Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Kecupan Selamat Malam


__ADS_3

Kecupan Selamat Malam


Semakin lama, hari semakin gelap. Matahari mulai tenggelam dari arah barat. Aleta memasuki kamar Reynand dan menonton tv di sana, begitu pula dengan Reya. Tak lama kemudian Reynand datang dan langsung mengganti pakaiannya.


Aleta terkejut seketika ketika melihat Reynand membuka baju, dan memperlihatkan tubuh nya. Aleta langsung menutup wajahnya menggunakan bantal dan berteriak didalam hati, sedang kan Reya biasa biasa saja ketika melihatnya. Reynand berpakaian rapih dengan jas.


" Tu - tuan, mau kemana ?." Tanya Aleta.


" Tuan ?!." Ucap Reya dengan raut wajahnya yang terheran heran.


" Eh... maksudnya Reynand. " Ucap Aleta.


" Hmm... mencurigakan." Ucap Reya, dalam hati.


" Aku mau ke kantor, ada urusan penting di sana." Jawab Reynand.


" Kak, aku nebeng donk, soalnya aku mau ke rumah teman aku." Reya menyeletuk.


" Yaudah, sana ganti baju. Jangan lama lama." Ucap Reyannd.


" Iya.... ." Ucap Reya, beranjak dari kasur.


Lalu mereka berdua meninggalkan Aleta sendirian di kamar. Aleta melanjutkan menonton tv nya, suasana mulai terasa sepi. Aleta merasa bosan, ia sudah mengganti saluran tv nya berulang kali, namun tak ada satupun film yang ia suka


CETARRR......


Seketika Suara petir datang, serta cahaya petir yang masuk dari jendela, membuat Aleta terkejut. Ia menoleh ke arah kaca jendela yang belum ditutupi oleh gorden. Aleta melangkah ke arah jendela itu dan menutup nya dengan gorden.


Ketika ditutup, suasana di kamar itu gelap tak ada lampu yang dinyalakan. Aleta pu meyalakan lampu. Petir yang semakin lama semakin kencang, serta datangnya hujan deras.


Aleta langsung mematika tv nya agar tidak tersambar petir. Tiba tiba dari arah depan kamar terdengar suara ketukan pintu. Aleta berjalan ke arah pintu itu dan, dan membukanya perlahan lahan.


Kreeekkk..... . Suara derit pintu yang terbuka.


Aleta mengintip ke arah luar, namun ia tak melihat siapa siapa di luar kamar Reynand.


Lalu Aleta melangkah keluar kamar, ia berjalan menuju kamar ibu mertuanya yang ada di lantai bawah. Sesampai nya disana Aleta langsung mengetuk pintu kamar ibu mertuanya. Tapi tak ada balasan dari dalam, ia membuka pintu kamar ibu mertuanya dan mengintip ke dalam, Aleta tidak melihat siapa siapa, walaupun ia sudah melihat sekeliling kamar tersebut.


" Loh, bunda kemana. Kok gak ada didalam kamar nya." Ucap Aleta.


Tiba tiba Aleta merasakan hembusan nafas yang hangat dari belakang. Membuat bulu kuduk Aleta berdiri seketika, lalu ada tangan yang muncul dari arah belakang juga, dan memegang salah satu tangan Aleta.Suara petir yang membuat suasana semakin menyeramkan.

__ADS_1


" Aleta.... ." Terdengar suara bisikan di telinga Aleta.


Tubuh Aleta gemetaran, mukanya pucat serta nafasnya tidak beraturan. Ia menoleh ke arah belakang perlahan lahan, lalu.....


CETARRRR......


Suara petir menggelegar....


" AHHHH.... . Teriak Aleta, dan memejamkan mata nya.


" Sayang, kamu kenapa? kok tiba tiba teriak." Ucap bunda.


" Bu- bunda. " Ucap Aleta dengan nafas yang terengah engah.


Ternyata yang ada dibelakang Aleta adalah ibu mertuanya. Aleta menghela nafas lega.


" Huftt... bunda bikin kaget saja." Ucap Aleta.


" Hahaha... maaf yah, kamu sih ngintip ngintip ke kamar bunda kayak begitu." Ucap bunda sambil tertawa.


" Hihihi.... maaf bunda." Kata Aleta dengan senyuman.


Hujan semakin deras, Aleta takut untuk kembali ke kamar Reynand, ibu mertuanya pun akhirnya menemaninya ke kamar untuk tidur. Tak selang waktu lama, Aleta tertidur di samping ibu mertuanya dengan nyenyak.


" Aleta... cepe -." Ucapan Reynand berhenti seketika.


" Reynand." Ucap bunda dari arah belakang.


Bagaikan disambar petir, Reynand terdiam mematung. Ia menoleh ke arah belakang, melihat ada ibu nya yang sedang berdiri dengan ekspresi wajah bagaikan singa yang ganas.


" Bu - bunda !." Reynand terkejut.


" Jangan bangunin Aleta." Ucap bunda dengan tatapan mata sinis.


" I-iya bun." Ucap Reynand.


" Oke, kalau begitu.... kasih Aleta kecupan selamat malam sana !." Suruh bunda.


Reynand terkejut, ia langsung menolak memberikan kecupan selamat malam kepada Aleta. Bunda nya Reynand pun marah, dan langsung menarik tangan Reynand sambil menyuruhnya untuk mencium dahi Aleta.


" Cepet cium." Ucap bunda dengan tegas.

__ADS_1


" Ta - tapi bunda."


" Cium. Reynand.... ." Kata bunda.


Reynand tak bisa berbuat apa apa. Dengan terpaksa Reynand pun mencium dahi Aleta.


" Selamat malam Aleta.... ." Ucap Reynand dengan lembut.


Aleta yang tadinya tertidur dengan wajah cemberut, wajahnya menjadi berseri seri setelah di berikan kecupan selamat malam oleh Reynand.


" Kok Aleta.... seharusnya sayang donk." Ucap bunda.


" Yaampun bun, sama aja." Ucap Reynand.


" Cepet ... dari ulang !." Suruh bunda.


Reynand mencium Aleta dari ulang.


" Selamat tidur sayang." Ucap Reynand dengan raut wajah yang cemberut.


" Kok muka kamu kayak gak ikhlas begitu.... . Cepet dari ulang lagi. Yang tulus donk Reynand !!." Ucap bunda, yang terus menerus memaksa Reynand.


Reynand terus menerus mengulanginya dan akhirnya selesai juga.


" Selamat tidur sayang, tidur yang nyenyak yah.... ." Ucap Reynand dengan lembut dan perasaan nya yang tulus.


" Oke, bagus. Kalau begitu, bunda ke kamar dulu. Tidur yang nyenyak yah." Ucap bunda.


" Iya bunda.... ." Ucap Reynand.


" Oh iya, kata Aleta kamu pergi sama Reya, terus Reya nya mana, dia gak ikut pulang bareng kamu ?." Tanya bunda.


" Dia ada di kamar nya bun, langsung tidur." Jawab Reynand.


" Yaudah, kalo begitu bunda ke kamar dulu yah, tidur yang nyenyak.... ." Kata bunda.


" Iya bun... ." Ucap Reynand.


" Oh iya, jangan lupa, bunda nungguin cucu dari kalian berdua." Bisik bunda ke Reyand.


Ibu Reynand pun langsung pergi dari kamar Reynand. Lalu Reynand melihat ke arah Aleta yang sedang tertidur, wajahnya tersipu malu, karena perkataan bundanya tadi selalu terniang niang di pikirannya.

__ADS_1


" Ahhhh... kenapa aku malah jadi malu begini !!." Ucap Reynand didalam hati.


__ADS_2