
Berpura - Pura
" Haccu ". Aleta bersin.
" Tuh kan sakit, aku deh nanti yang repot." Ucap Reynand yang masih menggendong Aleta.
" Engga donk tuan, aku gak sakit. Aku kan anak yang kuat." Jawab Aleta mengelap ingus nya.
Reynand yang melihat Aleta memeperkan ingus nya ke baju Reynand, membuat Reynand merasa marah dan jijik. Maka dari itu Reynand melempar Aleta dengan seenaknya saja.
* DUBRAK *
Aleta terjatuh dan mendarat dengan tidak selamat. Bokong nya terasa sakit.
" Aduh !!! Tuan, sakit tahu." Bentak Aleta.
" Heh, kamu berani membentak ku!." Bentak Reynand balik, dan menjewer telinga Aleta.
" Aduh sakit tuan, ruan kan sudah janji tidak akan menyakitiku lagi. Hal ini juga sudah tertulis di surat kontrak itu." Ucap Aleta.
Reynand pergi begitu saja dengan ekspresi wajah yang sangat marah.
" Tuan anda mau kemana, tuan tak mau menggendongku lagi, kakiku masih lemes nih." Ucap Aleta.
" Gak mau, emangnya aku ini siapa kamu." Ucap Reynand sambil berjalan.
" Ish, nyebelin banget sih." Ucap Aleta.
Diam diam para pelayan berdatangan dan mengintip kelakuan mereka berdua.
" Sebenarnya gadis itu siapa sih, kenapa tuan Reynand mau menggendong nya." Ucap pelayan itu.
Mereka semua membicaralan Aleta, karena yang mereka tahu Aleta hanyalah seorang pelayan. Aleta yang mendengar pembicaraan mereka hanyalah terdiam, dan tidak memedulikan itu semua.
* Keesokan Harinya *
" Aleta ! Bangun !." Teriak Reynand.
Aleta masih tertidur pulas, ia tak mendengar bahwa Reynand memanggil nya. Sudah lama Reynand menunggu, namun Aleta masih tertidur. Reynand pun pergi dan menyuruh salah satu pelayan untuk membangunkan Aleta.
__ADS_1
Siang pun datang Aleta berlarian menghampiri Reynand.
" Tuan !." Teriak Aleta.
" Tuan, tuan dimana !!!." Teriak nya lagi, yang masih mengenakan selimut.
Tiba tiba Reynand muncul di depan Aleta, Aleta yang sedang berlari tak bisa menghentikan diri nya. Lalu mereka berdua pun tabrakan hingga terjatuh dan hidung Aleta berdarah.
" Aleta !!!! Kalau jalan gak pakai mata yah !." Bentak Reynand.
" Maaf tuan, bukannya kalau jalan pakai kaki." Sahut Aleta.
" Udah diem kamu." Ucap Reynand.
" Iya tuan." Ucap Aleta.
" Hidung kamu tuh berdarah, cepat lap pakai tisyu." Ucap Reynand.
* Pak * Reynand melempar tisyu ke wajah Aleta.
" Pelan pelan donk tuan." Ucap Aleta.
" Tuan kapan kita kerumah orang tua angkat ku, aku benar benar merindukan mereka." Ucap Aleta.
" Apa !?." Ucap Reynand.
" Eh maksudnya aku sudah tak sabar untuk membalas perbuatan mereka pada ku." Ucap Aleta.
" Ah iya, aku lupa. Aku kan ingin membicara mengenai hal ini pada Aleta sejak tadi, kenapa aku lupa terus." Ucap Reynand dalam hati.
" Tuan." Panggil Aleta.
" Hmm, siapkan baju baju yang kau miliki, masukkan ke koper lalu kita berangkat kerumah orang tua mu itu." Ucap Reynand.
" Tapi tuan aku kan hanya punya 2 baju saja, kan baju ku sudah tuan buang semua." Ucap Aleta.
" Tinggal dua !?, bukannya aku membelikan baju untuk mu banyak sekali, lalu baju itu kamu kemanakan !!!." Tanya Reynand.
" Aku jual baju baju itu kepara pelayan tuan hehe.... ." Ucap Aleta dengan wajah polos nya.
__ADS_1
" Aleta !!!!, aku benar benar pusing dengan kelakuanmu ini." Teriak Reynand.
" Maaf tuan." Ucap Aleta.
" Hah... ."( Reynand menghela nafas ).
" Yasudah siapkan baju ku saja." Ucap Reynand.
" Siap tuan." Ucap Aleta.
Reynand pun pergi, ia menaiki lift untuk ke lantai lima. Karena rumah nya terlalu besar. Aleta hanya menatap nya saja, sambil terbengang karena takjub, Aleta juga baru tahu bahwa dirumah itu ada lift nya.
" Tuan!, aku mau ikut donk." Ucap Aleta, berlari ke arah lift tersebut.
" Naik pake tangga aja." Sahut Reynand.
Pintu Lift itu pun tertutup, Aleta hanya terdiam, dan ngendumel di dalam hati.
" Hish, emang yah... kalau orang kaya mah beda, kenapa sih orang yang menikah sama aku malah dia, si cowok yang kejam." Ucap Aleta dalam hati.
" Haccu." Aleta bersin lagi.
Aleta pun menaiki tangga, dengan berlari. Sesampai nya di lantai 5 Aleta melihat ada kolam renang yang sangat luas. Mata nya sangat taktub akan keindahannya itu. Aleta pun berlari ke arah sana, dan mengobok ngobok air di kolam tersebut. Reynand datang dan menghampiri Aleta yang sedang bermain air.
Dengan sengaja Reynand mendorong Aleta hingga kecebur di kolam renang nya itu.
* BYURRRRR *
" Aduh tuan !!!." Teriak Aleta.
" Hahahahha.... ." Reynand tertawa.
Lalu Aleta berpura pura tenggelam dan berteriak meminta tolong. Namun Reynand tak percaya bahwa Aleta benar benar tenggelam. Ia hanya melihat Aleta yang tenggelam dari atas kolam renang, dan duduk di bangku pinggir kolam renang. Aleta pun menyelam layaknya ia tenggelam sungguhan, sudah beberapa menit Aleta tak muncul lagi dari kolam renang itu. Reynand yang sedari tadi melihatnya mulai merasa hawatir, namun ia tetap menahannya agar tidak melolong Aleta. Ia ingin tahu apakah Aleta benar benar tenggelam atau tidak.
Sudah beberapa menit berlalu Aleta masih tak muncul juga dari kolam itu. Reynand merasa panik, ia pun menghampiri kolam itu, dan memanggil Aleta.
" Hey, Aleta!, Aleta." Panggil Reynand.
Namun Aleta tak menjawab juga. Reynand pun semakin hawatir, ia langsung menyebur ke kolam renang itu untuk menyelamatkan Aleta yang tenggelam.
__ADS_1