
Aleta berlari menghampiri suaminya. Ia menyesal, seharusnya ia tak usah bertanya seperti tadi. Sedari tadi Aleta memanggil Reynand, namun Reynand tak menghiraukan nya. Ia berpura- pura tak mendengar.
" Reynand ! " panggil Aleta.
Reynand menyebrangi jalan raya dan meninggalkan istrinya. Aleta yang tak ingin ketinggalan Reynand langsung berlari menghampiri suaminya yang sudah di sebrang jalan. Lalu, dengan kencangnya ada pengendara motor yang melaju dengan kencang.
TINNNN
" ALETA AWASSSS ! " teriak bunda.
Mendengar teriakan yang bunda, Reynand langsung menoleh ke arah Aleta, seketika Reynand terkejut melihat istrinya yang akan bertabrakan dengan pengendara motor itu.
SWUSHHHH
Pengendara motor itu melewati Aleta begitu saja. Mata Aleta terbelalak, ia terdiam sejenak. Nyaris saja Aleta tertabrak motor. Kaki Aleta terasa lemas, ia pun jatuh begitu saja. Kedua mertua dan suami Aleta langsung menghampirinya.
" Aleta ! " ucap Reynand, sembari berlari menghampiri sang istri.
" Sayang, kamu gak papa kan ? " tanya bunda.
" Huftt, untung aja gak ketabrak, " ujar Aleta lega.
" Aleta, sebenarnya pikiran kamu itu kemana sih ! seharusnya kamu itu lihat kanan kiri dulu kalau mau nyebrang ! kamu bukan anak kecil lagi, seharusnya ngerti ! " bentak Reynand, dengan ekspresi wajah yang khawatir.
" Aku kan mau ngejar kamu, " ujar Aleta menundukkan kepalanya.
" Rey, udah jangan marahin istri kamu, Aleta masih tegang tau, " ucap bunda.
__ADS_1
" Tapi Aleta ini kebiasaan bun, Reynand bingung harus bicara apa lagi, sama tingkah lakunya yang kayak anak kecil itu ! " kesal Reynand.
" Udah, ini di jalan raya, lebih baik kita bicarain masalah ini di rumah, " ucap ayah.
" Hufttt, iya yah, " sahut Reynand.
Reynand menyuruh kedua orang tuanya untuk berjalan terlebih dahulu. Lalu menyuruh Aleta untuk bangun.
" Bisa berdiri gak ? " tanya Reynand.
Aleta hanya menggelengkan kepalanya, sembari menatap wajah Reynand dengan ekspresi wajahnya yang sedih. Sedangkan ekspresi wajah Reynand menunjukkan bahwa ia tengah menahan emosi. Namun walau emosi dengan istrinya itu, ia tetap khawatir dengan sang istri. Akhirnya Reynand menyuruh Aleta untuk naik ke punggungnya, agar di gendong dengan pose back carry.
" Rey, aku minta maaf, " ujar Aleta.
Reynand tak memedulikam ucapan istrinya karena masih kesal. Ia fokus dengan pandangannya, Reynand berjalan sambil menggendong sang istri.
Sudah beberapa kali Aleta berbicara, Reynand tetap saja diam, tak menjawab. Akhirnya Aleta diam saja, dan tak berbicara apapun lagi. Tak selang waktu lama, Aleta tertidur akibat hembusan angin yang sedari tadi meniup- niup matanya.
" Loh kok, Aleta gak ngomong lagi ? " pikir Reynand.
Beberapa manit telah berlalu, akhirnya Reynand sampai juga di rumah. Baru saja ia masuk ke dalam rumah, bunda langsung menghampiri anaknya.
" Rey, itu Aleta tidur ? " tanya bunda.
" Iya bun, " jawab Reynand.
" Yaudah, bawa Aleta ke kamar sana ! " suruh bunda.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Reynand membaringkan tubuh istrinya di kasur dan membiarkannya tak mengenakan selimut. Sedangkan Reynand tertidur di kasur bagian kanan lalu menyelimuti dirinya mengenakan selimut. Ia tak peduli dengan istrinya karena masih kesal.
" Biarin masuk angin, kesel aku sama dia ! " batin Reynand.
Beberapa menit telah berlalu, Reynand tak bisa tidur karena merasa tak nyaman. Ia menoleh ke arah sang istri, namun istrinya tertidur begitu pulas.
" Dasar kebo, tidurnya pules banget sih ! " ujar Reynand.
Reynand mencoba untuk tidur, tapi tetap saja tak bisa, akhirnya ia menatap Aleta dan membelai rambutnya
" Dasar anak kecil ! dari dulu kamu gak pernah berubah, bisanya bikin aku kesel doank ! " ujar Reynand.
Reynand terus menerus melihat ke arah bibir kecil Aleta, sejak mereka menikah, Reynand belum mencoba betapa manisnya bibir Aleta itu. Niat buruk Reynand pun seketika muncul.
" Cium sekali boleh kali ya, Aleta gak bakalan kerasa, mumpung lagi tidur, " pikir Reynand.
Reynand melihat bibir Aleta semakin dekat, dan semakin dekat. Setelah bibir mereka hampir bersentuhan, dengan tiba- tibanya Aleta terbatuk. Sontak Reynand langsung menghindar.
" Uhuk, uhuk ! "
" Tuh kan, pas lagi tidur aja, aku tetep gak diizinin buat nyentuh dia, " gumam Reynand.
Reynand pun menjauh dari Aleta, dan membaringkan tubuhnya lagi.
" Udahlah, kayaknya emang Aleta gak serius jadi istri aku ! " batin Reynand.
Bersambung.......
__ADS_1