik selimutnya kembali.
" Mau ngapain malam - malam begini. Aku masih ngantuk!" Jawab Joshua.
" Cepat bangun atau kuhajar kau! " Pinta Reynand.
Joshua yang mendengar ancaman Reynand merasa takut dan segera beranjak dari tidurnya. Joshua pun segera bergegas memakai baju sesuai perintah Reynand.
" Ada apa Rey, Kenapa kamu sepanik ini ?" tanya Joshua kembali.
" Sudah jangan banyak tanya. Cepat ikut aku, nanti akan aku ceritakan dijalan, " jawab Reynand dengan cepat.
Joshua yang masih bingung, dengan apa yang sebenarnya terjadi, hanya pasrah mengikuti kemauan Reynand. Ia pun tidak berani banyak bertanya. Ia takut hanya akan membuat Reynand semakin marah.
__ADS_1
Reynand dan Joshua masuk kedalam mobil, sebelum pergi meninggalkan rumahnya ia berpesan kepada securiti dan semua pelayan yang ada di rumahnya untuk tidak memberitahukan kepada keluarganya, bahwa malam ini ia tidak pulang kerumah.
" Ingat kalian semua jangan ada yang salah bicara, jika ada kalian semua akan saya pecat tanpa pesangon dan saya pastikan kalian semua tidak akan dapat pekerjaan dimanapun. Kalian mengerti?" ucap Reynan.
Dengan kompak mereka menjawab. "Baik pak kami mengerti, "
Reynand dan Joshua segera meninggalkan rumah kediaman Reynand. Reynand memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Joshua agak sedikit takut. Joshua pun memberanikan diri, untuk kembali bertanya kepada Reynand.
" Reynand sebenarnya apa yang telah terjadi, dimana Aleta? " Tanya Joshua dengan penuh penasaran dan khawatir.
Mendengar pertanyaan Joshua, Tiba - tiba saja Reynand menghentikan laju mobilnya. Reynand menginjak rem mobilnya secara mendadak hingga membuat kepala Joshua nyaris terbentur. Reynand pun menceritakan kejadian yang telah menimpa Aleta kepada Joshua.
Joshua sangat marah mendengar cerita Reynand. Joshua tidak habis pikir betapa bodohnya Reynand meninggalkan Aleta sendirian diparkiran. Setelah begitu banyak yang sudah Aleta Alami. Reynand beralasan jiika ia hanya tidak ingin Aleta tahu kejutan yang ingin ia berikan.
" Tapi tidak begitu caranya Rey, dengan meninggalkan Aleta sendirian sama saja kamu sudah menaruh Aleta kedalam bahaya. Apa kamu sudah lupa dengan kejadian yang akhir - akhir ini menimpa Aleta?" ucap Joshua dengan sangat marah.
Reynand hanya terdiam, mendengar perkataan Joshua.
" Kamu benar , aku memang bodoh, membuat istriku sendiri dalam bahaya, dan sekarang aku tidak tahu entah apa yang terjadi pada Aleta. " Ucap Reynand dengan nada penuh penyesalan.
" sudahlah tidak ada gunanya menyesali semua yang sudah terjadi. Sekarang kita fokus apa yang harus kita lakukan, agar Aleta segera ketemu. Sebelum keluargamu sadar bahwa Aleta sedang diculik. " ucap Joshua sambil menenangkan Reynand.
Di tempat lain , Aleta yang masih belum sadar akibat obat bius, masih pingsan dibuatnya. Aleta di sekap disebuah rumah mewah diluar kota. Aleta yang masih belum sadar dibawa ke suatu ruangan yang sudah di persiapkan untuknya dari jauh hari. Dibaringkan tubuh Aleta dengan sangat hati - hati di sebuah kasur yang sangat nyaman dan mewah. Rupanya seseorang yang sudah menculik Aleta sudah mempersiakannya sejak lama. Ia sudah merencanakannya dengan matang. Hingga semuanya begitu sangat sempurna. Penculik itu pun beranggapan tidak akan ada seorangpun yang bisa menemukan Aleta, dan mengambilnya dari sisinya. Teramasuk Reynand.
Bersambung.......
__ADS_1