
Beberapa menit kemudian, Reynand pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan istrinya sedang mengobrol dengan ibu mertuanya. Tak selang waktu lama, Aleta menghampiri suaminya.
Aleta pergi ke kamar Reynand, sesampainya di depan kamar, ia langsung mengetuk- ngetuk pintu kamar suaminya.
" Reynand, kamu lagi ngapain di dalam kamar ? aku masuk ya ? " tanya Aleta.
Reynand tak menjawab, akhirnya Aleta pun masuk begitu saja ke kamar Reynand. Baru saja dia melangkahkan kakinya ke dalam, ia melihat Reynand yang sedang duduk di kasur sambil melihat ke arah jendela kamarnya.
" Reynand ! " panggil Aleta.
Reynand menoleh ke arah istrinya. Wajahnya terlihat melas, Aleta yang melihat ekspresi wajah suaminya bingung.
" Rey, kamu kenapa ? " tanya Aleta.
Reynand banya menggelengkan kepalanya. Bahkan ia tak bicara sepatah katapun.
" Kayaknya Reynand sedih, gara- gara perkataan Reya tadi," ucap batin Aleta.
Lalu, Aleta menghampiri Reynand, dan langsung memeluk suaminya itu. Aleta pengusap kepala Reynand dengan lembut. Reynand pun tersenyum, dan memeluk Aleta juga.
" Kamu sedih ya, gara- gara perkataan Reya tadi, udah jangan dipikirin Rey, mungkin Reya kebawa emosi tadi, " ucap Aleta.
" Iya, tapikan dia bicara jangan kayak gitu juga, aku kan jadi sedih, " ucap Reynand, sambil memeluk istrinya.
" Hemp, ternyata dibalik kekejaman Reynand, dia punya hati yang lembut, " ucap batin Aleta.
Lalu Aleta mencubit lembut pipi Reynand itu. Ia tersenyum, tiba- tiba Aleta melepaskan pelukannya.
" Sayang, aku sedih tau, " ucap Reynand.
" Eum... kalo begitu, kamu mau pinjam pundak aku gak, buat nangis ? " tanya Aleta dengan polosnya.
" Aku maunya dipeluk, " sahut Reynand.
" Oh, tapi akunya gak mau, " ucap Aleta.
Mendengar ucapan Aleta, seketika Reynand langsung emosi. Ia pun malah marha dengan istrinya. Lalu Reynand pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, dan meninggalkan istrinya begitu saja.
" Rey, kamu mau kemana ? " tanya Aleta.
" Mau ke kamar mandi, kenapa ? kamu mau ikut ? " tanya Reynand sambil menggoda istrinya.
__ADS_1
" Ih, gak mau, " ucap Aleta, dengan wajah paniknya.
Reynand hanya terkekeh, melihat istrinya yang berekspresi wajah seperti itu. Lalu, Aleta pergi keluar dari kamar Reynand, karena ia takut, jika Reynand akan melakukan hal yang aneh- aneh dengannya.
" Sudahlah, biarkan saja dia pergi, tapi setelah melihat wajah Aleta, aku merasa aneh. Sebenarnya, dia itu serius atau enggak sih, sama aku ? " pikir Reynand.
Aleta pergi ke dapur untuk mencari makanan. Ketika dia sedang panik, ia lebih suka memakan cemilan, supaya rasa paniknya itu hilang. Jantung Aleta yang tadinya berdetak kencang, menjadi normal lagi.
Kini dia sedang makan coklat, yang sudah dia ambil dari kulkas. Seketika perasaannya pun mulai lega. Tak selang waktu lama, Reya datang menghampiri Aleta.
" Kak Aleta ! " panggil Reya.
" Ya, kenapa Reya ? " tanya Aleta, yang masih mengunyah coklat.
" Eum... kak, aku mau minta maaf ke kak Reynand, tapi aku gak berani... kak Aleta mau anterin aku gak ? ke kamarnya kak Reynand ? " tanya Reya.
" Masa kamu gak berani ? kakak juga berani, soalnya... Reynand lagi sensitif Reya, " ucap Aleta.
" Sensitif kenapa ? " tanya Reya.
" Masa... tadi itukan, aku mau nanya dia, dia mau kemana, nah, abis itu dia jawab kalo dia itu mau ke kamar mandi. Terus, masa aku di ajak ke kamar mandi bareng dia juga, akukan jadi takut, kalo dia apa- apain aku, " jawab Aleta.
" Haduh kak, dia kan suami kak Aleta, masa kak Aleta gak percaya sama kak Reynand, " ucap Reya.
Tiba- tiba Reya langsung menarik tangan Aleta. Mereka berdua pergi ke kamar Reynand. Pada saat didepan kamar Reynand, Reya memberanikan diri untuk masuk. Setelah ia masuk ke kamar, tiba- tiba terdengar suara yang sangat keras dari dalam kamar mandi. Aleta yang terkejut, langsung panik, dan membuka pintu kamar mandinya. Ia takut, jika akan terjadi sesuatu pada suaminya.
BUAKHH
" Reynand, kamu gak papa kan ? " tanya Aleta.
Di dalam kamar mandi, terlihat Reynand sedang tak memakai baju, dan hanya memakai ****** *****, tengah mengambil tempat sabun yang terjatuh, sambil bernanyi. Reya yang melihat kakaknya seperti itu, seketika langsung terkejut.
" K- kak, R- Reynand ! " Reya terkejut.
" AHHHH !! " teriak Reynand.
Seketika Aleta langsung menutup pintu kamar mandinya.
" M- ma- maaf Reynand ! " ucap Aleta dengan panik, dan langsung kabur begitu saja.
Betapa malunya Reynand, ketika dilihat oleh adiknya seperti ini. Rasanya ingin sekali dia hilang didunia ini, karena rasa malu yang luar biasa.
__ADS_1
Reynand merasa kesal dengan istrinya, karena sudah membuatnya malu seperti tadi, didepan adiknya. Ia pun keluar dengan memakai handuk, untuk mengejar Aleta.
" Aleta ! jangan kabur kamu ! dasar istri nakal !" ucap Reynand yang mengejar Aleta.
" Haduh, Rey, aku minta maaf ! " ucap Aleta, dan berlari ke kamar bunda.
" Jangan lari kamu ! " ucap Reynand.
Para pelayan yang melihat Reynand berlari tanpa memakai baju, hanya tercengang. Dada bidang Reynand terlihat, begitu pula dengan perut sixpacknya.
Sesampainya di depan kamar bunda, Reynand langsung menarik tangan Aleta, lalu memeluk tubuhnya dengan erat, supaya Aleta tak bisa kabur lagi.
" Mau kabur kemana lagi kamu hah ! " ucap Reynand.
" Ah, bunda ! tolongin Aleta ! " teriak Aleta.
Bunda yang mendengar suara menantunya, langsung membuka pintu kamar. Seketika bunda terkejut melihat Aleta dan Reynand yang sedang berpekukan, ditambah lagi, Reynand tak memakai baju, dan hanya memakai handuk.
" Yaampun, Reynand kenapa kamu gak pakai baju ? " tanya bunda.
" Eh, bunda.... hehe, " ucap Reynand sambil tertawa hambar.
Reynand pun melepaskan pelukannya. Lalu Aleta langsung bersembunyi dibelakang bundanya.
" Bunda, Reynand galak ! " ucap Aleta.
" Sini kamu Aleta ! " ucap Reynand.
" Gak mau ! " ucap Aleta.
" Haduh, kalian berdua ini, bertengkar terus aih, pusing bubda jadinya, kamu juga Reynand, pakai baju dulu, baru kamu keluar dari kamar kamu ! emangnya kamu gak malu kalo diliatin sama para pelayan, " ucap bunda.
" Abisnya bun, Aleta tuh ! " ucap Reynand dengan ekspresi wajah yang emosi.
" Ih, tadi itukan aku panik, gara- gara denger suara sesuatu yang jatuh di dalam kamar mandi, makanya aku buka pintunya gitu aja ! aku kan juga takut kamu kenapa- napa ! " ucap Aleta.
" Lagian, kamu ngapain ke kamar aku ? " tanya Reynand.
" Soalnya Reya mau minta maaf sama kamu, tapi dia gak berani, yaudah minta di anterin sama aku ! " jawab Aleta.
" Apa ? minta maaf ? " Reynand terkejut.
__ADS_1
Bersambung......