Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Sebuah Kotak


__ADS_3

Sebuah Kotak


Hari semakin gelap, Aleta masih saja duduk di kursi taman sambil melihat ke atas langit. Suara burung - burung berkicauan terdengar di telinga Aleta serta alam menghembuskan angin yang kencang. Lalu datanglah Joshua dan Reya menyuruh Aleta untuk masuk kerumah.


Awan- awan mulai menutupi sinar matahari, cahaya semakin pudar. Langit yang tadinya cerah menjadi gelap dan tetesan air mulai berjatuhan dari langit. Aleta pun langsung masuk kedalam rumah bersama dengan Reya dan Joshua.


Wajah Aleta masih saja terlihat sedih, ia masih saja menunggu Reynand pulang. Ibu mertuanya pun datang mengahampiri Aleta dan mengusap- ngusap kepala Aleta. Melihat menantunya yang seperti itu membuat ibu mertua Aleta merasa kasihan pada Aleta.


Hujan pun turun, Aleta melihat ke arah jendela sambil menatap air hujan yang berjatuh ke tanah. Hujan semakin deras dan disambut dengan petir.


" Sayang, kamu kenapa sih ? sedari tadi kamu diam terus. Biasanya kamu selalu gembira, tapi kok sekarang kamu lesu sekali." Ucap bunda.


" Iya bunda, Aleta kangen sekali sama Reynand. Kenapa Reynand belum pulang juga ya bun ?" Ucap Aleta dengan wajah sedihnya.


" Hmm, mungkin sedikit lagi Reynand akan pulang." Ujar bunda menenangkan Aleta.


Lalu Aleta langsung memeluk ibu mertuanya sambil membuang rasa sedihnya di pelukan ibu mertuanya. Tak lama kemudian terdengar suara mobil yang masuk ke depan rumah Reynand. Aleta langsung melihat dari jendela siapa yang datang kerumah Reynand pada saat hujan begini.


Seketika Aleta terkejut melihat mobil yang terparkir di depan rumah Reynand. Seseorang pun keluar dari dalam mobil tersebut, para pelayan berdatangan untuk memberikan payung untuk seseorang tersebut. Ternyata orang yang datang disaat hujan begini adalah Reynand.


Aleta yang melihat Reynand tak percaya bahwa Reynand sudah pulang, ia mengirah bahwa ini semua hanyalah mimpi. Sudah beberapa kali Aleta menepuk - nepuk pipinya, ia merasakan sakit dipipinya. Ternyata ia tidak bermimpi.


Ia sangat gembira ketika melihat suaminya yang sudah pulang. Aleta langsung berlari ke arah Reynand ke depan rumah.

__ADS_1


" Sayang, kamu mau kemana !" Ucap bunda.


Reynand terkejut ketika melihat istrinya menghampirinya ditengah hujan begini tanpa menggunakan payung.


Seketika Reynand langsung merampas payung dari pelayannya dan segera berlari ke arah Aleta. Ia tak mau jika istrinya terkena air hujan yang dingin. Pelayan yang mengantarkan payung untuk Reynand pun basah kuyup.


Dengan tiba tiba Aleta langsung memeluk Reynand dengan erat begitu pula dengan Reynand. Akhirnya rindu yang Aleta dan Reynand pendam hilang seketika ketika mereka sudah bertemu.


" Akhirnya tuan pulang juga, aku kangen sekali sama tuan." Ucap Aleta yang masih memeluk Reynand.


" Aku juga." Ucap Reynand sambil tersenyum.


Mereka pun masuk kedalam rumah dengan pakaian yang agak basah. Kepulangan Reynand disambut dengan hangat oleh keluarganya. Tak lama kemudian Reynand berjalan menuju arah kamarnya untuk berganti pakaian. Reynand mengajak Aleta untuk masuk ke kamarnya, namun Aleta menolak untuk pergi ke kamar Reynand.


Seketika ekspresi wajah Aleta langsung berubah menjadi ketakutan. Reynand menjadi bingung, kenapa Aleta tidak ingin masuk kedalam kamarnya. Sebenarnya apa yang telah terjadi pada Aleta ketika Reynand sedang tidak ada di rumah.


Reynand pun bertanya kepada bundanya, namun bundanya meminta agar Joshua saja yang menjelaskan tentang kejadian yang telah terjadi ketika Reynand tidak ada dirumah. Ketika Joshua menceritakan kejadian kemarin, Aleta langsung memeluk ibu mertuanya dengan sangat erat dan menutup telinganya. Wajah Aleta menjadi pucat, serta tangannya bergemetar.


Setelah tahu kejadian kemarin, Reynand langsung menghampiri Aleta dan memeluknya serta meminta maaf kepada istri tercintanya. Reynand merasa bersalah karena pada saat Aleta sedang merasa ketakukan, ia tidak ada di samping istrinya untuk menenangkannya.


Aleta hanya tersenyum dan merasa lega karena Reynand sudah pulang. Hatinya yang sejak tadi gelisah menjadi hilang akibat pelukan Reynand yang terasa nyaman serta hangat. Pelukan Reynand bagaikan pelindung bagi Aleta.


Hati Aleta mulai terasa tenang, akhirnya Aleta tidak terlalu takut lagi untuk masuk kedalam kamar Reynand. Setelah masuk kedalam kamar, Reynand langsung berganti baju didalam kamar mandi. Seketika ia terkejut ketika mendengar teriakan Aleta.

__ADS_1


" AHHHHH !" Teriak Aleta.


Reynand langsung keluar dari kamar mandi. Terlihat Aleta sudah tergeletak di lantai tidak sadarkan diri. Reynand pun langsung berlari menghampiri Aleta dan berusaha untuk membangunkannya. Namun Aleta tak bangun juga, karena panik ia langsung mengangkat tubuh Aleta dan membaringkannya di atas kasurnya. Kemudian Reynand langsung menelphone dokter pribadinya untuk memeriksa keadaan istrinya Aleta.


Hujan pun berhenti, tak selang waktu lama dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Aleta. Dokter mengatakan bahwa Aleta tidak kenapa- napa, Aleta hanya syok saja. Itulah yang menyebabkannya pingsang seperti ini.


Reynand benar benar sangat khawatir pada istrinya, ia terus - menerus memegang tangan Aleta sambil berharap Aleta segera bangun. Bunda Reynand sudah menenangkan Reynand agar tidak terlalu khawatir pada istrinya. Namun Reynand tidak bisa karena ia benar - benar takut terjadi sesuatu pada Aleta.


Joshua pun menyangka bahwa yang membuat Aleta ketakutan sampai pingsan seperti ini adalah teror seperti kemarin namun dalam bentuk lain. Mendengar perkataan Joshua membuat Reynand emosi dengan orang yang berani meneror istrinya.


Joshua pun memeriksa kamar Reynand, tiba tiba ia menemukan kotak yang berukuran kecil di bawah kasur Reynand. Ketika Joshua lihat isi dari kotak tersebut, ia langsung kerkejut. Di dalam kotak itu berisi foto Aleta, Reya, Joshua, dan mertua Aleta yang tengah makan siang bersama di siang hari tadi.


Di dalam kotak itu juga ada selembar kertas yang bertuliskan kata- kata yang kurang jelas untuk dibaca. Lalu tercium juga bau darah yang sangat menyengat dari dalam kotak itu. Bau darah itu tak lain berasal dari tulisan di selembar kertas tersebut. Lalu Joahua langsung memberikan kotak beserta isinya kepada Reynand. Betapa terkejutnya Reynand melihat kata kata yang tertulis di selembar kertas itu. Ketika diperhatikan lagi, Joshua dapat membaca tulisan diselembar kertas itu.


Kertas itu bertulis ' Aku Akan Selalu Mengawasimu Aleta !'


Beberapa menit telah berlalu, akhirnya Aleta membuka matanya perlahan lahan. Ketika Aleta sudah sepenuhnya sadar, ia langsung berteriak memanggil nama Reynand. Reynand yang sedari tadi berada didekat Aleta terkejut ketika istrinya berteriak memanggil namanya.


" Sayang, kamu kenapa ?" Tanya Reynand.


" Aku takut !" Ucap Aleta sambil menangis dan memeluk suaminya.


Reynand pun berusaha untuk menenangkan istrinya yang sedang ketakutan. Beberapa jam telah berlalu, Aleta sudah tertidur di kamar Reya sedangkan Reynand masih bersama dengan Joshua dan membahas soal teror yang terjadi pada Aleta di ruang kerja.

__ADS_1


Reynand menyuruh Joahua dan seluruh bodyguardnya untuk menyelidiki siapa yang telah berani meneror istrinya Aleta. Joshua berkata bahwa Aleta sudah tiga kali diteror oleh seseorang. Mendengar perkataan Joahua barusan, membuat hati Reynand merasa lebih khawatir dari sebelumnya. Karena Reynand benar benar khawatir dengan keadaan Aleta, akhirnya Reynand ikut menyelidiki tentang teror Aleta ini.


Bersambung........


__ADS_2