
Pulangnya Bunda dan Ayah
Keesokan Harinya
Di siang hari, terpancar cahaya matahari yang sangat terik. Aleta sedang berjalan jalan di belakang halaman rumah Reynand sambil memetik bunga bunga disana. Aleta duduk di rerumputan yang hijau dan nyaman. Terlihat mahkota bunga serta dedaunan berguguran dari atas membuat suasana menjadi indah untuk dipandang.
Aleta mengambil mahkota bunga itu satu persatu, dan menghamburkan nya. Bagaikan hujan bunga di tengah siang bolong. Aleta pun berbaring di rerumputan hijau dan subur itu.
Ia memejamkan mata nya perlahan, cahaya langit pun mulai tak terlihat. Aleta tertidur seketika, dengan bunga bunga yang ada di sekelilingnya. Angin pun berdatangan untuk menggugurkan bunga yang ada ditaman itu. Semakin lama semakin banyak bagaikan salju yang berjatuhan dari langit.
Beberapa menit telah berlalu, Aleta masih saja tertidur dengan pulas. Lalu Reynand datang menghampiri Aleta yang tengah berbaring di rerumputan , ia menatap Aleta dari dekat.
" Hey, Aleta... bangun !." Ucap Reynand.
( Aleta tak menjawab )
" Aleta... Aleta !." Ucap Reynand menguncang guncang tubuh Aleta.
Aletapun merasa terganggu, ia langsung menendang Reynand sampai Reynand terpental ke semak semak.
" Ahhh, apaan sih ganggu banget !!." Ucap Aleta menendang wajah Reynand.
BUAKKKK
" Aduh !!!." Teriak Reynand, dan terpental jauh.
Aleta yang kaget mendengar suara itu pun langsung terbangun. Ia melihat Reynand yang berbaring di tengah tengah semak.
" Tu- tuan !." Ucap Aleta, menghampiri Reynand.
" Ssstt, au... wajah ku sakit sekali." Ucap Reynand.
" Tu- tuan tidak apa apa ?." Tanya Aleta.
" Sakit tahu !!." Bentak Reynand.
" Ma- maaf tuan, aku kan enggak sengaja." Ucap Aleta.
" Huftt ( menghela nafas ). Yaudah gak papa." Ucap Reynand mengusap kepala Aleta.
" Tuan, kok belakangan ini sikap tuan agak beda yah. Biasanya tuan emosi terus ketika bertemu dengan ku, tapi sekarang... sikap tuan pada ku lembut sekali." Ucap Aleta.
" Memangnya kamu lebih suka kalau sikap ku ini kasar !?." Ujar Reynand.
__ADS_1
" E- enggak sih." Ucap Aleta.
" Yaudah, kalau begitu jangan banyak protes !." Ucap Reynand.
TING....
Suara pesan masuk dari handphone Aleta.
" Eh... kak Samuel mengirim pesan ke handphone ku." Ucap Aleta dalam hati.
" Siapa itu ?." Tanya Reynand.
" E- enggak !." Ucap Aleta dengan gugup.
Aleta langsung menjauh dari Reynand untuk membalas chat dari Samuel. Reynand yang melihat nya pun menjadi curiga.
" Sebenar nya siapa sih yang kirim pesan ke Alera ??." Ucap Reynand dengan penuh penasaran.
Reynand pun menghampiri Aleta dan langsung mengambil handphone nya.
" Ihhh, tuan !!! kembalikan !!." Ucap Aleta.
" Gak mau, aku cuma mau melihat siapa yang chat kamu doank kok." Ucap Reynand.
Aleta berusaha mengambil handphone nya dari Reynand. Tiba tiba Reya dan Joshua datang menghampiri mereka berdua.
" Kak Reynand, bunda sama ayah udah pulang." Ujar Reya.
" Apa, mereka udah pulang ?." Tanya Reynand.
" Iya, ada di depan rumah tuh." Ucap Joshua.
Reynand langsung melempar handphone Aleta dan berlari ke arah gerbang depan rumah. Aleta terkejut ketika melihat handphone nya itu dilempar.
" Ahhh handphone ku !!!." Ucap Aleta.
" Yah... pecah... ."
" Dasar lelaki brengs*k !!!." Ucap Aleta didalam hati dengan penuh emosi.
" Kak Aleta, yang sabar yah... ." Ucap Reya.
" Iya... ." Ucap Aleta.
__ADS_1
Aleta, Reya, dan Joshua pun menyusul Reynand. Lalu keluar lah bunda dari dalam mobil bersama dengan ayah.
" Bunda !!!." Teriak Reya dan langsung memeluk bundanya.
" Ya ampun Reya... kamu kayak gak ketemu bunda selama setahun aja. Sampe kayak begini." Ucap bunda sambil tertawa.
" Hehehe... abis nya bunda sih... pergi nya gak bilang bilang sama Reya." Ucap Reya.
" Iya... maaf." Ucap bunda.
" Loh... nak Joshua, kamu ada disini." Ucap ayah.
" Iya om... aku mau tinggal di sini untuk sementara... hehe." Ucap Joshua.
" Kamu kapan kembali ke Indonesia nya, kok gak bilang bilang sama om." Ucap ayah Reynand.
" Iya om... gak papa." Ucap Joshua dengan senyuman.
" Sayang... bunda kangen banget sama kamu... ." Ucap bunda kepada Aleta.
" Aleta juga kangen sama bunda." Ucap Aleta dengan senyuman.
" Yaudah yuk masuk." Ajak ayah.
Ayah dan bunda menyapa mereka dengan hangat kecuali Reynand. Reynand dilupakan begitu saja.
" Hmm, kalian tidak menyapa ku ?. Seperti nya aku sudah dilupakan." Ucap Reynand.
Pandangan mereka pun langsung tertuju pada Reynand.
" Ah.. iya, bunda lupa. Disini ada Reynand yah." Ucap bunda sambil tertawa.
" Iya... bunda sama ayah kan emang selalu lupa sama Reynand." Ucap Reynand.
" Jangan ngomong begitu donk sayang... ." Ucap bunda, dan memeluk Reynand.
" Iya... kamu itu ngambek terus sih." Ucap Ayah sambil tertawa.
Mereka semua yang melihat kelakuan Reynand pun tertawa.
Bersambung.....
Tunggu episode selanjut nya ya.... 😁😁
__ADS_1
Selamat membaca...😘😘