Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Tiba- Tiba Pingsan


__ADS_3

Aleta berdiam diri di taman belakang rumah Reynand. Ia masih mengenakan baju piama, Aleta berbaring di rerumputan yang hijau sembari menatap langit cerah di pagi hari. Susananya sangat tentram, nyaman, dan sunyi. Ia memejamkan matanya perlahan- lahan.


" Aleta !" panggil Reynand.


Seketika Aleta membuka matanya, wajahnya terlihat suram ketika mendengar suara suaminya itu.


" Aleta, kamu kenapa sih ninggalin aku terus !" ucap Reynand, menghampiri Aleta yang tengah berbaring sendirian.


" Ya, kenapa sayang ?" tanya Aleta dengan senyum paksa, sambil bangun dan duduk.


" Tumben, panggil aku sayang," ucap Reynand sambil tersenyum malu.


Reynand pun duduk disebelah Aleta, ia menatap wajah istrinya terus- menerus. Aleta merasa curiga, dengan Reynand. Lalu Reynand selalu menyenggolkan lengannya ke lengan Aleta.


Aleta merasa lebih heran lagi dengan kelakuan suaminya ini.


" Hmm, kayaknya Reynand ada maunya deh," ucap Aleta dalam hati.


Reynand terus- menerus menyenggol lengan Aleta dengan lembut, sambil menatap ke arah bunga mawar yang ada didepannya. Sedari tadi Aleta tidak peka dengan apa yang diinginkan oleh suaminya. Reynand merasa lelah, karena istrinya itu tidak peka- peka. Ia pu bersandar di pundak Aleta.


Pada saat Reynand bersandar dipundak istrinya. Aleta pun tiba- tiba menyadari bahwa suaminya ingin sesuatu. Lalu Aleta memetik setangkai bunga mawar yang indah.


" Aleta, kok bunganya dipetik sih ?" tanya Reynand.


" Hmm, sayang kamu tahu gak kenapa aku memetik bunga mawar ini ?" tanya Aleta.


" E- enggak, emangnya kenapa kamu petik bunga itu ?" tanya balik Reynand.


" Eumm... karena aku ingin memberikan bunga ini ke orang yang paling spesial buat aku," ucap Aleta sambil menatap wajah Reynand.


" Emangnya siapa orang yang paling spesial buat kamu ?" tanya Reynand lagi.


Aleta langsung memberikan bunga itu kepada Reynand, sambil mencium kening suaminya.


Deg... Deg...


Reynand terkejut, seketika jantungnya berdebar kencang. Ditambah lagi ketika istrinya mencium keningnya. Padahal, biasanya Reynandlah yang selalu mencium kening Aleta, tapi sekarang malah sebaliknya.


" Hihi... kamu orang yang paling spesial buat aku," ucap Aleta sambil mencubit pipi suaminya.


Deg... Deg...


Tiba- tiba Reynand langsung tidak sadarkan diri, akibat jantungnya terus- menerus berdetak kencang. Ditambah lagi dengan senyuman yang manis dari istrinya. Aleta yang melihat Reynand tidak sadarkan diri, seketika panik.


" Ahh, Reynand kamu kenapa !" ucap Aleta, berusaha membangunkan suaminya itu.


Reynand tak bangun- bangun, Aleta pun merasa tambah panik. Aleta langsung memanggil para bodyguard Reynand untuk membawanya ke dalam rumah.


Ketika mereka melihat bos mereka tergeletak tidak sadarkan diri, mereka juga sangat terkejut.


" Yaampun nona Aleta, apa yang terjadi pada tuan Reynand !?" tanya bodyguard Reynand dengan panik.


" A- aku juga gak tau," jawab Aleta.


Kemudian para bodyguard Reynand membawa Reynand ke ruang tamu, dan membaringkan tubuhnya disofa. Lalu datanglah bunda dan ayah Reynand.


" Yaampun, ini Reynand kenapa ?" tanya bunda kepada Aleta.


" T- tiba- tiba Reynand pingsan bunda, aduh gimana ini bunda, kalau Reynand kenapa- napa !" ucap Aleta yang masih terlihat panik.

__ADS_1


" Emangnya kenapa Reynand bisa pingsan begini ?" tanya bunda lagi.


" T- tadi aku sama Reynandkan lagi di taman, pas aku kasih bunga ke Reynand dan aku kecup keningnya Reynand malah langsung pingsan bubda !" jawab Aleta dengan malu malu.


Aleta menceritakan kejadian di taman dengan sangat detail, ia menjelaskan panjang lebar kepada bunda dan ayah Reynand. Seketika bunda Aleta hanya tersenyum melihat Aleta.


" Bunda, kenapa bunda malah tersenyum begitu, apa kita perlu manggil dokter biar Reynand sadar, aduh bunda gimana ini ?" ucap Aleta.


Aleta tak tahu harus apa, lalu ibu mertuanya mengusap- usap kepala Aleta dengan lembut dan menyuruhnya untuk tidak khawatir.


Aleta terus- menerus menemani suaminya yang masih tidak sadarkan diri. Tak lama kemudian Reynand sadar, Aleta yang melihat suaminya sadar, langsung memeluk Reynand.


" Ahh, Reynand kenapa kamu tadi tiba- tiba pingsan begitu sih !" ujar Aleta.


" Hmm, sayang, kamu gak perlu khawatir begitu," ucap bunda Reynand.


" Hmm, kayaknya Aleta khawatir banget deh sama aku. Eumm, mendingan aku pura- pura sakit aja deh biar dimanja sama Aleta," ucap Reynand dalam hati.


" Reynand, kok kamu gak jawab aku sih, kamu gak kenapa- napa kan ?" tanya Aleta.


" Aduh sayang, kepala aku pusing banget," ucap Reynand dengan berpura- pura.


" Y- yaudah sini aku pijitin ya," ucap Aleta.


Reynand melihat keselilingnya, ada orang tua dan para bodyguardnya yang sedang memerhatikan mereka berdua.


" Ehmm, s- sayang papah aku ke kamar donk," ucap Reynand.


" Siap sayang," ucap Aleta yang langsung memapah Reynand menuju kamarnya.


Lalu Kedua orang tua, dan bodyguardnya Reynand bubar dari ruang tamu itu. Sedari tadi Reynand hanya tersenyum ketika dipapah oleh istrinya menuju kamar. Sebenarnya Reynand tidak ingin berbohong, tapi hanya dengan cara inilah Reynand mendepatkan perhatian dari Aleta.


" Aleta, kamu mau kemana ?" tanya Reynand seraya menggenggam tangan istrinya.


" Aku mau bikinin kamu makanan, kamu belum sarapan kan ?" tanya Aleta balik.


" Kamu kan bisa menyuruh pelayan," sahut Reynand.


" Ih, aku itu mau bikinin makanan spesial buat kamu," ujar Aleta.


Reynand pun melepaskan tangan Aleta dan membiarkan- nya pergi ke dapur. Sambil menunggu sang istri kembali, Reynand memainkan handphone milik istrinya tersebut. Ia juga ingin memeriksa handphone Aleta.


Tak lama kemudian Aleta datang, Reynand yang melihat Aleta langsung menyembunyikan handphone milik istrinya itu.


" Reynand... nasi gorengnya udah jadi," ucap Aleta sambil tersenyum dan memberikan nasi gorengnya kepada suaminya, Reynand.


" Hmm, suapin donk," ucap Reynand.


" Emangnya kamu gak bisa makan sendiri ?" tanya Aleta.


" Enggak, kepala aku kan pusing Aleta," sahut Reynand.


Bukannya memegang kepalanya, Reynand malah memegang perutnya. Aleta tambah bingung, sebenarnya yang sakit kepalanya atau perutnya.


" Reynand yang sakit itu kepala, atau perutnya sih ?" tanya Aleta.


" K- kepala !" ucap Reynand dan memegang kepalanya.


Aleta merasa curiga dengan Reynand, sebenarnya suaminya itu sakit beneran atau hanya berpura- pura.

__ADS_1


" Kalau kepala, kenapa malah perut yang dipegang ?" tanya Aleta.


" P- perut aku juga sakit," sahut Reynand.


" Hmm, kok aku curiga ya sama Reynand," ucap Aleta.


Tok, tok, tok


Tiba- tiba ada yang mengetuk pintu kamar Reynand. Aleta pun menghampiri pintu kamar itu dan membukanya. Ternyata Reya yang mengetuk pintu kamarnya.


" Eh Reya, kenapa ?" tanya Aleta.


" Eum, itu kak... ada kak Samuel yang datang kerumah, dia mau bawa pulang Muel," ucap Reya.


" Loh, emangnya Muel belum diajak pulang ya ?" tanya Aleta.


" Belum," jawab Reya.


" Miaw !" Muel mengeong.


" Eh, itu Muel," seru Aleta.


" Wah iya... yaudah aku anterin Muel ke kak Samuel dulu ya," ucap Reya.


" Aku ikut, tapi aku izin ke sama Reynand dulu ya," ucap Aleta.


" Oh ok kak," ucap Reya.


" Reynand, kak Samuel datang kerumah, aku ke kak Samuel dulu ya, sebentar," ucap Aleta.


" T- tapi Aleta !" Reynand menggenggam tangan Aleta.


" Sebentar doank sayang," ujar Aleta dan langsung pergi.


" Akh... aduh kaki aku tiba- tiba sakit sayang," teriak Reynand.


" Reynand kamu kenapa !?" tanya Aleta dengan khawatir.


" Yaampun, kak Reynand kenapa ?" tanya Reya.


Kemudian Reynand mengenggam tangan Aleta, ia memohon kepada Aleta supaya dia tidak pergi meninggalkannya. Akhirnya Aleta tidak meninggalkan Reynand.


" Iya sayang, yaudah kalau begitu kamu mau aku pijitin ?" tanya Aleta.


" E- enggak usah ! oh ya Reya, katanya kamu mau balikin Muel, yaudah sana balikin ke pemiliknya ! suruh Reynand.


" Iya kak," ujar Reya dan langsung pergi.


Ketika Aleta ingin mengambilkan minuman untuk Reynand, tiba- tiba Aleta tersandung kakinya sendiri lagi, ia pun terjatuh.


Brukkk


Reynand langsung saja berdiri dan menolong istrinya itu. Aleta merasa terkejut ketika melihat suaminya bisa berjalan.


" R- Reynand, kok kamu bisa jalan sih, katanya kaki kamu sakit," ucap Aleta.


" A- a- aku..." ucap Reynand dengan terbata- bata, ia tak bisa berkata- kata lagi.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2