
Penyelidikan
Para bodyguard , serta satpam mencari pelaku teror di kamar Reynand , begitu juga dengan seluruh pelayan yang ada di rumah Reynand ikut membantu mencari pelaku teror tersebut disetiap sudut- sudut rumah. Semua diperiksa , tak ada satu ruang pun yang terlewat dari pemeriksaan. Sungguh disayangkan mereka tak menemukan titik terang untuk kasus ini, pelaku pun sudah melarikan diri. Tak ada jejak yang tertinggal , bagaikan seorang penjahat yang propesional. Semua pun berkumpul diruang kerja Reynand , kecuali Kedua mertua Aleta, dan Reya yang tak ikut berkumpul dikarenakan masih menenangkan Aleta dikamarnya yang masih sangat syok dengan kejadian barusan.
Para bodyguar, satpam dan para pelayan melaporkan hasil pemeriksaan kepada Joshua. Semua menjawab kompak tak menemukan pelakunya , dan tak ada jejak yang ditinggalkan. Betapa marahnya Joshua mendengar laporan dari mereka semua hingga tangannya memukul meja kerja Reynand dengan kencang sehingga para bodyguard, satpam dan para pelayan terkaget tak berani menampakkan wajahnya dihadapan Joshua hanya menundukkan kepala mereka. Begitu takutnya mereka dengan kemarahan Joshua. Joshua pun menyuruh mereka semua untuk pergi dari ruangan kerja Reynand dan membiarkan Joshua sendiri diruangan itu. Joshua pun berpesan agar para bodygurd dan seluruh satpam yang ada di rumah kediaman Reynand untuk tetap waspada dan perketat lagi penjagaan.
"Tak ada yang boleh tidur malam ini semua harus berjaga , kalian semua dengar !" bentak Joshua.
Keesokan Harinya
Joshua dan para bodyguard Reynand masih menyelidiki kejadian kemarin malam di kamar Reynand. Joshua melihat sekeliling kamar dengan sangat teliti. Tiba tiba ia teringat dengan cctv yang ada di kamar Reynand. Joshua pun langsung memeriksa cctv di kamar Reynand dengan laptopnya.
Ada tiga cctv yang terpasang di kamar Reynand, ketika diperiksa oleh Joshua, seketika Joshua terkejut ternyata semua cctv yang dipasang dikamar Reynand sudah dirusak oleh seseorang, dan tidak memunculkan gambar apapun. Joshua semakin yakin bahwa pelaku dibalik ini semua adalah orang dalam.
" Hmm, cctv di dalam kamar ini rusak semua, ternyata dugaan ku benar. Orang dalamlah yang melakukan ini semua, tidak mungkin jika orang luar yang melakukan ini, karena yang tahu cctv di kamar Reynand hanyalah para pelayan atau penjaga cctv dan orang dalam yang lainnya. Tapi siapa ?" Ucap Joshua didalam hati.
Sebenarnya Joshua ingin memberitahu Reynand tentang ini semua. Tapi itu semua tidak ia lakukan, karena dapat mengganggu Reynand yang sedang menyelesaikan masalah perusahaannya di Singapura.
" Tuan Joshua bagaimana, apakah di cctv itu terdapat petunjuk ?" Tanya salah satu bodyguard Reynand.
" Tidak, cctv dikamar ini dirusak semua. Pasti ada orang dalam dibalik ini semua. Cepat periksa semua orang yang ada didalam rumah ini !" Suruh Joshua.
" Baik tuan." Ucap para bodyguard Reynand.
Para bodyguard Reynand pun mengumpulkan seluruh pelayan serta satpam di rumah ini. Joshua langsung menyuruh para bodyguard untuk memeriksa mereka semua.
Lalu datanglah Aleta, Reya, dan mertua Aleta. Bunda Reynand yang melihat semua pelayan serta satpam yang tengah berkumpul di ruang keluarga pun terheran heran. Sebenarnya apa yang akan dilakukan sampai semua pelayan dan satpam berkumpul di ruang keluarga.
" Joshua, ada apa ini ?" Tanya ayah tiri Reynand.
" Maaf om, Joshua sedang menyuruh para bodyguard Reynand untuk meriksa mereka semua. Karena Joshua curiga pelaku di balik kejadian kemarin malam adalah salah satu dari mereka." Ucap Joshua dengan ekspresi wajah yang serius.
__ADS_1
Sudah beberapa jam telah berlalu, akhirnya pemeriksaan pun selesai. Namun Joshua tidak menemukan pelakunya dirumah ini.
" Hmm, kalau bukan orang dalam, lantas siapa yang melakukan ini. Tak ada satu pun dari mereka yang mau mengaku. Apakah harus menggunakan cara yang kasar agar mereka mau mengaku!" Ucap Joshua dalam hati.
Aleta menghampiri Joshua dan bertanya siapa pelaku dibalik kejadian kemarin. Joshua menjawab bahwa ia belum mengetahui siapa pelakunya.
" Aleta, kamu harus terus waspada yah. Jangan pergi kemana mana dulu, aku takut nanti kamu kenapa napa." Ucap Joshua.
" Iya, aku mengerti." Jawab Aleta sambil menatap serius wajah Joshua.
" Tapi Joshua bagaimana jika peneror datang lagi , ke rumah ini." Aleta melanjutkan pembicaraannya.
" Tenanglah Aleta, penjagaan sudah semakin diperketat bahkan bodyguard dirumah ini juga sudah ditambah , didepan kamarmu juga sudah ditempatkan dua orang bodyguard yang selalu siap untuk menjagamu." Ucap Joshua.
Joshua juga berpesan kepada Aleta jangan sampai hal ini menguras pikirannya hingga Aleta jatuh sakit. Aleta disuruh tetap tenang dan percaya padanya bahwa semua akan baik - baik saja hingga Reynand kembali. Joshua juga berpesan jangan menceritakan hal apapun kepada Reynand , biarkan Reynand tenang mengurus masalah pekerjaannya dulu. Ketika Reynand kembali baru kita ceritakan semua.
Karena sudah kedua kalinya Aleta diteror, maka Aleta mendapatkan penjagaan yang lebih ketat, agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi. Suasana masih saja terasa tegang karena kejadian kemarin malam.
" Sayang, dimakan donk makan siangnya. Bunda takut kamu sakit. Kamu gak perlu khawatir." Ucap ibu mertua Aleta.
" Iya, kami semua pasti akan melindungi kamu nak Aleta." Ucap ayah mertua Aleta.
" Iya bunda, ayah terimakasih." Ucap Aleta dengan senyuman.
Betapa bersyukurnya Aleta mempunyai keluarga seperti mereka. Rasa sayang yang mereka kasih kepada Aleta sangatlah besar. Beberapa jam telah berlalu, Aleta sedang duduk di kursi taman sambil memikirkan Reynand.
Ketika Aleta sedang terpuruk biasanya ia selalu mengganggu Reynand agar ia dapat melupakan hal - hal yang membuatnya tidak nyaman. Tak selang waktu lama handphone Aleta bergetar. Ia langsung memeriksa handphonenya, ternyata Reynand menelphone Aleta. Dengan gembiranya Aleta langsung mengangkat telphone dari Reynand.
" Hai sayang, kamu sedang apa ?" Tanya Reynand dengan lembut.
Mendengar suara Reynand yang seperti itu membuat Aleta tak kuasa menahan tangisnya. Tangis Aleta pecah begitu saja, Reynand yang mendengar suara istrinya menangis langsung panik, apa yang terjadi pada istrinya. Reynand berpikir apakah salah jika ia memanggil Aleta dengan sebutan sayang.
__ADS_1
" A- Aleta kamu nangis kenapa ?" Tanya Reynand.
" Aku kangen sama tuan, hiks." Ucap Aleta sambil menangis.
" Aku juga kangen sama kamu." Ujar Reynand.
" Tuan, kapan tuan kembali ke sini . Aku takut jika tidak ada tuan disamping ku." Ucap Aleta yang masih menangis.
" Memangnya kamu takut kenapa ?" Tanya Reynand.
" Pokoknya aku mau tuan pulang saja !" Ucap Aleta.
" Iya, aku akan pulang nanti. Yasudah, kalau begitu usap air matamu itu dan jangan menangis lagi yah." Ucap Reynand.
" Iya tuan, aku tidak akan menangis lagi." Ucap Aleta, mengusap air matanya.
" Hmm, Aleta sudah dulu yah telphonenya aku masih banyak kerjaan disini." Ucap Reynand.
" Iya tuan, semangat yah." Ucap Aleta.
" Iya, bye... ." Sahut Reynand.
" Tuan tunggu !" Ujar Aleta.
" Iya, kenapa Aleta ?" Tanya Reynand.
" Aku sayang tuan." Ucap Aleta.
" Aku juga sangat menyayangimu." Ucap Reynand dan mematikan telphonenya.
Aleta dan Reynand sudah tidak sungkan lagi untuk mengungkapkan perasaannya masing - masing. Mereka juga sudah tak malu mengungkapkan rasa rindunya. Kata - kata itu terucap begitu saja dari mulut mereka. Rindu yang kian dalam dan semakin mendalam hingga tak sadar terucap.
__ADS_1
Bersambung.......