
Salah Orang
Di Pagi Hari...
Aleta membuka mata nya perlahan lahan, ia melihat sekeliling kamar. Jendela sudah di buka dan membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam kamar. Mata nya belum terbuka sepenuh nya.
" Aleta... ayo bangun." Ucap Reynand, sambil mengguncang guncang tubuh Aleta.
Wajah Aleta yang tengah bersembunyi di bawah bantal guling pun melihat siapa yang sedari tadi membangunkan nya.
" Aleta, bangun !." Ucap Reynand sekali lagi.
Aleta pun menyadari bahwa orang itu adalah Reynand.
" Kenapa tuan, aku masih mengantuk." Ucap Aleta.
" Tolong buka kan perban di kepala ku ini donk." Ucap Reynand.
" Ih... emangnya udah boleh dibuka sama dokter." Ucap Aleta dan menyembunyikan wajah nya di bawah bantal lagi.
" Ih... cepet bukain, aku mau berangkat ke kantor nih." Ucap Reynand.
" Enggak ah... buka aja sendiri." Ucap Aleta dan kembali tertidur.
" Ish... dasar perempuan nyebelin." Ucap Reynand dan langsung pergi dari kamar nya.
Aleta kembali tertidur dengan pulas, sedangkan Reynand pergi. Beberapa menit telah berlalu, Aleta pun terbangun. Kali ini ia melihat seorang lelaki yang tidak ia kenal, tengah berdiri di depannya menghadap arah belakang. Namun Aleta berfikir bahwa lelaki itu adalah Reynand, ia langsung memegang tangan lelaki itu dan menarik nya ke ranjang sampai ia terjatuh.
" Hei kamu mau ap-."
" Ih... diem deh, katanya mau dilepas perbannya." Ucap Aleta.
Mata Aleta masih tertutup, dan tidak menayadari bahwa lelaki yang ia tarik adalah Joshua bukan nya Reynand. Aleta pun terkejut ketika menyadari nya.
Tiba tiba Reynand datang dan terkejut ketika melihat Aleta dan Joshua berduaan di ranjang. Reynand pu langsung menghampiri mereka berdua dengan raut wajah yang emosi.
" Sedang apa kalian berdua di sini hah." Ucap Reynand.
__ADS_1
" Re- Reynand !." Joshua terkejut.
" Haduh... gawat, kenapa tiba tiba tuan ada disini." Ucap Aleta di dalam hati.
" Re- Reynand... jangan salah paham dulu ! A- aku tadi tiba tiba di tarik sama perempuan ini. Sewaktu aku sedang mencari si- sisir di kamar mu." Ucap Joshua.
" Apa benar begitu Aleta !?." Ucap Reynand dengan tatapan mata tajam.
" I- iya, ku kira itu tu-, eh maksudnya kamu." Ucap Aleta.
" I- iya benar, soalnya tadi perempuan ini ngomong kalau dia mau membukakan perban di kepala mu." Ucap Joshua.
" Benarkah.... ." Ucap Reynand.
" Be- benar." Ucap Aleta dan Joshua.
" Yasudah kalau begitu ngapain kamu masih ada di sini Joshua !." Bentak Reynand.
" I- iya aku segera pergi !." Ucap Joshua dan langsung pergi begitu saja.
Beberapa jam telah berlalu Reynand sudah berangkat ke kantor. Sedangkan Aleta masih berbaring di kasur, ia merasa sangat bosan karena tidak bisa berbuat apa apa karena kaki nya yang terluka. Lalu Reya dan tidak mengajak Aleta.
" Ish... tuan kenapa tidak mengangkat telphone ku sih." Ucap Aleta.
Lalu Joshua pun datang dan menghampiri Aleta.
" Hey kamu, kamu gak bosen di kamar ini terus ?." Tanya Joshua berjalan ke arah Aleta.
" Ih namaku bukan kamu. Namaku Aleta." Ucap Aleta.
" Iya... Aleta, oh ya... kamu bosan kan yah, kalau bosan kita ke taman belakang rumah yuk." Ajak Joshua.
" Tapi aku gak bisa jalan. Soalnya kakinya sakit." Ucap Aleta dengan wajah sedih.
" Yasudah kalau begitu aku gendong. Mau tidak ?." Tanya Joshua.
" Gak mau." Ucap Aleta.
__ADS_1
" Yasudah kalau begitu aku pergi dulu... bye." Ucap Joshua dan pergi.
" Eh... Joshua, tunggu dulu. Aku mau deh, dari pada disini terus. Aku bosan." Ucap Aleta.
Joshua pun ingin menggendong Aleta.
" Yaudah si-."
" Ih... di gemblok aja !." Ucap Aleta.
" Gemblok. Yaudah kalau begitu cepet naik." Ucap Joshua.
Aleta pun berusaha meraih pundak Joshua.
" Ih lama banget sih kamu." Ucap Joshua.
" Ih... sabar." Bentak Aleta.
Akhirnya Aleta pun di gemblok oleh Joshua. Mereka berdua pergi dari kamar Reynand dan menuruni tangga. Semua pelayan yang bekerja terkejut ketika melihat Aleta di gendong oleh lelaki lain yaitu Joshua.
Sesampainya di taman, Joshua menurunkan Aleta dengan hati hati. Tiba tiba Aleta melihat bunga mawar berwarna putih yang bersembunyi di dedaunan mawar merah.
Aleta pun langsung turun dan berlari ke arah bunga itu. Joshua sangat terkejut melihatnya.
" Ka- kamu kok bisa lari !?." Ucap Joshua.
" Eum... sepertinya kaki ku sudah tidak sakit deh, sejak kamu menggendong ku." Jawab Aleta.
" A- apa !?. Kalau begitu kenapa kamu diam saja, memangnya kamu pikir kamu itu tidak berat hah !." Bentak Joshua.
" Ih... terserah donk. Lagian kan kamu yang mau menggendong ku. Jadi kan aku tidak perlu susah susah berjalan ke sini." Ucap Aleta.
" Ish... perempuan ini." Ucap Joshua dengan sangat kesal.
Bersambung.....
Tunggu episode selanjut nya yah....😁
__ADS_1
Selamat membaca....