Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Ciuman dari Aleta


__ADS_3

Ciuman Dari Aleta


Reynand menghampiri istri nya. Tanpa ragu ragu, ia langsung memeluk Aleta.


" Ini istri ku ! jangan coba coba dekat dengannya !." Ucap Reynand kepada Samuel dengan tatapan mata yang sinis.


Aleta terkejut, ia pun langsung mendorong Reynand. Wajahnya merah merona, dan tersipu malu. Lalu si Muel marah ketika melihat Aleta dan Reynand berpelukan. Muel pun mencakar kaki Reynand hingga terluka.


" Akh.... dasar kucing gendut nyebelin, jelek !." Bentak Reynand.


" Hey, Reynand kalau ngomong jangan begitu sama Muel ! dia ini kucing ku !." Ucap Samuel.


" Oh... jadi ini kucing mu, kalau begitu bawa pulang saja sana. Dari pada mengganggu ku dan Aleta." Ucap Reynand.


" Miaw.... ." Kucing itu mengeong.


" Ku rasa aku tak merasa terganggu oleh keberadaan Muel di rumah ku." Ucap Aleta.


" Itu bukan rumah mu, tapi rumah ku." Bisik Reynand.


" I- iya, maksudnya rumah tuan." Bisik Aleta juga.


Muel pun menarik narik celana Aleta, ia ingin Aleta menggendong nya. Aleta yang peka dengan kelakuan Muel, iapun menggendong Muel si kucing pintar itu.


Secara tiba tiba Reynand langsung mengambil Muel dari tangan Aleta dan melemparnya. Samuel pun marah karena kucing kesayangannya itu di lempar oleh Reynand.


" Reynand, kenapa kamu malah melempar kucing ku begitu !!!." Teriak Samuel.


" Lagian sih, kucing itu manja sekali dengan istri ku ini !." Ucap Reynand.


" Tapi gak kayak begitu juga donk !." Bentak Samuel.


" Terserah donk ! Aku yang ngelempar kenapa kamu yang ribet !." Ucap Reynand.


" Ih dasar ka-."


" Kak Samuel.... sabar." Ucap Aleta.

__ADS_1


" Aleta ! kamu ngapain sih dekat dekat sama orang itu !." Ucap Reynand.


" Terserah donk, aku yang deketin kenapa kamu yang repot ! Emangnya kenapa sih kalau dekat dekat sama kak Samuel, emangnya kamu cemburu !." Ucap Aleta.


" Iya lah... mana ada suami yang gak cemburu kalau melihat istri nya dekat dekat sama pria lain !." Teriak Reynand mengeluarkan isi hatinya.


" A- apa !?." Aleta terkejut.


Jantung nya berdetak kencang, serta pipinya terasa panas. Reya yang mendengar nya tersenyum. Aleta tak pernah menduga kalau Reynand akan menjawa iya, kalau dia itu cemburu. Aleta merasakan bahwa di dalam hati Reynand sudah mulai tumbuh cinta.


" Beneran nih, kamu cemburu sama aku." Ucap Aleta.


" Sial, aku salah ngomong lagi !." Ucap Reynand dalam hati.


Dari arah belakang terdengar suara larian yang kencang, dan penuh emosi. Ada seekor hewan yang berbulu, badannya besar, serta matanya yang merah berlari menghampiri Reynand. Hewan itu adalah kucing besar, yang tak lain adalah Muel.


" Meaw...... meaw... ." Muel mencakar wajah Reynand dengan kuku nya yang tajam, dan penuh dengan rasa emosi.


Pipi Reynand di sebelah kiri terluka dan mengeluarkan darah sedikit.


" Ahhh... kak Reynand !!." Ucap Reya berusaha menarik Muel, agar tidak mencakar Reynand lagi.


Mereka semua pun berusaha untuk melepaskan Reynand dari cakaran Muel. Beberapa menit kemudian, akhirnya Muel melepaskan cakarannya. Wajah Reynand terdapat banyak cakaran yang di sebabkan oleh Muel.


Aletapun mengambil kotak P3k di dalam mobil Reynand. Lalu Aleta membawa Reynand duduk di bawah pohon besar agar tidak kepanasan. Sedangkan Reya dan Samuel membawa Muel pergi jauh dari Reynand agar Reynand tidak dicakar lagi oleh Muel.


" Tuan, sakit tidak ?." Tanya Aleta.


" Sakit lah... masa gak sakit !." Ucap Reynand.


" Aku minta maaf deh tuan." Ucap Aleta.


" Kenapa kamu yang minta maaf, yang salah kan si kucing bandel itu, bukan kamu." Ucap Reynand.


" Muel kan gak bisa bicara, jadi aku wakilin aja permintaan maaf nya." Ucap Aleta.


" Hemmm.... ." Reynand tersenyum.

__ADS_1


" Tuan tersenyum ?." Tanya Aleta.


" Iya, kenapa masalah !?." Ucap Reynand.


" Enggak kok, malahan aku suka lihat senyum tuan. Karena setiap kali tuan tersenyum, hati ku terasa sangat bahagia." Ucap Aleta dengan senyuman.


" Bahagia, kau bilang.... bahagia... ?." Ucap Reynand.


" Iya, kalau tuan bahagia... aku juga ikut bahagia." Aleta tersenyum lagi.


" Kenapa, kenapa dia masih bisa bahagia. Padahal selama ini aku sudah memperlakukannya dengan sangat kejam. Tapi dia masih saja bisa tersenyum begitu. Dasar perempuan aneh." Ucap Reynand di dalam hati.


" Tuan, masih sakit gak luka nya ?." Tanya Aleta.


" Masih... dikit." Jawab Reynand.


" Mau tau gak caranya biar gak sakit lagi ?." Tanya Aleta.


" Yaudah, gimana caranya ?." Tanya balik Reynand.


Tiba tiba Aleta mencium luka di pipi Reynand sebelah kiri. Reynand terkejut seketika akibat kelakuan Aleta yang tidak biasa.


" Cepat sembuh ya.... ." Ucap Aleta dengan senyuman.


( Wajah Reynand merah merona. )


" Ka- kamu... barusan m- m- mencium ku !?." Reynand terkejut.


Jantung nya berdetak kencang, serta nafasnya mulai tidak beraturan. Reynand pun menjauh dari Aleta, agar jantung nya berdetak tidak terlalu kencang lagi. Namun, bukannya menjauh dari Aleta, justru Reynand malah lebih dekat dengan Aleta. Karena Aleta yang terus menerus mendekat.


" Sial, kenapa Aleta malah lebih dekat dengan ku !. Kalau begini... bisa bisa aku kena serangan jantung !." Ucap Reynand di dalam hati.


Tunggu episode selanjut nya ya...🤗


Jangan lupa like ya.....😁


Bye....

__ADS_1


__ADS_2