Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Panggil Saya Tuan !


__ADS_3

Panggil Saya Tuan !


Di siang hari Aleta berjalan jalan keluar rumah, untuk mengelilingi komplek di sana. Melihat ada banyak sekali rumah rumah mewah dan megah. Tapi tak semegah rumah Reynand.


" Waw, orang yang ada di komplek ini orang orang kaya semua yah, rumah nya besar besar." Ucap Aleta sambil berjalan melihat ke seliling komplek, dan tersenyum dengan wajah polos nya.


Ada beberapa tetangga yang menyapa Aleta, dia sangat ramah dan lembut. Aleta mengira bahwa semua orang kaya itu jahat, dan tidak punya perasaan seperti Reynand, ternyata tidak.


Tiba tiba Reynand datang dan menghampiri Aleta, dia memegang tangannya dengan lembut di depan semua tetangga dekat rumahnya.


" Hish, benar benar manusia bermuka dua, ketika di dalam rumah, dia jahat pada ku. Sedangkan di luar rumah, dia lembut sekali padaku." Ucap Aleta dalam hati.


Reynand menyuruh Aleta untuk masuk ke rumah, dan tak boleh keluar tanpa seizinnya. Dia mengurung Aleta di kamar nya lagi. Lalu Reynand pergi entah kemana, dan meninggalkan Aleta sendirian di kamar nya. Aleta berjalan mondar mandir memikirkan bagaimana cara untuk keluar dari kamar ini. Beberapa jam kemudian ia sudah mencari nya tapi tak ada jalan keluar sama sekali.


Lalu Aleta mendengar ada suara bisik dari luar. Dan sepertinya Reynand kedatangan tamu. Aleta pun dengan sengaja menggedor gedor pintu kamar nya dengan kencang, dan berteriak meminta tolong.


" Hey, yang diluar sana, tolongin aku dong, aku mau keluar. Aku mau makan, kalau ada yang membukakan pintu ini, akan ku beri permen yang banyak !!." Teriak Aleta.


Tapi tetap saja tidak ada yang membukakan pintu nya.


" Hemm, apakah tidak ada yang mendengar yah, atau mereka tidak mau menolong ku karena hadiah nya kurang menarik ?." Pikir Aleta.


Alet pun menggedor gedor pintunya lagi dan bahkan lebih kencang dari yang sebelumnya.


Di sisi lain, Reynand yang mendengar nya, merasa kesal. Dan meyuruh tamu nya untuk menunggunya sebentar, sedang kan ia ingin membereskan masalah di kamarnya.


Kreekkkkk.....


Reynand membuka pintu dan mendorong Aleta sampai ia jatuh ke kasur. Reynand mengunci pintu kamar nya dan menarik baju istri nya itu.

__ADS_1


" Hey, wanita tidak berguna, kenapa kamu membuat kegaduhan disini hah ?!." Ucap nya.


" Makanya beri aku kebebasan !." Ucap Aleta.


" Bebas, kau sudah ku beri kebebasan di kamar ku. Kenapa kau masih meminta nya, apa kurang cukup !. Seharus nya kau bersyukur tidak ku siksa lagi !." Ucap Reynand.


" Aku sudah bersyukur, tapi aku akan lebih bersyukur jika kamu memberikan aku makan. Karena dari kemarin kamu tidak memberikan aku makanan. Jadi bagaimana aku bisa diam, kalau perut ku lapar." Ucap Aleta sambil menepuk nepuk perut nya.


" Ja - jadi kamu belum makan dari kemarin ?." Tanya Reynand.


" Iya ." Angguk Aleta.


" Yasudah, aku akan menyuruh pelayan mengantarkan makanan untuk mu, tapi jangan berisik lagi. Karena di luar sedang ada tamu." Ucap Reynand.


" Siap Reynand." Kata Aleta, sambil tersenyum.


" Jangan panggil aku Reynand." Bentak nya.


" PANGGIL SAYA TUAN !." Ucap Reynand.


" Hehehe, baik Tuan." Jawab Aleta.


Tak lama kemudian pelayan pun datang ke kamar Reynand


dan memberikan Aleta makanan yang banyak, serta ice cream, sebagai makanan penutup. Aleta sangat senang dan mengajak pelayan itu makan bersama nya.


" Hey kamu, kita makan bareng yuk !." Ajak Aleta.


" Tidak nona, lebih baik anda saja yang makan sampai habis, karena saya sudah makan." Ucap si pelayan.

__ADS_1


" Oh, yasudah. Aku makan yah !." Ucap Aleta sambil tersenyum.


Aleta makan di atas kasur. Makanan yang pertama kali ia makan adalah sebungkus coklat mahal. Karena saking enak nya Aleta bertanya kepada si pelayan.


" Hey, kamu. Sebenar nya coklat ini harganya berapa sih, kok rasanya enak sekali. Rasanya manis banget, tapi ini bisa bikin diabetes, gara gara manisnya sih." Ucap Aleta.


" Kalau tidak salah harganya bisa sampai 50 jt nona, Tuan Muda Reynand yang membelinya. " Jawab pelayan.


Aleta yang mendengar harga coklat yang semahal itu membuat nya terbatuk dan berhenti memakannya.


" Wah aku tidak bisa memakan ini lagi, makanan ini terlalu mewah untuk lambungku, harganya fantastis sekali, dari pada dimakan lebih baik ku jual saja." Ucap Aleta di dalam hati sambil mengantungi coklat itu di sakunya.


" No- nona, apa yang anda lakukan ?." Tanya si pelayan.


" Aku ingin menjual coklat ini, kira kira bisa tidak yah ?."Tanya Aleta.


" Ma- mana mungkin nona, coklat yang sudah dimakan mana bisa di jual kembali." Jawab pelayan itu.


" Yah....., kalau begitu ku kembalikan saja deh dari perut ku ini ." Ucap Aleta dengan wajah yang sedih.


" Ja- jangan nona nanti perut mu sakit." Ucap pelayan.


Setelah selesai makan Aleta tertidur di kasur Reynand yang empuk dan lembut. Tiba tiba Reynand datang dan melihat Aleta yang tertidur pulas di kasurnya. Ia pun langsung membangunkan Aleta yang tertidur dan menyuruh nya pindah dari kasurnya itu.


" Hey, Upik Abu, sana pergi dari kasur ku !." Bentak Reynand.


" Baik Tuan aku akan pindah. " Ucap Aleta yang masih menutup matanya sambil berjalan dan tertidur di sofa.


" Di- dia benar benar pindah, dan langsung melanjutkan tidurnya ?!." Reynand terheran heran.

__ADS_1


Lalu Reynand menghampiri Aleta dan melihat nya yang sedang tertidur. Ia menggeser rambut Aleta yang menutupi mata nya. Reynand merasa sangat bersalah karena telah memperlakukannya dengan kasar. Tapi ia melakukan itu semua agar Aleta ingin bekerja sama dengan nya untuk membalas kan dendam nya pada keluarga Aleta.


Karena keluarganya Aleta telah membuat ibu Reynand menderita ketika keluarganya masih miskin dan tak punya apa apa.


__ADS_2