
Suasana Horor Di Rumah Sakit
Aleta memasuki ruang dimana Reynand di rawat. Ia mengulurkan tangan untuk memegang dahi Reynand. Dahi nya terasa sangat panas, wajah Aleta terlihat cemas dengan keadaan suaminya.
Perasaan Aleta bercampur aduk, sedih dan senang. Sedih karena Reynand sakit, dan senang nya karena ia tidak akan dimarahi oleh Reynand lagi selama Reynand sakit.
Beberapa menit kemudian ia pergi, tapi tiba tiba Reynand memanggil nama Aleta terus menerus. Aleta pun langsung menghampirinya, ia takut Reynand kenapa napa dan memegang dahinya.
" Tuan ada apa dengan mu, kenapa memanggilku terus menerus ?." Tanya Aleta memegang tangan Reynand.
Reynand tidak menjawab, dan terus menerus memanggil nama Aleta serta menggenggam tangannya. Lalu tak disangka Reynand mengatakan hal yang benar benar membuat Aleta terkejut, yang membuatnya salah paham.
" Aleta dasar perempuan idiot, kau ham- pir saja membuatku mati." Reynand mengigau dengan nada suara yang pelan.
" Sial, dasar nyebelin. Ku kira dia merindukanku jadi dia memanggil nama ku terus menerus. Hm... ternyata aku salah paham." Ucap Aleta menarik kencang tangannya dari genggaman tangan Reynand.
Dengan perasaan yang emosi, Aleta keluar dari ruangan itu. Ia melihat ke luar ruangan, ibu mertua, ayah mertua, dan Reya tidak ada. Aleta tak tahu mereka kemana, yang ada hanyalah keluarga angkat Aleta. Lalu ada pesan masuk dari handphone Aleta.
Pesan tersebut diberikan dari ibu mertuanya, bahwa mereka pulang duluan karena situasi di sana semakin memanas ketika Aleta masuk ke dalam ruangan Reynand dirawat, ibu mertuanya takut kalau anaknya Reya membuat keributan dengan ibu angkat Aleta.
" Heh, Aleta. Bilangin tuh sama adik ipar kamu, kalau jadi anak itu harus sopan. Kurang ajar banget dia tadi sama saya." Ucap ibu angkat Aleta.
" Tau tuh." Ucap Sella.
" Ma- maaf." Ucap Aleta.
Lalu mereka pergi meninggalkan Aleta sendirian. Betapa menderitanya Aleta karena perlakuan keluarganya. Aleta masuk kembali ke kamar Reynand dirawat, ia menemani Reynand dan tidak membiarkannya untuk sendirian.
__ADS_1
Ia tertidur di sofa, tubuh nya menggigil karena dingin nya ac, dikarenakan demam Aleta belum sembuh sepenuhnya. Reynand yang terbangun di tengah malam melihat Aleta yang menggigil membuat hati nya tak tega melihat Aleta seperti itu. Reynand pun bangun perlahan membawakan selimut untuk melindungi tubuh Aleta dari dinginnya ac.
BRUKK...
Reynand terjatuh karena tubuh nya masih lemas, Aleta bangun karena terkejut mendengar suaranya ia menoleh ke arah Reynand namun Reynand tidak ada di tempat tidurnya. Aleta sangat panik, ia bangun dan tak menyadari bahwa Reynand ada dibawahnya. Kemudian dia menginjak tangan Reynand.
" Aduh.... ." Ucap Reynand.
Aleta menunduk ke arah bawah, ia terdiam dan mengangkat kakinya yang menapak di atas jari jari Reynand.
" Ah... tuan, kenapa tuan tidur dibawah !." Aleta membangunkan Reynand dan memapahnya untuk mencapai tempat tidur nya.
" Dasar perempuan idiot, kamu menginjak jari ku dengan sangat kencang, kamu pikir gak sakit apa !." Ucap Reynand.
" Ma - maaf tuan, aku tak sengaja. Lagian sih tuan ngapain ada di bawah sofa tempat ku tidur." Ucap Aleta.
" Ish, jelas jelas tuan yang salah malah menyalahkan ku !." Ucap Aleta membuang pandangannya.
" Ish dasar.... .Sana keluar dari ruangan ku, pergi sana !." Suruh Reynand.
" Oke... ." Ucap Aleta berjalan keluar.
Kreekkkk....
Aleta membuka pintu, rumah sakit itu serasa sangat sepi. Ia takut untuk keluar ruangan, lagi pula sekarang sudah tengah malam, membuatnya lebih takut untuk pergi sendirian. Aleta berpikir bahwa dirumah sakit pasti ada kamar mayat, tubuh nya merinding, ia pun menoleh ke arah Reynand.
" Apa liat liat !." Ucap Reynand.
" Tuan, tau gak disamping kamar tuan kan ada kamar mayat, memangnya tuan tidak takut kalau ku tinggal sendirian." Ucap Aleta menaku nakuti Reynand dengan kebohongannya.
__ADS_1
" Aku gak takut sama mayat. Lagi pula mayat itu kan udah mati, mereka juga gak bisa berbuat apa apa. Jadi buat apa aku takut." Sahut Reynand.
" Beneran.... mereka kan bisa aja hidup kembali." Ucap Aleta.
" Maksudnya mati suri ?." Ucap Reynand.
" Bukan, maksudnya dia hidup lagi menjadi zombie, atau pocong gitu... tuan, atau enggak jadi vampire... ih serem." Ucap Aleta menakut nakuti Reynand.
" Aku gak takut, udah sana pergi !." Suruh Reynand.
" Ish yaudah terserah tuan !." Ucap Aleta, memutarkan badannya ke arah pintu.
Aleta membuka pintu dan keluar dari ruangan itu.
" Yah.... gagal sudah, rencana ku agar bisa tidur didalam gagal." Ucap Aleta menendang tempat sampah di depan ruangan Reynand.
Tak selang waktu lama Reynand berteriak memanggil nama Aleta. Aleta yang tertidur pulas di kursi tunggu, tidak mendengar kalau Reynand memanggilnya.
Di sebelah kamar Reynand, terdengar suara suara aneh. Reynand pun merasa terganggu dengan suara itu. Semakin lama suara itu semakin kencang. Reynand memanggil manggil nama Aleta namun Aleta tak menyahut. Lalu disaat Reynan memanggil lagi, tiba tiba terbukalah pintu sedikit demi sedikit mengaluarkan suara gemercit.
Krittttttt....
Reynand terkejut ketika melihat seseorang dengan rambut panjang, berbaju putih mengitip dari depan ruangannya. Wajahnya ditutupi oleh rambut, jantung Reynand berdetak kencang. Orang itu mendekati nya perlahan lahan, membuka pintu ruangan dengan tangan yang sangat kurus, hingga terlihat tulang tulang jari nya.
Reynand disambut dengan suasana horor, terlihat seorang wanita didepan Reynand, kulitnya terlihat pucat. Reynand hanya terdiam tak bisa bergerak, tangannya gemetaran. Tiba tiba rambut wanita tersebut tertiup angin dan memperlihatkan wajahnya.
Lalu.................
" Aletaaa............. ." Teriak Reynand, memejamkan mata nya.
__ADS_1