Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Kakek Genit


__ADS_3

Aleta dan ibu mertuanya tengah berlari kecil sambil mengobrol. Sedangkan Reynand hanya berjalan sendiri, ia merasa bahwa ia sudah dilupakan oleh ibu dan juga istrinya. Kemudian bunda Reynand tak sengaja melihat banyak tukang jajanan yang berada di sana. Seketika bunda Reynand langsung mengajak menantunya untuk membeli makanan yang ada di taman itu.


Reynand yang sedang melamun, seraya melihat ke arah jalanan pun terkejut ketika ibu dan istrinya tidak ada di depannya.


" Loh, mereka berdua kemana!? " ucap Reynand.


Reynand pun mencari ibu dan istrinya. Ternyata bunda dan Aleta sedang membeli jajanan di dekat taman. Reynand menghampiri mereka berdua. Melihat bundanya memakan makanan yang tidak sehat. Reynand langsung membuang makanan yang sedang di makan oleh ibunya. Bunda yang terkejut pun malah memarahi Reynand.


" Reynand, kenapa di buang, bunda kan mau makan! " ucap bunda.


" Ini makanan gak sehat bunda, kamu juga Aleta, ngapain sih ngajakin bunda makan jajanan kayak gini! "ucap Reynand.


" Bunda yang ajak sayang, bukan Aleta yang ajak bunda kok, " ucap bunda.


" Iya, aku minta maaf. Tapi kamu cobain dulu donk, orang enak kok, " ucap Aleta yang ingin menyuapkan suaminya makanan yang ia beli.


Reynand menolak, namun Aleta tetap memaksa suaminya itu. Akhirnya Reynand mau memakan jajanan yang diberikan oleh Aleta.


" Gimana, enak gak? " tanya Aleta.


" Hm, lumayan, " ucap Reynand.


" Yaudah kalau begitu, aku beliin ya, " ucap Aleta.


" Yaudah, terserah kamu, " ucap Reynand.


" Hm, tuh kan, kamu suka makan jajanannya, " ucap bunda.


" Enggak juga, " ucap Reynand.


Aleta pun membeli makanan yang sedang ia makan, begitu pula dengan bunda Reynand. Kemudian Aleta memberi makanan itu ke Reynand.


" Loh, kok bunda beli lagi sih? " tanya Reynand.


" Kan tadi jajanan bunda udah kamu buang, jadi mubazir tahu, " ucap bunda.


" Itu kan biar bunda gak makan makanan kayak begi-"


" Syutt, sekali doank, " ucap bunda sambil menutup mulut Reynand.


Reynand memakan jajanannya sambil duduk. Sinar matahari mulai terasa panas.


" Sayang, suapin aku donk, " ucap Reynand.


" Yaudah sini aku suapin, " ucap Aleta sambil menyuapi suaminya.


Bunda yang melihat anak dan menantunya sedang bersuap- suapan hanya tersenyum. Ia tak pernah melihat anaknya yang tersenyum hingga selebar itu. Bunda Reynand pun sadar, jika tidak ada kejadian seperti ini, pasti Reynand masih saja tidak ingin mencari seorang kekasih, dan hanya fokus dengan kerjaannya itu.


Bunda Reynand sangat bersyukur mempunyai menantu seperti Aleta. Walaupun sifatnya yang agak unik, tapi ia dapat merubah hati Reynand yang keras menjadi lembut. Berkat Aleta juga Reynand menjadi merasakan manisnya rasa cinta.


Karena tak ingin mengganggu anaknya, bunda Reynand pun pergi ke arah warung untuk membeli minuman di sana. Terlihat ada seorang pria yang sudah tua sedang berdiri di depan warungnya. Bunda Reynand pun menghampiri pria tua tersebut.


" Permisi, " ucap bunda Reynand kepada kakek pemilik warung itu.


" Eh, iya kenapa bu, eh maksudnya cantik mau beli apa? " tanya kakek pemilik warung.

__ADS_1


" Saya mau beli minuman pak, " ucap bunda Reynand sambil tersenyum.


" Minuman apa cantik? " tanya kakek pemilik warung itu.


" A- ada air putih? " tanya bunda Reynand balik.


" Ada cantik, sebentar ya, abang ambilin, " ucap kakek pemilik warung.


Bunda Reynand hanya tersenyum. Lalu Reynand yang sedang makan dengan Aleta tak menyadari bahwa bunda mereka pergi.


" Oh ya, sayang, ini makanan apa? " tanya Reynand.


" Ini namanya cilok, " ucap Aleta.


" Ouh... lumayan juga rasanya, iya gak bun? " tanya Reynand.


" Bun? " ucap Reynand lagi.


Karena tak mendengar jawaban bundanya, Reynand langsung menoleh ke arah belakang. Seketika ia terkejut, akibat tidak ada bundanya.


" Loh, bunda kemana! " ucap Reynand.


" I- iya ya, bunda dimana! " ucap Aleta dengan wajah yang panik.


Reynand dan Aleta mencari ibunya yang pergi entah kemana. Tak lama kemudian Aleta melihat ibu mertuanya yang sedang berada di warung dekat taman. Aleta dan Reynand pun langsung menghampiri bunda mereka.


" Bunda, kenapa bunda pergi gak bilang- bilang sih, " ucap Reynand.


" Habisnya kalian lagi, berduaan, makanya bunda gak mau ganggu, " ucap bunda.


" Ini cantik, minumnya, " ucap kakek pemilik warung sambil tersenyum.


" Cantik? " ucap Reynand.


" Sa- saya pesan minuman botol pak, buka-"


" Panggil abang aja ya, " potong kakek pemilik warung itu.


" I- iya," ucap bunda Reynand sambil tersenyum hambar.


" Reynand, kayaknya kakek ini genit deh, " bisik Aleta.


" Iya, " ucap Reynand.


Tiba-tiba kakek pemilik warung itu mengedipkan matanya dua kali sambil senyum- senyum ke arah bunda Reynand. Reynand yang melihatnya langsung melindungi bundanya di belakang tubuhnya.


Bukannya menjauh dari Reynand, kakek pemilik warung itu malah mendekati ibu Reynand lagi.


" Hey anak muda, awas donk, saya kan mau melihat wajah cantik wanita yang berada di belakang mu itu, " ucap pemilik warung kepada Reynand.


" Gak boleh, ini bunda saya, lagi pula kakek mau ngapain sih dekat- dekat dengan bunda saya, " ucap Reynand.


" Dia cantik, " ucap kakek itu dengan singkat dan ingin menyentuh bunda Reynand.


" Dasar kakek genit, jangan sembarangan menyentuh bunda saya ya! " ucap Reynand.

__ADS_1


" Reynand, jangan begitu, dia itu lebih tua dari kamu, " ucap Aleta.


" Yaudah deh kalau gak boleh yang itu, mending yang lebih muda aja," ucap kakek itu sambil menyentuh tangan Aleta.


Seketika Reynand yang melihat istri tercintanya di sentuh oleh pria lain langsung emosi, walaupun hanya kakek- kakek, namun ia tetap saja tidak rela. Ia pun menarik tangan istrinya dan memeluknya.


" Gak boleh, enak aja, ini istri saya! " ucap Reynand.


" Yaudah kalau begitu, wanita yang ada di belakangmu saja anak muda, " ucap kakek pemilik warung.


" Gak! " ucap Reynand, dan mengajak bunda serta istrinya pergi.


Sebelum pergi, bunda Reynand membayar air putih yang sudah diberikan oleh kakek pemilik warung. Kakek itu hanya tersenyum seraya menerima uang yang diberikan oleh bunda Reynand.


" Makasih ya pak, " ucap bunda Reynand dengan senyuman.


" Panggil abang, " ucap kakek itu.


" I- iya, makasih ya abang, " ucap bunda Reynand.


Lalu mereka bertiga pun pergi, Tiba-tiba tiba kakek pemikik warung itu memanggil bunda Reynand lagi.


" Cantik, tunggu! " ucap kakek pemilik warung itu sambil berlari ke arah bunda Reynand.


" Ya, kenapa ya pa-"


" Panggil abang donk, " potong kakek itu.


" Kenapa abang? " tanya bunda.


" Uangnya, " jawab kakek itu seraya mengedipkan matanya lagi.


" Memangnya uangnya kenapa? " tanya bunda Reynand lagi dengan lembut.


" Uangnya warna merah, " ucap kakek itu.


" Memangnya kenapa kalau merah? " tanya lagi bunda Reynand.


" Eum... sama kayak hati kita berdua neng, kalau di satukan, " ucap kakek itu sambil tersenyum.


Bunda Reynand hanya bisa tersenyum mendengar perkataan kakek pemilik warung itu. Sedangkan Reynand semakin kesal.


" Kembaliannya buat kakek aja, kalau begitu kami pergi dulu ya, " ucap Reynand dan pergi bersama bunda serta istrinya.


" Iya, hati-hati ya, neng cantik, abang akan selalu menunggumu untuk menjadi pendamping hidup abang yang baru, " ucap kakek itu sambil melambaikan tangannya ke bunda Reynand.


" Dasar kakek genit, enak saja bunda ingin dijadikan pendamping hidup barunya, " ucap Reynand dengan emosi.


" Haha... sudahlah Reynand, kakek itu kan hanya bercanda, mungkin dia ingin membuatmu tersenyum, karena sedari tadi kamu selalu berwajah masam, " ucap Aleta sambil tertawa.


" Sayang, kakek itu gak bercanda tau, dia itu emang genit, " ucap Reynand.


" Sudahlah Reynand, jangan emosi begitu, lagian tadi itu lucu tahu, " ucap bunda.


" Ih, lucu dari mana sih bun, aku yang ngeliatnya eneg tahu, " ucap Reynand.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2