Istri Polos Bayaran Tuan Muda

Istri Polos Bayaran Tuan Muda
Tidak Sadarkan Diri


__ADS_3

"Tunggu sebentar pak polisi, mohon maaf saya memotong pembicaraan bapak sebentar. Karena sampai saat ini saya masih belum mengerti apa yang sedang kalian bicarakan. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa ada diantara kalian ada yang berkenan untuk menjelaskannya kepada saya?" ucap bunda Reynand.


" Jadi begini bu, yang sudah membuat laporan orang hilang ke kantor kepolisian! dan orang hilang yang dilaporkan itu adalah istri dari anak ibu bapak Reynand, Istrinya bernama Aleta betulkah itu bu?" ucap pak polisi kembali.


" Iya benar, Aleta menantu saya, istri dari anak saya Reynand. Tapi bagaimana mungkin pak, menantu saya Aleta saat ini sedang menginap di rumah orang tuanya. Tidak sedang di culik seperti yang pak polisi bilang tadi." Ucap bunda Reynand yang menunjukan penolakan kepada kedua polisi tersebut.


Salah seorang polisi itu pun menjelaskan keadaan yang telah menimpa menantunya Aleta, dan kedua polisi itu juga menjelaskan kedatangan mereka kerumah ini untuk memastikan apakah barang yang telah mereka temukan merupakan barang milik menantunya Aleta. Barang itu berupa kartu identitas dan juga baju yang penuh dengan noda darah. Dimana baju tersebut merupakan baju terakhir aleta kenakan sebelum kejadian penculikan itu terjadi.


Betapa hancurnya hati bunda Reynand mendengar pernyataan pak polisi itu. Bunda Reynand bagaikan disambar petir disiang hari. Di tambah lagi melihat baju Aleta penuh dengan noda darah. Bunda Aleta sangat ingat baju yang terakhir Aleta kenakan sebelum kejadian penculikan. Karena baju itu dia sendiri yang membelikannya untuk Aleta. Bunda Reynand masih belum percaya dengan musibah yang sudah menimpa menantunya. Bunda Reynand pun kembali bertanya untuk memastikan kebenarannya dan kali ini pertanyaannya tidak di tunjukan untuk kedua polisi itu, melainkan kepada keponakannya Joshua.


"Joshua, apa benar apa yang sudah dikatakan pak polisi? Jelaskan kepada tante sekarang juga? Apa yang sudah kamu tutupi dari tante?" Tanya bunda Reynand dengan nada yang gemetar.


Dengan tenang Joshua menjelaskan kejadian yang menimpa Aleta dengan tantenya. Joshua juga meminta maaf kepada tantenya karena sudah berbohong dan menutupi kebenarannya. Hal ini ia dan Reynand lakukan hanya ingin agar bunda tidak khawatir dan tidak sampai jatuh sakit karena terlalu memikirkan Aleta. Mendengar penjelasan Joshua Bunda Reynand sangat marah, saat itu juga ingin sekali ia caci maki keponakannya. Namun bunda Reynand tahan amarahnya dikarenakan ada polisi dihadapannya. Ia tidak ingin membuat suasanya menjadi semakin tidak nyaman. Dalam keadaan seperti ini bunda Reynand hanya bisa tetap tenang, agar Secara bersamaan datanglah Reynand dengan wajah yang lesu. Reynand tak sadar ketika ia melewati ruang tamu hendak menuju kamarnya. Ada petugas kepolisian yang masih menunggu kedatangannya. Maklumsaja tatapan Reynand kosong Ia hidup namun tak seperti bernyawa, ia melihat namun semua terasa gelap. Begitu berat yang dialami Reynand , langkahnya pun terasa gontai, kakinya terasa begitu lemah seolah tak sanggup menopang berat tubuhnya sendiri.

__ADS_1


"Rey.... Rey... sini nak ada tamu untukmu!" Panggil bunda Reynand.


Reynnad pun menoleh ke arah bundanya , dan ia melihat ada dua orang lelaki berseragam polisi. Dengan cepat, Reynand menghampiri panggilan bundanya dan duduk persis disamping bundanya. Sebenarnya bundanya ingin marah kepada Reynand karena Reynand merahasiakan semuanya darinya namun rasa marah itu hilang seketika setelah melihat wajah Reynand yang sangat terpuruk. Akibat kehilangan Aleta.


"Bagaimana pak perkembangan kasus istri saya?" tanya Reynand dengan tak sabar.


Polisi pun menjelaskan kembali bukti terbaru dari kasus yang kini menimpa istrinya. Dengan rasa tegang Reynand mendengarkan ucapan pak polisi itu. Reynand lo juga diperlihatkan kartu identitas Aleta serta pakaian terakhir yang Aleta pakai penuh noda darah. Reynand meminta penjelasan kembali kepada pihak kepolisian.


"Bagaimana bisa baju Aleta penuh dengan sobekan dan banyak noda darahnya?" Tanya Reynand kembali.


"Oh tidak, bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi kepada menantuku!" Ucap bunda Reynand di dalam hati, sambil memegang kepalanya.


Tak lama kemudian bunda Reynand pingsan tak sadarkan diri. Bunda Reynand amat terpukul mendengar pernyataan dari kepolisian. Ia tak tahan untuk terus mendengarkannya , hingga terjatuh pingsan. Rupanya Raka sudah mempersiapkan penculikan Aleta sematang mungkin. Raka membuat seolah - olah Aleta meninggal karena dimakan binatang buas di hutan. Agar keluarganya percaya bahwa Aleta sudah meninggal, Semua sudah diatur sedemikian rupa oleh Raka dari awal penculikan Aleta, hingga ia harus menyuruh anak buahnya membuang baju Aleta di hutan yang banyak robekan serta darah segar. Hingga keluarganya yakin bahwa Aleta sudah tiada. Terutama Reynand, ia akan menyerah untuk mencari Aleta dan pada akhirnya Aleta hanya akan menjadi miliknya sepenuhnya.

__ADS_1


Reynand yang duduk di sebelah bundanya merasa panik. Ia segera meminta Joshua untuk menggendong bundanya dan mengistirahatkannya di kasur. Reynand pun segera menghubungi dokter pribadinya, yang biasa menangani kesehatan seluruh anggota keluarganya.


Pak polisi pun, berpamitan kepada Reynand. Reynand mengantarkan kedua polisi tersebut hingga ke depan pintu rumahnya. Reynand juga mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah bergerak cepat membantunya. Mencari titik terang tentang penculikan istrinya. Walaupun sebenarnya hati kecil Reynand masih belum yakin Aleta sudah tiada. Ia yakin Aleta masih hidup dan akan bertahan untuk tetap hidup menunggu dirinya menjemputnya. Reynand pergi menuju kamar bundanya untuk melihat keadaan bundanya.


Di sisi lain Raka yang penuh dengan rasa khawatir disepanjang jalan. Agak sedikit lega karena Aleta sudah sampai di rumah sakit. Aleta langsung masuk ke ruang UGD untuk segera mendapat pertolongan dari dokter. Raka menunggu Aleta didepan ruangan. Ia selalu mondar- mandir didepan ruangan dengan wajah yang cemas.


Raka merasa bersalah, seharusnya dia tak melakukan hal ini. Ia tak pernah menyangka, bahwa Aleta akan nekat melukai dirinya sendiri. Disisi lain, ia menyukai Aleta, dan ingin memiliki Aleta seutuhnya. Namun, Aleta sudah mempunyai seorang lelaki yang ia sukai yang kini sudah menjadi suaminya.


Raka menyukai Aleta sewaktu ia masih ada di kelas 1 SMA. Ia menyukainya karena, Aleta itu baik hati, serta cantik. Sejak dulu, ia ingin sekali mengungkapkan perasaannya. Tapi, ia takut, jika wanita yang ia cintai tidak suka dengannya.


Waktu itu, ketika Raka ingin mengungkapkan perasaannya. Ia malah melihat wanita yang ia sukai, tengah mengobrol sambil tertawa bersama lelaki lain. Betapa hancurnya hati Raka. Sejak saat itu, akhirnya Raka mencintai Aleta dalam diam. Raka sangat sedih saat ketika bertemu kembali dengan Aleta dalam waktu yang cukup lama tapi Aleta tidak mengenalinya. Padahal Raka sangat senang. Raka masih merasakan debaran jantung yang sama seperti dulu saat bertemu Aleta, bahkan sekarang rasanya debaran itu semakin kencang seolah sudah tak sanggup menahan rindu yang cukup lama. Cinta itu masih ia simpan dilubuk hatinya yang paling dalam, ia pelihara hingga kini. Tak sedikitpun rasa itu hilang malah semakin tumbuh dihatinya. Raka tidak peduli, dengan keadaan Aleta yang sekarang, Raka tidak peduli walaupun kini Aleta sudah menjadi seorang istri. Ia akan tetap merebutnya dan menjadikan pendamping hidupnya. Akibat keegoisannya kini Aleta menjadi pesakitan. terbaring lemah tak berdaya di rumah sakit.


Melihat kondisi Aleta seperti ini akankah Raka mengalah, membiarkan Aleta hidup bahagia bersama orang yang ia cintai. Ataukah sebaliknya. Raka tidak akan pernah melepaskan Aleta untuk selamanya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2