Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Menyakiti Diri Sendiri


__ADS_3

" Halo maaf tuan Joshua, ini saya bibi bagaimana ini tuan Reynand belum juga keluar dari kamarnya? padahal saya sudah berulang kali mengetuk pintu!" Ucap kepala pelayan dengan nada cemas yang menghubungi Joshua melalui handphone miliknya.


" Bi pelankan suara mu, nanti nyonya besar mendengarnya. Biarkan saja Reynand dikamarnya, mungkin ia masih tidur pulas, tidak usah diganggu, " Jawab Joshua sambil memperingatkan kepala pelayan agar mengecilkan suaranya.


Kepala pelayan yang paham dengan perkataan Joshua, segera menaruh sarapan yang ia bawa kedapur. Dan mengakhiri telephonenya dengan Joshua. Kepala pelayan itu pun langsung melanjutkan pekerjaannya.


Joshua yang mendengar laporan dari kepala pelayan tentang Reynand menjadi sedikit khawatir. Joshua yang ketika itu masih dikantor polisi memutuskan untuk pulang kerumah. Padahal awalnya Joshua ingin melanjutkan mencari Aleta. Mendengar perkataan Kepala pelayan di rumah Reynand, Joshua menjadi khawatir. Joshua yang sudah tidak ada lagi urusannya di kantor polisi, segera meninggalkan kantor polisi menuju rumah Reynand. Joshua pun mempercepat laju kendaraannya.


Tak selang berapa lama, Joshua tiba di rumah Reynand. Tanpa banyak basa basi ia langsung menuju kamar Reynand untuk memastikan keadaannya. Ketika sampai di depan kamar Reynand, Joshua mencoba membuka pintu kamar Reynand namun tak bisa. Reynand rupaya sudah mengunci pintu dari dalam. Sesaat Joshua ingin mengetuk pintu kamar Reynand tiba - tiba ia mendengar suara langkah kaki menuju kamar Reynand. Suara langkah kaki itu semakin lama semakin dekat. Joshua yang mendengarnya langsung membalikkan badan untuk memastikan siapa yang datang.


" Kak Joshua sedang apa didepan kamar kak Reynand? awas ya jangan bilang kalau ka Joshua sedang mengintip kak Reynand dan kak Aleta, "Ledek Reya.


" Hus, dasar anak kecil! sembarangan saja kalau bicara. A- aku kesini karena ada urusan dengan Reynand, tapi sepertinya dia masih tertidur pulas, " Jawab Joshua dengan nada yang gugup sambil memperingatkan Reya untuk mengecilkan suaranya.


" ihh kak Joshua, emang kenapa kalau aku berisik? aku kesini disuruh bunda untuk bangunkan kak Reynand." Jawab Reya dengan nada kesal.


Joshua pun menyuruh Reya untuk segera meninggalkan kamar Reynand dan segera kembali ke ruang tamu. Joshua mengatakan bahwa Reynand dan Aleta masih tertidur pulas. Joshua juga mengatakan kalau Reynand dan Aleta Lapar pasti mereka juga akan turun untuk sarapan.


Reya yang mengerti dengan perkataan Joshua, langsung meninggalkan kamar Reynand dan pergi keruang makan bersama Joshua. Ketika sampai di ruang makan, Joshua dan juga Reya di cecar pertanyaan oleh bunda.

__ADS_1


" Loh Reynand sama Aleta nya kok gak ikut turun? " tanya bunda.


" Kak Reynand masih tertidur pulas bunda. Mungkin karena kelelahan." Jawab Reya


Joshua pun mencoba meyakinkan bunda agar tidak mengganggu Reynand dikamarnya. Joshua takut jika bunda kaget, melihat kondisi Reynand saat ini. Ditambah lagi jika sampai bunda tau kalau Aleta sedang diculik. Bisa - bisa bunda akan jatuh sakit dibuatnya.


" Trus kapan Reynand akan jemput Aleta dirumah orang tuanya? tidak baik seorang wanita yang sudah menikah terlalu lama meninggalkan rumah! " ujar bunda Reynand.


" sudahlah bunda, jangan begitu biarkan dulu Aleta menginap beberapa hari di rumah keluarganya. Kasian Aleta, pasti masih sangat rindu dengan kedua orang tuanya dan juga adiknya." ucap ayah sambil mengusapkan tangannya di pundak istrinya. Ayah Reynand mencoba menenangkan istrinya agar jangan terlalu khawatir dengan menantunya.


" Tapi ayah, kapan kita akan punya cucu? kalau Reynand saja tidak serumah dengan Aleta, " ucap bunda.


" Biarkan Reynand dan Aleta menikmati masa - masa mereka berdua. Nanti juga kalau sudah waktunya kita akan menimang cucu dari mereka!" ucap ayah Reynand.


Bunda yang sudah tidak sabar untuk menimang cucu dari Reynand dan juga Aleta. Merengek manja kepada suaminya. Reya dan Joshua yang melihat kelakuan bunda dan tantenya tersenyum simpul di buatnya. Mereka berdua pun seolah memberikan isarat kepada keduanya agar jangan bermesraan di depan mereka.


Reya yang sudah selesai sarapan berpamitan untuk berangkat ke kampus. Sedangkan Joshua ingin kembali ke kamarnya. Joshua ingin memejamkan matanya sejenak dikamarnya. Joshua berharap ketika ia bangun nanti badannya sudah agak segar. Agar ia bisa kembali mencari Aleta. Joshua juga bersyukur karena tantenya tidak menanyakan tentang ia yang terburu buru meninggalkan rumah di pagi buta.


" Untung saja, tadi tante tidak menanyakan aku habis dari mana! " gumam Joshua didalam hati.

__ADS_1


Joshua yang sudah berada dikamarnya langsung membaringkan badannya di atas kasur. Seketika itu ia memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama bagi Joshua untuk membuatnya terlelap tidur. Joshua sedari tadi sudah merasa mengantuk namun masih bisa ia tahan sejenak demi Reynand dan Aleta.


Tak terasa hari sudah menjelang siang, Reynand yang belum mendapat kabar apa - apa dari Joshua maupun pihak kepolisian. Menjadi tidak sabaran dan memutuskan untuk kembali mencari Aleta tanpa sepengetahuan Joshua. Sambil mengendap endap Reynand keluar dari kamarnya. Reynand tidak ingin seisi rumah mengetahui dan banyak bertanya ia hendak kemana. Ia pun berhasil keluar rumah tanpa diketahui oleh siapa pun. Reynand segera menuju mobilnya dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Walaupun Reynand belum punya tujuan ia harus kemana. Reynand tidak peduli. Reynand tetap melaju kendaraannya dengan cepat yang dibenaknya hanya ingin segera bertemu Aleta apapun caranya.


Di sisi lain polisi yang sudah mendapatkan laporan kehilangan dari Joshua segera membuat tim untuk mencari keberadaan Aleta, dengan berbekal rekaman cctv di mall tempat Aleta dinyatakan hilang. Setidaknya bukti rekaman cctv itu akan membantu pihak kepolisian untuk bisa segera menemukan Aleta.


Di tempat dimana Aleta di sekap. Aleta masih tak mau menyentuh sedikitpun makanan yang sudah dihidangkan pelayan untuknya. Aleta bahkan mengancam para pelayan dirumah Raka, bahwa ia akan mogok makan bahkan tidak hanya itu Aleta juga mengancam akan menyakiti dirinya sendiri jika ia tidak segera dipertemukan dengan suaminya.


Para pelayan yang mendengar ancaman yang keluar dari bibir manis Aleta merasa takut dan sangat khawatir dengan ancaman Aleta. Mereka takut Aleta akan melakukan hal hal yang mereka sendiri tak berani untuk membayangkannya. Mereka juga sangat takut jika pada akhirnya mereka juga yang akan disalahkan oleh tuan Raka. Karena dianggap tidak mampu menjaga nyonya Aleta.


" Apa yang harus kita lakukan? bagaimana jika nyonya Aleta benar - benar melakukannya? Apa yang akan kita katakan kepada tuan Raka?" ucap salah seorang pelayan kepada temannya.


" iya kamu benar, tuan Raka bisa murka kepada kita semua. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana seramnya tuan Raka jika sedang marah!" seru pelayan yang lain dengan nada agak sedikit gemetar.


Aleta yang memperhatikan ketakutan diwajah para pelayan yang terpampang begitu jelas merasa sedikit lega. Itu artinya para pelayan percaya dengan ancamannya. Ketakutan mereka akan Aleta jadikan celah agar bisa kabur secepatnya. Dengan beraninya Aleta melukai dirinya dengan pecahan kaca dari meja rias yang telah ia pecahkan tadi yang belum sempat dibersihkan pelayan. Darah pun mengalir dengan deras dari pergelangan tangan Aleta. Sontak saja para pelayan teriak histeris melihat apa yang telah Aleta lakukan. Aleta pun tak ingin seorang pun menyentuh dan menolongnya. Semakin pelayan itu mencoba mendekat semakin banyak goresan yang dibuat Aleta di pegelangan tangannya.


Kepanikan pun terjadi di sebuah kamar dimana Aleta disekap.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2