Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Kedatangan Raka


__ADS_3

Mendengar jawaban dari kepala pelayan dirumahnya Reynand meminta untuk dipanggilkan pelayan yang baru saja sebulan bekerja dirumah ini. Reynand menaruh curiga dengan pelayan tersebut.


Tanpa berlama - lama kepala pelayan itupun langsung mencari pelayan yang dimaksud dan mengantarkannya ke ruang kerja Reynand. Kepala pelayan dengan dibantu pelayan yang lain mencari pelayan tersebut tapi tidak ditemukan dimana - mana. Kepala pelayan itupun segera menemui tuan Teynand di ruang kerjanya, untuk melaporkan apa yang terjadi.


Setibanya di ruang kerja Reynand, belum sempat kepala pelayan itu mengucapkan sesuatu. Tuan Reynand bertanya terlebih dahulu kepadanya.


" Gimana bi ?" Tanya Reynand.


" Maaf tuan pelayan nya sudah kabur, saya dengan dibantu pelayan lain sudah mencarinya disekeliling rumah tapi tidak ada!" Jawab kepala pelayan dengan nada gugup.


" Apa bibi sudah mencarinya dikamarnya bi?" Tanya Joshua.


" sudah tuan , tapi memang tidak ada. " Jawab kepala pelayan itu kembali.


Reynand pun berinisiatif mengajak Joshua , dan kepala pelayan kekamar pelayan yang dimaksud. Reynand ingin memeriksa sendiri keadaan kamar pelayan itu. Reynand berharap akan menemukan petunjuk lain tentang keberadaannya.


Sampailah mereka bertiga ke dalam kamar pelayan yang dimaksud, Reynand memeriksa isi lemari pelayan itu. Namun lemarinya telah kosong. Tak ada sehelai baju pun yang di tinggalkan. Mereka bertiga tak menemukan petunjuk apa - apa.


" Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? darimana pelayan itu tau kalau kita mencurigainya!" Ucap Reynand dengan nada yang kesal.


" Sabar Reynand, kita pasti akan menemukan titik terang untuk masalah ini." Ujar Joshua.


" Bagaimana aku bisa tenang , jika istriku dalam bahaya ha ? Jawab Reynand dengan nada yang agak kencang.


Kepala pelayan itupun menunduk takut, merasa bersalah karena ia memasukan orang kerumah ini tanpa mencari tau terlebih dulu latar belakannya. Dengan mudahnya kepala pelaya itu menerima pelayan itu bekerja dirumah ini. Karena iba dengan cerita tragis yang ia dengar. Tanpa menaruh rasa curiga kepala pelayan itu menerima begitu saja.


"Mungkinkah? pelayan itu telah mendengar pembicaraan kita tadi di ruang kerjamu?" tanya Joshua.


Reynand hanya menatap wajah Joshua dengan serius. Tanpa banyak bicara Reynand pun mengajak Joshua untuk ke ruang cctv. Mereka berdua pun keluar dari kamar pelayan itu dengan meninggalkan kepala pelayan sendirian. Sebelum pergi Reynand mengucapkan sesuatu kepadanya. Reynand berpesan agar hal ini jangan sampai terulang lagi dan mulai sekarang setiap ada penerimaan pelayan baru di rumah ini harus dengan ijin Reynand terlebih dulu. Kepala pelayan itu sudah tidak boleh lagi mengambil keputusan sendiri, harus melalui pertimbangan Reynand. Reynand bukan tidak percaya lagi kepada kepala pelayannya, Reynand hanya takut kepala pelayannya melakukan kesalahan lagi yang sama. Reynand hanya ingin melindungi keluarganya.


" Maaf kan saya bi , kini tanggung jawabmu ku ambil kembali. Bukan karena saya tidak percaya pada bibi. Terlebih lagi ini semua untuk kebaikan seisi rumah ini. Saya harap bibi mengerti!" Ucap Reynand.

__ADS_1


Reynand dan Joshua pun berlalu dari kamar itu dengan langkah yang cepat mereka berdua menuju ruang cctv. Tanpa basa basi Reynand dan Joshua segera masuk keruang cctv, Joshua membukakan pintunya , Reynand pun masuk terlebih dahulu dan diikuti Joshua dibelakangnya.


Reynand langsung marah ketika ia dapati penjaga cctv sedang tertidur pulas. Reynand pun langsung memukul meja dengan keras hingga penjaga itu terbangun karena kaget.


Reynand yang sudah kehilangan kesabaran spontan saja ingin memukul penjaga cctv itu, Joshua yang melihatnya langsung menghentikan tindakan Reynand.


" Hentikan Rey! pasti ada sebabnya kenapa bapak ini tertidur. Tidak seperti biasanya ia seperti ini. Tekan emosimu jangan biarkan emosi mu menguasai akal sehatmu! ucap Joshua mencoba menenangkan Reynand.


Mata Joshua tertuju pada secangkir kopi yang ada dimeja penjaga cctv itu. Joshua segera mengambil gelas itu dan mencium bau aromanya. Benar saja dugaan Joshua ternyata kopi itu sudah dicampur dengan obat tidur.


Amarah Reynand pun semakin menjadi, dengan cepat Reynand langsung menyuruh semua bodyguardnya untuk segera mencari pelayan baru itu. Joshua juga ingin ikut membantu untuk mencari pelayan yang kabur, namun Reynand tidak mengizinkannya.


Tiba- tiba datanglah dua satpam, ia memberitahu kepada Reynand bahwa ada yang ingin menemui Joshua. Joshua dan Reynand segera pergi dan ingin mengetahui siapa yang ingin bertemu.


Sesampainya di ruang tamu, terlihat ada seorang pria yang tengah duduk di sofa, pria itu tak lain adalah Raka. Melihat Raka yang ada di rumah Reynand membuat Joshua bingung.


" Hey kamu siapa ?" tanya Reynand.


" D- dia Raka Reynand, teman ku," ujar Joshua.


Raka langsung berdiri dan memeluk Joshua sambil menepuk- nepuk punggung Joshua. Joshua tambah terheran- heran dengan kelakuan Raka. Seketika Aleta datang bersama dengan ibu mertuanya. Ketika Aleta datang, Raka langsung tersenyum ke arah wajah Aleta.


Melihat senyuman Raka seperti itu, Reynand merasa tidak suka ia langsung menyembunyikan istrinya di belakang tubuhnya.


" Ngapain kamu melihat istriku sepeti itu !" ucap Reynand.


" Hmm, mungkin karena istrimu terlalu cantik dan membuatku sedikit tergoda," ucap Raka dengan senyuman liciknya.


" Hahaha... Raka kamu bisa saja bercandanya," ucap Joshua sambil tertawa hambar.


Aleta yang mendengarnya merasa jijik, ia langsung menghampiri Raka dengan ekspresi wajah yang tidak suka dengan seseorang. Wajah polosnya itu membuat Raka semakin tertarik pada Aleta.

__ADS_1


" Sayang, kamu ngapain ke dia !" ucap Reynand.


Dengan amarah Aleta yang meluap- luap, ia langsung menginjak kaki Raka dengan sangat kencang hingga Raka kesakitan. Joshua yang melihat Raka kesakitan membuatnya sedikit khawatir.


Reynand hanya tertawa kecil melihat kelakuan istrinya yang seperti itu. Bukannya marah, Raka malah semakin tertarik dengan Aleta. Sikap polosnya serta wajah yang imut, pantas saja pria yang melihatnya merasa gemas. Raka langsung mendekat ke arah Aleta, lalu mencubit pipi Aleta yang menggemaskan itu.


" Hmm, gemes banget sih !" ucap Raka sambil tersenyum.


Seketika Aleta terkejut, Reynand yang melihat istrinya disentuh sembarangan oleh pria lain merasa emosi. Ia pun langsung menarik tangan istrinya dan memeluk istrinya dengan erat.


" Heh, laki- laki aneh. Kamu mau jadi pelakor, megang- megang istri orang !" ucap Reynand dengan emosi.


Bunda Reynand hanya terdiam melihat tingkah laku anaknya yang terlihat cemburu itu. Lalu Reya dan ayah tirinya datang.


" Wah ada tamu ya," ucap ayah tiri Reynand.


" Iya ayah, ini temannya Joshua," ucap bunda.


" Ohh, tumben ada teman Joshua yang main kesini," ucap ayah dengan memberikan senyuman kepada Raka.


" Iya om, " ucap Raka membalas senyuman ayah Reynand.


" Gak, dia bukan tamu ! hey kamu, pergi sana !" suruh Reynand.


Bunda Reynand yang mendengar ucapan anaknya merasa kesal akibat perbuatannya yang tidak sopan. Bunda pun langsung mengedipkan matanya ke arah Reynand seolah sedang memberi isyarat kepada Reynand untuk tetap sopan dengan tamu walaupun tamu itu musuh kita sekalipun.


Reynand pun paham dengan isyarat yang bundanya maksud. Iapun segera memberikan senyum manis ke arah Raka walaupun terpaksa.


Beberapa menit telah berlalu, Raka dan kedua orang tua Reynand berbincang - bincang sambil meminum secangkir teh hangat. Reynand yang melihatnya merasa kesal.


Tiba- tiba ada yang menelphone Reynand, ia langsung memeriksa handponenya. Reynand langsung pergi sesaat setelah ia melihat handponenya, Aleta yang melihat suaminya pergi merasa penasaran. Kenapa suaminya tiba- tiba pergi begitu setelah mendapat telphone. Aleta pun pergi menyusul Reynand.

__ADS_1


Setelah mengankat telphone, Reynand langsung mengirimkan pesan kepada Joshua lewat handphonenya untuk menyuruhnya datang menemui Reynand di ruang kerja.


Bersambung.....


__ADS_2