Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Ingin Pergi Bersama Reynand


__ADS_3

Sesampainya di taman, Aleta, Reya dan Samuel turun dari mobil. Mereka berjalan ke arah kursi taman, kecuali Reya. Reya melihat ada tukang ice cream yang berada di dekat warung, ia pun menghampiri tukang ice cream tersebut.


Samuel yang melihat Reya pergi meninggalkan mereka berdua, Samuel langsung mengajak Aleta untuk duduk berdua di kursi taman dekat pohon besar. Aleta dan Samuel duduk di kursi itu. Mereka berdua mengobrol sambil tertawa.


Reya membeli dua ice cream, ia memakannya dengan sangat lahap. Tiba- tiba kakek pemilik warung yang waktu itu tak sengaja melihat Reya. Ia pun keluar dari warungnya dan menghampiri Reya yang sedang memakan ice cream.


" Hey anak muda !" seru kakek warung.


Reya yang mendengar suara kakek warung itu terkejut, ia langsung menoleh ke arah kakek itu. Seketika tangan Reya yang menggenggam ice cream terlepas. Ice creamnya pun jatuh ke rerumputan.


" I- itukan kakek yang w- waktu itu !" gumam Reya dalam hati.


" Ngapain kamu disini hah !" bentak kakek warung itu.


" Ih kakek, tiba- tiba udah marah aja ! ngucapin salam dulu kek," ucap Reya.


" Hmm !" kakek itu membuang muka.


" Kakek ini jutek amat sih !" ucap Reya.


Samuel dan Aleta tengah berduaan, sedangkan Reya berduaan dengan kakek- kakek pemilik warung di taman itu.


Dirumah Reynand


Reynand masih tertidur sedangkan Muel sudah bangun dari tidurnya. Ia mengusap- ngusap wajah Reynand dengan kaki berbulunya yang lembut itu. Bukannya bangun Reynand malah langsung memeluk Muel dengan sangat erat. Ia mengira bahwa Muel adalah bantal, karena bulu Muel terasa sangat halus dan lembut.


Reynand mencium- cium Muel, Muel yang merasa tidak nyaman, langsung mencakar Reynand. Sontak saja Reynand terkejut dan terbangun dari tidurnya.


" Aduh, sakit !" ucap Reynand.


Muel melompat ke lantai, ia turun dari pangkuan Reynand. Reynand merasa kesal, karena terus- menerus dicakar oleh Muel. Ia pun memanggil Aleta, istrinya.


" Sayang ! Kamu dimana, masa aku dicakar sama si kucing nakal ini lagi !" ucap Reynand.


Sudah berkali- kali Reynand memanggil Aleta, namun Aleta tak menjawabnya. Reynand melihat kesekeliling kamarnya, ia tak menemukan siapa- siapa. Ia juga tidak melihat Aleta di kamar.


" Loh, bukannya Aleta sedang tidur di kasur yah," ucap Reynand.


Reynand dan Muel pun mencari Aleta dan Samuel ke sekeliling kamar. Tapi tetap saja tidak ketemu.


" Hey kucing caper, kamu menemukan Aleta tidak ?" tanya Reynand.

__ADS_1


Muel hanya menggeleng- gelengkan kepala, menandakan bahwa ia tidak menemukan Aleta di kamar Reynand. Reynand langsung duduk dikasurnya, tiba- tiba Muel naik ke atas kepala Reynand.


" Hey ! ngapain kamu naik ke atas kepalaku berat tahu !" bentak Reynand.


Melihat Reynand yang marah, Muel mengusap- ngusap kepala Reynand dengan bulunya yang halus. Reynand langsung mengambil Muel dari atas kepalanya dan menggendongnya.


Lalu Muel bertingkah laku lucu pada saat digendong oleh Reynand. Wajahnya yang imut, berbulu halus, dan tingkah lakunya yang manja membuat Reynand terpesona.


" Yaampun, kucing ini lucu banget sih," ucap Reynand dalam hati sambil tersenyum.


" Miaww," Muel mengeong.


" Hmm, aku panggil kamu Sam ajalah biar lebih lucu," ucap Reynand.


" Miaww !" Muel hanya mengeong dengan senyumannya.


Kemudian datanglah salah seorang pelayan yang mengetuk pelan pintu kamar Reynand. Reynand langsung menyuruh pelayan itu untuk masuk kedalam kamarnya. Pelayan itu pun masuk ke kamar Reynand, lalu ia mengatakan bahwa Aleta pergi bersama dengan Reya, dan Joshua. Ternyata, sebelum Aleta pergi, Aleta sudah menitipkan pesan untuk Reynand kepada pelayan itu. Agar Reynand tidak mencari Aleta ketika Reynand sudah terbangun dari tidurnya.


" Hmm, jadi Aleta pergi bersama Reya dan Joshua ke taman ?" tanya Reynand kepada pelayan itu.


" Iya tuan," ucap pelayan tersebut.


Reynand berdiri dan mengajak Muel untuk pergi dengannya untuk menyusul Aleta ke taman.


" Miaww !" seru Muel.


Lalu pelayan itu pergi dari kamar Reynand, setelah melihat pelayan itu sudah pergi, Reynand mengganti bajunya, ia memakai baju berwarna putih serta kaca mata berwarna hitam. Muel dan Reynand terlihat sangat keren, mereka pun berjalan menuju keluar rumah.


Seketika Reynand berhenti melangkah ketika handphone yang berada disakunya bergetar. Ia memeriksa handphonenya, ternyata Joshua telah menelphonenya. Tanpa berpikir Reynand langsung mengangkat telphonenya.


" Reynand, aku -"


" Oh ya, Joshua ! Apa kamu sudah membawa pelayan itu ke kantor police ?" tanya Reynand memotong pembicaraan.


" Aku dan para bodyguardmu belum sampai di kantor police, kami masih berada diperjalanan," jawab Joshua.


" Hmm, kalau begitu jangan kita bawa dulu ke kantor police !" suruh Reynand.


" Lalu ?" tanya Joshua.


" Bawa saja ke rumah kedua orang tua angkat Aleta, aku akan segera menyusul kesana. Tapi, jangan kamu bawa masuk dulu si pelayan itu !" suruh Reynand.

__ADS_1


Tanpa basa- basi Joshua langsung menyuruh para bodyguard Reynand untuk mengantarkannya kerumah orang tua angkat Aleta. Kemudian Reynand mematikan telphonenya dan pergi menuju mobilnya dengan terburu- buru. Muel masih saja mengikuti Reynand dari belakang.


Sesampainya di depan rumah, Reynand menyuruh satpam untuk menyiapkan mobilnya untuk ia bawa pergi. Tak butuh waktu lama, mobil pun sudah berada didepan Reynand.


" Miaww !" Muel mengeong sambil menatap wajah Reynand.


" Hmm, Sam maaf yah, aku tidak jadi ke taman. Karena ada urusan mendadak," ucap Reynand dan masuk kedalam mobilnya


Lalu Muel menarik celana Reynand dengan cakarnya, ia ingin ikut dengan Reynand. Wajah Muel terlihat sedih ketika Reynand masih tidak mau mengajaknya. Karena tidak tega, akhirnya Reynand mengajak Muel untuk pergi bersamanya menuju rumah orang tua angkat Aleta.


Diperjalanan Muel duduk manis sambil menjilati kuku kakinya. Reynand yang sedang menyetir mengusap- ngusap kepala Muel dengan lembut, karena Muel tidak mengganggunya disaat dia sedang menyetir.


Beberapa menit telah berlalu, Reynand dan Muel pun sampai di rumah orang tua angkat Aleta. Ia keluar dari mobilnya sambil menggendong Muel. Terlihat ada para bodyguarnya yang sedang berkumpul untuk menunggu kedatangan Reynand. Lalu Joshua muncul, Reynand langsung menghampiri Joshua.


" Akhirnya kamu sampai juga, lama sekali," ucap Joshua.


" Hmm, oh ya dimana pelayannya ?" tanya Reynand.


" Pelayan itu masih didalam mobil, yang di jaga oleh bodyguardmu," ucap Joshua.


" Hmm, kalau begitu aku masuk dulu kerumah orang tua Aleta, dan kamu tetap berada disini, dan awasi terus pelayan itu !" suruh Reynand.


" Iya, tapi Reynand ! Kamu mau membawa kucing itu masuk juga ?" tanya Joshua.


" Ya," jawab Reynand dengan singkat dan meneruskan langkahnya.


Reynand melangkahkan kakinya kearah rumah orang tua angkat Aleta, lalu dua orang satpam dirumah orang tua Aleta langsung membukakan pagar rumah itu. Reynand pun masuk kedalam rumah kedua orang tua angkat Aleta.


Reynand mengetuk pintu rumah orang tua Aleta. Lalu Muel turun dari gendongannya Reynand. Kemudian salah seorang pembantu dirumah orang tua Aleta membukakan pintu depan rumah. Reynand langsung bertanya tentang keberadaan ibu angkat Aleta.


Pembantu itu langsung menyuruh Reynand masuk dan duduk di sofa. Sedangkan pembantu itu ingin memanggil ibu angkat Aleta.


Tak lama kemudian ibu angkat Aleta dan adik Aleta datang menemui Reynand yang berada diruang tamu.


" Eh menantu kesayangan mamah datang, " ucap ibu angkat Aleta.


" Hmm, selamat siang. Akhirnya kita bertemu lagi," ucap Reynand dengan tatapan mata yang sinis.


Deg...


Seketika perasaan ibu angkat Aleta tidak enak, wajah Reynand yang nampak menahan amarahnya, dan tatapannya yang mengerikan membuat ibu angkat Aleta sedikit ketakutan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2